Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
11# pendek


__ADS_3

galang terus saja menarik tangan lea. lea hanya bisa pasrah mengikutinya sambil mengomel seorang diri.


"lho ngapain bawa gue kesini? apa jangan jangan? what.. sadar galang gue kakak sepupu lho" ucap lea membayangkan yang tidak tidak.


"lho bisa diam gak? sekali lagi lho ngomong yang tidak tidak gue jahit mulut lho" ucap galang kesal mendengar omelan lea sedari tadi.


mendengar ancaman galang lea hanya mampu menutup mulutnya rapat rapat.


"dan ingat satu lagi gue gak bakalan mau ngelakuin hal yang tidak tidak dengan cewek bar bar kayak lho." ucap galang sambil tersenyum mengejek.


"apa lho bilang." ucap lea membulatkan matanya tak terima.


"lho diam. sekarang coba lho lihat ke dalam tapi pelan pelan" ucap galang menutup mulut lea lalu menyenderkannya ke dinding di belakang lea.


lea yang binggung dengan sikap galang hanya mampu mengangguk lalu mengikuti perintahnya. lea berlahan melihat ke arah kamar mandi dengan cara diam diam.


"what... apa gue tak salah lihat?" ucap lea yang tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"apa yang gue pikirkan sedari tadi beneran?" ucap galang yang jujur sejak melihat reaksi brayen dan ayu tadi dia sudah menebak jika ada yang mereka sembunyikan.


"dari pada lho penasaran lebih baik lho lihat sendiri" ucap lea kembali memastikan apa yang dia lihat.


galang yang penasaran langsung saja mengikuti jejak lea. mereka berdua mulai menguping pembicaraan sepasang sejoli yang sedang di mabuk asmara.


****


"kakak tidak salah? a..aku masih" ucap ayu tak dengan ucapan brayen.


" kamu sendiri yang menyatakan cinta kepadaku. jadi apa salahnya jika aku langsung jatuh cinta kepadamu?" ucap brayen tak mau tau.


walaupun brayen tau jika ayu menyatakan cinta kepadanya karna di kerjai oleh kelompok key tapi brayen terus saja berlagak tak tau. karna jujur semenjak melihat ayu dia langsung jatuh cinta kepadanya.


"maaf kak. tapi aku menyatakan cinta ke kakak karna.." jelas ayu namun belum selesai bicara brayen langsung meletakkan jari telunjuknya ke bibir ayu.


"aku tidak butuh penjelasanmu. karna kamu tau bagaimana aku kan? aku tidak suka main main. jadi jika sekali kamu memasuki hatiku maka jangan harap kamu bisa lepas begitu saja" ucap brayen tersenyum hingga menunjukkan ketampanannya yang begitu mengoda.


ayu yang melihat senyuman brayen langsung terpaku karna melihat pesona pria yang terkenal dinggin dan arogant itu.


"jadi kamu tunggu saja, aku akan segera menghalalkanmu" ucap brayen melangkahkan kakinya meninggalkan ayu yang masih benggong seorang diri.

__ADS_1


****


lea yang melihat brayen mulai keluar langsung repleks berdiri hingga kepalanya terbentur ke dagu galang yang juga mengintip tepat di atas kepalanya.


"aw... lho gila ya. berdiri tidak bilang bilang" ucap galang kesakitan sambil memengang dagunya.


"udah jangan banyak bicara. ayo sebelum kakak melihat kita" ucap lea menarik tangan galang sambil berlari.


"tunggu sebentar" ucap galang yang masih kesakitan.


"itu kakak sudah keluar. jika ketahuan kita menguping pembicaraan mereka pasti kakak akan memotong uang jajan kita" ucap lea terus menarik tangan galang.


mendengar ucapan lea, galang yang takut jika uang jajannya di potong langsung berlari secepat kilat hingga meninggalkan lea.


"sialan anak itu malah ninggalin gue" kesal lea karna melihat galang sudah berlari jauh.


"galang tunggu gue" teriak lea mengejar galang.


****


zion yang sudah mendapatkan tiket untuk mereka berlima masing menunggu kedatangan sahabatnya sambil mengerutu seorang diri.


"eh zion. galang sama lea mana?" ucap brayen tersenyum bahagia.


zion yang melihat reaksi brayen yang begitu bahagia langsung menoleh ke belakang brayen.


"kamu lihat apa? lea sama galang mana kok gak kelihatan?" ucap brayen sekali lagi.


"mereka katanya mau beli cemilan kak" ucap zion cengegesan.


"oh yasudah, apa tiketnya sudah kamu dapat?" brayen.


"sudah kak ini." ucap zion memperlihatkan tiket yang dia pengan.


"ya sudah. kita tunggu saja mereka" brayen.


setelah beberapa menit menunggu akhirnya mereka semua sudah berkumpul. tak berpikir panjang mereka langsung masuk karna sebentar lagi film yang ingin mereka tonton di mulai.


lea langsung saja duduk di samping brayen. lalu di sampingnya ayu, galang dan zion. melihat lea berada di tengah tengah ayu dan brayen, galang langsung memberi kode ke lea agar pindah.

__ADS_1


"kak kakak duduk di sini. biar lea di situ" ucap lea mengerti kode dari galang.


"oh. ya sudah" ucap brayen tersenyum sambil menatap ayu.


mereka langsung saja berpindah posisi hingga brayen dan ayu duduk bersampingan. brayen terus saja menatap tangan ayu ingin sekali ia mengenggam erat tangan wanita yang berhasil memasuki hatinya.


namun ia mengurungkan niatnya karna melihat wanita yang ada di sampingnya berbeda dengan wanita wanita yang mengantri untuk mendapatkan cintanya di luar sana.


"kak ini pop kron sama minumannya" ucap lea menyodorkan pop kron dan minuman yang sedari tadi ia pegang.


"makasi adik kecilku" ucap brayen tersenyum sambil menarik hidung mancung lea.


"kakak aku sekarang sudah dewasa. jadi kakak gak boleh memanggilku adik kecil lagi" ucap lea tak terima.


"kamu kan yang paling kecil di antara kita" ucap galang menyela.


"enak aja. apa lho lupa jika yang paling kecil di antara kita adalah zion dan lho harus ingat jika gue yang paling tua di antara kita berempat." ucap lea.


"memang gue yang paling kecil tapi lho lihat yang paling pendek di antara kita semua siapa" ucap zion kembali.


mendengar ucapan zion, lea berlahan memperhatikan tinggi badan mereka berlima.


"lho lihatkan jika yang paling pendek di antara kita adalah lho. jadi tetap yang paling kecil di antara kita adalah lho" ucap galang tertawa mengejek.


"apa lho bilang" ucap lea tak terima di katakan yang paling pendek. walaupun itu kenyataannya.


"sudah sudah jangan bertengkar. itu filmnya sudah di putar" ucap brayen meredakan.


"awas kalian nanti ya" ucap lea memayunkan bibirnya.


melihat tinggah ketiga adiknya yang terus saja bertengkar brayen hanya bisa mengelengkan kepalanya sambil terkekeh kecil.


brayen terus saja melirik ke arah ayu yang sedari tadi hanya diam. lain dengan galang, zion dan lea yang sedari tadi terus saja mengoceh sambil memakan cemilan mereka masing masing.


semenjak mereka berkumpul kembali ayu adalah orang yang paling pendiam di antara mereka berempat.


di tambah lagi sekarang ada brayen di sampingnya membuatnya mereasa canggung dan tentu saja dia terus saja mengatur jantungnya yang sedari tadi berdegup kencang.


di tambah lagi brayen terus saja tersenyum kepadanya hingga membuat jantung ayu berdegup sangat kencang. apa lagi dengan ucapan brayen yang ingin menghalalkan nya hingga membuatnya terus salah tingkah

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2