Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
42# makna pernikahan.


__ADS_3

anissa terus saja mengejar suaminya dengan begitu kesalnya.


"papa sini kamu, sudah tua tapi terus saja genit" ucap anissa melempar bantal ke anissa.


"maaf ma, papa cuman mengatakan yang sebenarnya" ucap rayhan terkekeh.


bukannya meredakan amarah sang istri tapi ucapan rayhan terus saja membuat emosi istrinya semakin memuncak.


"papa..." teriak anisa geram hingga terdengar sampai lantai bawah di mana lea, galang dan zion sedang bersantai bersama.


"itu bukannya suara tante anissa?" ucap galang menatap ke arah sumber suara.


"itu mah biasa, paling papa buat ulah lagi" ucap lea cuek sambil terus menganti siaran tv.


"apa wanita yang sudah menikah seperti itu ya jika bertengkar dengan suaminya" ucap zion.


"mana gue tau, kalau penasaran silahkan aja di coba" ucap galang asal.


"di coba, boleh juga bagaimana le?" ucap zion menaik turunkan alisnya.


lea dan galang langsung saja menatap zion binggung.


"kalau lho nikah sama lea, bisa bisa lho terkena spot jantung setiap hari." ucap galang terkekeh.


"sembarangan lho" ucap lea melempar bantal ke wajah galang.


tak cuman ketiga sahabat itu brayen dan ayu yang sedang melakukan ritual mandi bersama juga terkejut akan teriakan anissa.


"itu bukannya suara mama?" ucap ayu bingung.


"itu biasa sayang, begitulah mama dan papa selalu saja bertengkar bagaikan tikus dan kucing. tapi jika berjauhan mereka akan saling merindukan" jelas brayen tersenyum.


"tapi aku lihat papa sangat menyayangi mama ya" ucap ayu mengingat keromantisan kedua mertuanya.


"ia papa memang sangat mencintai mama. apapun akan papa lakukan agar mama bisa tersenyum bahagia." ucap brayen tersenyun mengingat kasih sayang papa sambungnya itu.


"mama memang berhak bahagia apa yang di katakan pepatah memang benar pasti ada pelangi setelah badai." ucap ayu tersenyum.


"ia sayang, tapi apa kamu tau jika ada hadiah yang akan membuat mama lebih bahagia lagi" ucap berayen menatap lekat wajah cantik istrinya .


"apa sayang?" ucap ayu serius.


"apa kamu mau memberinya untuk mama?" brayen. ayu langsung saja menganguk.


"kalau begitu cepat selesaikan mandinya" ucap brayen menyirami tubuh polos sang istri yang masih di tutupi busa sabun.

__ADS_1


"memangnya kenapa?" ucap ayu bingung.


"biar kita buat hadiah spesial untuk mama" ucap brayen semangat.


"memangnya sekarang sayang" ucap ayu polos.


"ia sayang kita buat prosesnya dulu jika kita cepat prosesnya pasti hadiahnya juga datang lebih cepat" ucap brayen terkekeh.


"memang hadiah apa sayang" ucap ayu masih belum mengerti.


melihat kepolosan sang istri brayen langsung saja terkekeh lalu mencium wajah sang istri dengan lembut.


"apa kamu mau tau sayang?" bisik brayen tepat di telinga ayu hingga aura yang berbeda muncul dengan tiba tiba.


ayu langsung saja mengangukkan kepalanya dengan cepat.


"hadiah yang paling berharga buat mama adalah cucu. jadi ayo kita proses biar cucunya cepat hadir ke dunia ini" ucap brayen tersenyum mengoda ayu lalu menbawa tubuh polos ayu kedalam gendongannya.


*****


pagi ini brayen menyempatkan waktu untuk mengantar sang istri ke kampus terlebih dahulu. brayen memarkirkan mobilnya tepat di gerbang kampus.


"kamu yang semangat belajarnya ya sayang" ucap brayen membelai lembut wajah istrinya.


"ia sayang, kamu juga semangat kerjanya" ucap ayu tersenyum.


ayu langsung saja mencium punggung tangan sang suami. setelah itu brayen mencium lembut kening istrinya.


"tunggu di situ dulu sayang" ucap brayen melihat ayu hendak membuka pintu mobil.


brayen langsung saja turun dari mobil itu lalu membuakakan pintu untuk istrinya tercinta. melihat perlakuan suaminya ayu langsung saja tersipu malu.


"aku masuk kuliah dulu ya sayang" ucap ayu tersenyum.


"ia sayang. ingat jangan terlalu lelah nanti kado untuk mama gak datang datang" ucap brayen tersenyum mengoda istrinya.


"sayang bisa aja" ucap ayu tersipu malu lalu melangkahkan kakinya.


namun dia langsung menghentikan langkahnya ketika melihat anggel yan berdiri memperhatikan mereka.


"kak anggel" ucap ayu menatap anggel.


"kakak ipar" ucap anggel mendekati ayu sambil menatap brayen.


sadar dengan tatapan anggel, brayen langsung saja menampakkan sisi arogantnya. dia hanya diam memperhatikan keduanya.

__ADS_1


"kakak ngapain di situ sendirian?" ayu.


"tidak apa apa, gue hanya merasa bahagia melihat kebahagiaan kalian" ucap anggel tersenyum canggung sambil melirik brayen.


"sayang" panggil key tiba tiba.


melihat key yang berjalan menuju ke arah mereka anggel langsung saja gugup.


"gue pergi dulu ya yu" ucap anggel gugup lalu pergi dengan terburu buru untuk menghindari key.


melihat sikap anggel, brayen langsung saja menatapnya binggung.


"aku lihat semenjak kejadian di pesta ayahnya key, kak anggel terus saja menghindari key" ucap ayu menatap suaminya.


"mungkin mereka sedang ada masalah" ucap brayen tidak mau tau.


"jika masalah mereka tentang kamu dan mama, apa kamu juga hanya diam saja seperti itu?" ucap ayu menatap tajam suaminya.


mendengar ucapan istrinya brayen hanya diam tak berani menatap wajah sang istri.


"sayang ingat jika dendam hanya membuat hidup kita tidak tenang. cobalah untuk ikhlas karna takdir adalah ketetapan Allah. jika kamu menyalahkan takdir anggel untuk lahir kedunia ini itu sama saja kamu menyalahkan takdir Allah" ucap ayu lembut mencoba memberi pengertian ke suaminya.


"sudah sayang masuklah, aku juga mau ke kantor" ucap brayen.


"renungi kata kataku dan ikuti hati nuranimu sayang. karna hati nurani kita tak pernah salah" ucap ayu tersenyum lalu memeluk suaminya.


ketika sang istri memeluknya brayen langsung saja merasakan ketenangan yang luar biasa. dari pelukan sang istri sepertinya ada magnet yang memberinya kekuatan dan ketenangan.


brayen langsung saja membalas pelukan istrinya tanpa memperdulikan tatapan dari para mahasiswa yang berlalu lalang.


"aku sangat beruntung memiliki istri sholeha sepertimu" ucap brayen mencium lembut kening istrinya.


"aku lebih beruntung karna memiliki suami sepertimu" ucap ayu tersenyum.


"itulah maknanya pernikahan saling menasehati jika pasangannya berbuat salah, saling mengingatkan jika pasangannya lupa dan saling menguatkan jika pasangannya lemah dan satu lagi saling melengkapi satu sama lain" ucap brayen tersenyum.


"sudah sudah jam berapa ini, nanti sayang telat ke kantornya" ucap ayu melirik jam tangannya.


"ia sayang, aku berangkat kerja dulu ya. mohon doanya" ucap brayen mencium kening istrinya.


"ia sayang" ucap ayu tersenyum.


brayen langsung saja masuk kedalam mobilnya lalu menekan pegal gas menuju kantornya yang dia bangun dengan jeri payahnya sendiri.


sesampainya di bangunan yang begitu megah dan berdiri kokoh itu brayen langsung memarkirkan mobilnya lalu menatap area gedung itu dengan penuh haru.

__ADS_1


sudah hampir satu tahun dia tidak pernah lagi menginjakkan kakinya di area gedung itu. dia mulai menarik napasnya dalam dalam lalu melangkahkan kakinya memasuki gedung mewah itu


bersambung.....


__ADS_2