Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
35# malam spesial


__ADS_3

galang melihat arah yang di tunjuk oleh sang paman. melihat arah yang di tunjuk sang paman, galang langsung membulatkan matanya sambil terkekeh.


"jadi singa betina yang paman maksud tante anissa dan lea?" ucap galang terkekeh.


"apa kamu sadar jika mereka jauh lebih menyeramkan dari pada singa. sekali saja mereka berteriak pasti semua orang yang mendengarnya akan gemetar ketakutan" ucap rayhan mengusap bulu kuduknya membayangkan bagaimana kemarahan kedua ratunya itu.


"kalau tante dan lea tau jika paman menyebutnya sebagai singa betina bagaimana ya reaksi mereka?" ucap galang terkekeh.


"apa kamu bilang?" ucap rayhan ketakutan.


"tidak apa apa. tante nisa, lea paman..." teriak galang.


namun belum selesai galang mengucapkan kata katanya rayhan langsung menutup mulutnya mengunakan tangannya.


"dasar keponakan lacnut. apa kamu mau paman tidur di luar malam ini" ucap rayhan kesal.


"ada apa kenapa papa menutup mulut galang seperti itu?" ucap anissa tiba tiba datang.


"eh, sayang tidak apa apa sayang cuman main tutup mulut dong kok. ia kan lang" ucap rayhan mengaruk kepalanya yang tidak gatal lalu menginjak kaki galang memperingatkan agar galang tutup mulut.


"ia tante." ucap galang tersenyum kecil sambil memainkan tangannya memberi kode jika dia mengiginkan imbalan.


"kamu dengar sendiri kan sayang. ayo kita menyambut para tamu undangan" ucap rayhan merangkul istrinya sedangkan tangan yang satunya lagi merogoh kantong celananya lalu memberikan kartu debit ke galang.


melihat itu mata galang langsung membinar tanpa sengaja ia tertawa bahagia sambil mencium kartu yang di beri sang paman.


"woah... pasti gue bisa meneraktir cewek cewek ni. tapi jangan cewek cewek mainan gue dulu.gue teraktir lea aja dulu pasti dia ngiler liat gue bayak duit" gumam galang senyum senyum sediri.


karna terlalu bahagia galang tidak sadar jika sang paman tersenyum membayangkan sesuatu sedangkan alex, bram dan juga jayden hanya terkekeh sambil mengelengkan kepalanya melihat kelakuan paman dan keponakannya itu.


*****


setelah resepsi pernikahan selesai anissa, sarah,tina dan tika langsung saja membawa ayu ke kamar pengantin lea yang penasaran dengan tingkah para ibu ibu itu hanya mengikutinya saja tanpa banyak tanya.


"nak kamu sekarang sudah menjadi istri, kamu tau sendiri kan jika memuaskan suami adalah pahala buat istri" ucap tika tersenyum.


mendengar nasehat sang bunda ayu hanya mengannguk sambil tersenyum.


"nah makanya nanti jika suamimu datang kamu harus memakai ini. buat suamimu terpana akan kecantikanmu" ucap sarah menyerahkan baju lingrie tembus pandang ke ayu.


"baju apaan ni. baju kurang bahan seperti ini kok disuruh di pakai kakak ipar? tante ada ada saja" ucap lea memperhatikan lingrie yang di pegang ayu.

__ADS_1


"issh.. kamu ini masih bocil jadi gak ngerti" ucap tina mengelengkan kepalanya melihat tingkah polos lea.


"tante lea lebih tua dari kakak ipar ya" ucap lea memasang mode ngambek karna tak terima di bilang bocil.


"suatu saat nanti kamu juga ngerti kok sayang" jelas anissa lembut. mendengar ucapan sang mama lea hanya menganguk polos.


"mama tante ngapain di sini? papa dan paman nyariin tu" ucap brayen tiba tiba datang.


"oh ia mama sampai lupa" ucap anissa cengegesan.


"lea ayo keluar" ucap tina menarik tangan lea.


"kakak lea tidur sama kakak ipar ya" ucap lea mendekati brayen.


mendengar ucapan sang adik brayen langsung mengerutkan keningnya sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"kamu ini yang engak engak aja. ayo keluar" ucap sarah langsung menarik tangan lea.


namun baru saja mereka keluar dari kamar brayen mereka langsung menemui galang dan zion sudah berdiri di depan pintu.


"kalian ngapain di sini?" ucap sarah.


"tidak apa apa ma cuman lagi nyarik lea saja" ucap zion cengegesan.


"kami pergi dulu ma. tante" ucap zion tersenyum lalu mengikuti langkah galang dan lea.


****


di dalam kamar.


brayen mencoba mendekati ayu yang duduk di tepi ranjang yang masih mengunakan balutan gaun pengantin.


brayen langsung saja duduk di samping ayu sambil menatap kagum kecantikan istrinya. mereka saling mencuri pandang namun tak saling bicara hingga membuat ruangan itu dipenuhi keheningan.


"sayang" ucap brayen membuka suara.


mendengar pangilan suaminya ayu langsung saja menatapnya tanpa bicara.


"aku minta maafnya karna saat ini kita belum bisa melakukan bulan madu karna aku ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" jelas brayen.


"tidak apa apa kak. ayu juga sebentar lagi ujian jadi tidak bisa lama lama cuti kuliah" ucap ayu tersenyum.

__ADS_1


"kalau begitu ketika kamu libur kita akan menghabiskan waktu berbulan madu ya sayang" ucap brayen tersenyum.


"terserah kakak saja." ayu.


"ya sudah kamu bersihkan di dirimu dulu. baru kita istirahat pasti kamu lelah kan?" brayen.


"ia kak" ucap ayu menunduk lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


brayen hanya menatap punggung sang istri dengan lekat sampai punggung itu tak terlihat lagi karna ayu menutup rapat pintu kamar mandi.


setelah itu dia duduk bersandar di kasur mereka sambil memainkan ponselnya namun sedang asik memainkan benda pipih itu brayen mendengar sesuatu di depan pintu kamar mereka.


tak banyak pikir brayen langsung saja mendekati pintu itu lalu membukanya dengan tiba tiba hingga


bughhh....


"aw.. awas lea kamu berat sekali" pekik galang yang sudah tersungkur di lantai dan lea juga jatuh di atasnya.


melihat kedua sahabatnya sudah tersungkur di lantai zion langsung saja membantu mereka sambil terkekeh gugup mentap brayen yang berdiri tegap di depan mereka.


"kan lea sudah bilang ini kamar kak brayen bukan kamar lea tapi kalian tetap saja keras kepala" ucap lea mengelak.


"jadi kami salah kamar ya kak. jadi maaf lah kak karna sudah mengangu malam sepesial kalian. silahkan di lanjutin kak" ucap galang cengegesan.


namun brayen hanya menatap mereka tanpa ekspresi membuat ketiganya semakin salah tingkah.


"jadi kamar lho yang di sana ya. ayo kita ke sana" ucap zion menarik tangan lea.


"kak jangan lama lama produksinya ya. karna galang sudah tidak sabar ingin gendong keponakan" ucap galang mengoda brayen.


"ehem" dehem brayen dingin membuat galang yang tingal seorang diri langsung salah tingkah.


"woi tunguin gue. dada kak selamat menikmati surga dunia" ucap galang berlari mengejar zion dan lea sudah menjauh.


melihat tingkah ketiga adiknya brayen langsung saja mengelengkan kepalanya sambil terkekeh.


"dasar adik adik lacknut" batin brayen sambil menutup pintu.


"kak" ucap ayu keluar dari kamar mandi mengunakan lingrie yang di berikan sarah.


melihat penampilan istrinya brayen langsung tersenyum mendekati istrinya.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2