
di kediaman leon.
terlihat enggel sedang termenung seorang diri di balkon kamarnya. dia menatap indahnya cahaya rembulan dengan tatapan kosong.
tah mengapa perkataan sang kaka selalu berputar putar di kepalanya. jujur brayen memang sering mengularkan kata kata kasar untuknya.
tapi, tah mengapa kata kata brayen yang tadi pagi sangat mengusik hatinya. karna sampai sekarang anggel tidak tau permasalahan yang sebenarnya.
yang dia tau jika dia dan brayen adalah kakak adik walaupun dengan ibu yang berbeda. dia memang terus menanyakan permasalah antara sang ayah dengan mantan istrinya yaitu anissa.
namun sang ayah terus saja mengelak tak inggin memberitau kejadian yang sebenarnya.
"sayang, kamu kenapa sendiri di sini?" ucap leon mengelus rambul panjang anggel.
"eh ayah, sejak kapan ayah di kamar anggel" ucap anggel kaget.
"baru saja, ayah tadi cuman mau mengajak mu makan malam. tapi apa yang sedang di pikirkan putri ayah ini?" ucap leon menatap mata anggel dengan lekat.
"tidak ada yah" ucap anggel tersenyum terpaksa.
"apa kamu memikirkan kakakmu brayen?" ucap leon menebak.
bukannya menjawan anggel malah menatap wajah sang ayah dengan lekat. seperti ingin menuntut jawaban dari segala pertanyaannya selama ini.
"maafkan ayah nak, karna ayah kamu jadi begini" ucap leon dengan tatapan penuh penyesalan.
"memangnya ada apa yah? apa yang ayah sembunyikan selama ini?" ucap anggel menatap lekat wajah leon.
"sebenarnya tante anissa adalah istri pertama ayah nak. dulu keluarga ayah bersama tante anissa sangatlah harmonis ditambah lagi dengan kehadiran kakakmu brayen yang begitu bijak dan sangat menyayangi tantemu anissa membuat keluarga kami jauh lebih berwarna lagi" ucap leon tersenyum bahagia membayangkan keluarga kecilnya yang pernah ia hancurkan dengan tanggannya sendiri.
"tapi, semua hancur karna kesalahan ayah nak. memang benar apa yang di katakan orang jika ujian terberat seorang istri adalah disaat tidak mempunyai apa apa. sedangkan ujian terberat suami adalah disaat mempunyai segalanya. tantemu anissa berhasil menghadapi ujiannya nak, sedangkan ayah..." leon menghentikan kata katanya karna tak mampu lagi membendung air matanya
"kenapa yah?" ucap anggel melihat sang ayah menangis penuh penyesalan.
"disaat ayah sudah mempunyai segalanya ayah khilaf nak. ayah berselingkuh dengan ibumu hingga menghadirkan dirimu nak" jelas leon tak berani menatap putrinya.
"apa ayah menikah dengan ibu disaat ayah dan tante anissa masih bersetatus suami istri?" ucap anggel mencoba menebak.
__ADS_1
"ia nak, itu sebabnya kakakmu brayen sangat membencimu dan ibumu. bukan cuman kalian nak, kakakmu brayen juga dulu sangat membenci ayah. namun karna kejadian itu kakakmu mencoba membuka hatinya untuk memaafkan ayah dan mencoba menguatkan ayah" jelas leon.
"kejadian maksud ayah? apa penyebab ibu masuk penjara?" ucap anggel.
"ia nak, ibumu dan mendiang bibimu mencoba mencelakai tante anissa dan kakakmu brayen" ucap leon sambil menunduk.
"pantas saja kakak sangat membenciku dan ibu" ucap anggel meneteskan air matanya.
"maafkan ayah dan ibumu ya nak, karna kesalahan kami kamu yang mendapatkan balasannya" ucap leon mengengam erat tanggan putrinya.
"tidak yah, ini bukan kesalahan kalian. tapi, anggel akan terus berusaha agar kak brayen mau menerima kehadiran anggel dan mau melupakan kejadian di masa lalu" ucap anggel pantang menyerah untuk mendapatkan hati sang kakak.
mendengar ucapan putrinya leon langsung merasa lega. karna alasannya selama ini menyembunyikan kejadian yang sebenarnya takut jika putrinya kecewa hingga membencinya dan juga luna.
leon tak menyangka jika putrinya memiliki semangat juang yang sangat tinggi hingga mengingatkatnya pada sosok mantan istrinya yang tidak pernah menyerah untuk mendapatka tujuan hidupnya.
****
di kampus.
enggel dan sahabatnya beserta geng kekasihnya sedang nongkrong di halaman kampus. namun mata mereka langsung tertuju ke sosok gadis yang memakai baju syar'i berjalan dengan 2 orang yang sangat mereka kenal.
"ia. tapi kenapa dia terlihat sangat akrab dengan galang dan lea?" ucap anissa penasaran.
mendengar ucapan sahabatnya anggel terus saja menatap ayu. dia mencoba mengingat siapa sebetulnya gadis yang dia kerjai beserta kekasihnya semalam.
"ayundari" ucap anggel mencoba menebak.
mendengar namanya di sebut ayu langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke arah suara itu.
"ada apa?" ucap galang dinggin.
"kamu ayukan?" ucap anggel tak menghiraukan galang.
"ia saya ayu. maaf kamu siapa?" ucap ayu mencoba mengingat.
"dia anggel yu. adik kak brayen juga" ucap lea tersenyum.
__ADS_1
mendengar ucapan lea, anggel langsung tersenyum menunduk. karna lea terus bersikap baik ke anggel, walaupun anggel terus merasa iri ke lea karna selalu dekat dengan brayen.
"oh kamu anggel. maaf ya aku tidak ingat lagi" ucap ayu merasa tak enak. karna jujur saja sejak di bangku sd mereka berlima satu sekolah. walaupun anggel satu tingkat di atas mereka.
tapi mereka dulu sanggat dekat karna anissa juga sering menemui anggel di sekolah. anissa juga sangat menyayangi anggel seperti putrinya sendiri.
"kamu kenal dengannya sayang?" ucap key yang sedari tadi hanya diam.
"ia sayang. dia adik kelasku dulu. tapi karna sudah lama tidak bertemu aku jadi tidak kenal lagi" ucap anggel penuh penyesalan karna kejadian semalam.
"kalau begitu kenalkan nama gue widi" ucap widi penuh percaya diri.
" ayu" ucap ayu tersenyum.
"yu, gue minta maafnya atas kejadian semalam" ucap anggel menunduk.
mendengar ucapan anggel galang dan lea saling bertatapan seperti tau apa yang sebenarnya terjadi.
namun perhatian mereka teralih ketika mendengar suara ricuh. terlihat semua mahasiswa wanita sedang bersorak sorai memuji seseorang.
seorang pria gagah dan berwajah rupawan berjalan dengan gaya coolnya memasuki area kampus. ditambahlagi dengan kaca mata hitam dan jaket yang ia pegang ke belakang dengan satu tanggannya membuat kharismanya semakin terpancar.
ia terus saja berjalan menunduk tanpa memperdulikan setiap wanita yang cantik dan berpakaian seksi menatapnya dengan penuh kekaguman.
"sepertinya saingan lho bertambah" ejek lea mengingat sepupunya itu adalah primadona kampus.
"jika saingan gue bertambah maka lho juga tidak akan mendapatkan hadiah dari pengemar gue dan kak brayen" ucap galang tak peduli.
"wah gawat dong" ucap lea tak terima.
"tapi sepertinya gue kenal dengannya. apa kalian kenal?" ucap galang kepada kedua sahabatnya.
"tidak. lho kenal gak yu?" ucap lea. hanya mengangguk kecil menandakan dia juga tidak mengenalinya.
karna terlalu asik mengingat siapa pria yang mereka lihat tanpa mereka sadari orang yang bereka bicarakan sudah berdiri di depan mereka.
"ehem" dehem pria itu sambil membuka kaca matanya.
__ADS_1
mendengar itu ketiga sahabat itu langsung melihat ke arah pria itu. seketika bereka bertiga langsung membulatkan matanya terkejut.
bersambung....