Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
37.


__ADS_3

"Kalau kau, buah apa yang kau sukai?" Tiba-tiba pertanyaan Amsterdam dari belakang Luna langsung membuat Luna berbalik menatap pria itu sambil menutup kulkas di belakangnya.


"Uh,, Aku suka sama buah, kecuali nanas," jawab Luna.


Amsterdam hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan, lalu pria itu lanjut lagi memasak.


💥💥💥


"Ahh itu, Apakah kau perlu bantuan lain lagi? Misalnya memanaskan air atau apapun itu," ucap Luna yang kini merasa cukup berdiri tanpa melakukan apapun sementara dia melihat Amsterdam masih sibuk dengan pisaunya.


Amsterdam tampak berpikir beberapa saat lalu kemudian pria itu berkata, "ahh,, aku tidak butuh bantuan apapun lagi di dapur, tapi kalau kau mau melakukan sesuatu untukku Aku punya hal yang bisa kau bantu di kamarku."


Luna langsung mengangguk dengan semangat, "tentu! Jadi apa yang bisa kubantu untukmu?" Tanya Luna yang merasa bahwa meskipun dia tidak diizinkan oleh pria itu untuk membantu di dapur, tapi dia tetap senang jika dia memiliki sesuatu yang bisa dikerjakan untuk pria itu.


"Di dalam kamar ada sebuah berkas yang tadi terjatuh dan halamannya tercecer, aku meletakkannya di dalam tas kerjaku yang tadi kubawa saat kembali dari kantor." Ucap Amsterdam langsung diangguki oleh Luna.


"Baik, kalau begitu aku akan mengambilnya," ucap Luna segera melepaskan celemeknya lalu perempuan itu segera pergi meninggalkan Amsterdam.


Amsterdam yang melihat semangat perempuan itu hanya tersenyum kecil, 'Dia sangat imut,' ucap Amsterdam dalam hati yang merasa bahwa membuat perempuan itu mengatur halaman berkas yang tercecer jauh lebih aman daripada ketika perempuan itu harus membantunya di dapur.


Maka, Luna yang pergi ke kamar langsung mengambil berkas yang dimaksud oleh Amsterdam lalu melihat tumpukan berkas itu.


"Ada yang kotor," ucap Luna saat melihat di tumpukan berkas itu ada yang terkena noda hingga akhirnya perempuan itu pergi mendapatkan lap lalu kembali ke dalam kamar dan mengelap dokumen yang kotor.

__ADS_1


'Sepertinya pekerjaannya sangat berat,' ucap Luna dalam hati sembari mengatur berkas itu berdasarkan nomor halaman yang tertera di bagian ujung bawah kertas.


Setelah dia selesai merapikan berkasnya, perempuan itu hendak kembali ke dapur membantu Amsterdam ketika dia menghentikan langkahnya saat memperhatikan kamar Amsterdam.


'Satupun foto tidak ada di sini,' ucap Luna dalam hati yang merasa heran bahwa pria itu sama sekali tidak menaruh foto keluarganya di dalam kamar, bahkan di luar kamar pun seperti di ruang tamu sama sekali tidak ada satupun foto.


Maka sambil menghilangkan perempuan itu berjalan ke arah pintu ketika dia tiba-tiba melihat sesuatu yang terjatuh di bawah kolong ranjang.


Maka dengan segera, perempuan itu kemudian berlutut di lantai dan mengulurkan tangannya mengambil benda yang ia lihat itu.


"Foto apa yang dilemparkan ke kolong ranjang?" Ucap Luna kemudian membalik foto yang ada di tangannya.


Perempuan itu sangat terkejut ketika melihat bahwa ternyata foto yang ia temukan itu ialah foto seorang perempuan yang sangat cantik.


Deg!


Deg!


'Haruskah aku menanyakan foto ini?' ucap Luna dalam hati sembari berdiri lalu duduk di samping ranjang menatap foto di tangannya yang terlihat seperti gadis yang sangat cantik.


Cukup lama berpikir, dia dikejutkan ketika pintu kamar diketuk oleh seseorang.


Tok tok tok....

__ADS_1


"Aku akan masuk," suara Amsterdam dari seberang telepon langsung membuat Luna menjadi panik hingga perempuan itu kemudian meletakkan foto itu ke bawah selimut lalu dia berdiri.


"Aku sudh selesai," sambil berjalan ke arah pintu lalu perempuan itu segera keluar dari kamar Amsterdam.


Amsterdam yang melihat sikap aneh perempuan itu langsung mengerutkan keningnya lalu dia kemudian melihat ke arah tepi ranjang yang tampak berantakan dan selimut yang tampak terangkat ke atas.


Tetapi pria itu tidak terlalu mempedulikannya dan hanya keluar menyusul Luna sebab Dia juga sudah selesai menyiapkan makanan malam untuk mereka.


"Wah,, Kau sangat pandai memasak," ucap Luna ketika dia sudah duduk di meja makan dan melihat bahwa bukan hanya bakso udang yang ada di atas meja, tetapi ada beberapa makanan tambahan lainnya.


Amsterdam yang mendengar itu kini mengukir sebuah senyuman di wajahnya, "Aku belajar memasak dari aku kecil. Aku juga tinggal di apartemen ini sendirian saja, jadi aku harus pandai memasak supaya bisa membuat makanan untuk diriku sendiri," ucap Amsterdam sambil menatap perempuan di depannya.


Luna langsung menganggukkan kepalanya lalu dia segera mencicipi bakso yang ada di mangkuknya.


'Kenapa foto perempuan tadi terus terngiang-ngiang di pikiranku?' ucap Luna dalam hati sambil mencoba kuah bakso tersebut.


Tetapi karena pikiran perempuan itu melayang ke tempat lain maka dia tidak menyadari bahwa kuah bakso itu sangatlah panas hingga dia akhirnya merasakan lidahnya terbakar.


"Akh,,," ucap Luna sambil menutup mulutnya dengan tangannya karena merasa malu memperlihatkan mulutnya yang terkena pada pria di depannya.


"Ada apa?" Tanya Amsterdam yang terkejut.


"Ahh,, ssshh, panas," ucap Luna.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2