Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
56# hamil


__ADS_3

alex langsung saja terkejut ketika membuka pintu semua orang mengerumuninya. dia melihat satu persatu wajah yang terlihat sangat cemas di depannya.


"kenapa kalian terlihat cemas seperti itu?" ucap alex terkekeh kecil melihat ekspresi wajah semua orang yang mengerumuninya.


"paman jangan bercanda, bagaimana keadaan istriku?" ucap brayen kesal melihat alex yang malah tertawa di saat dia menghawatirkan keadaan istrinya.


"ya paman tidak bercanda" ucap alex mengoda brayen.


"alexx" teriak semua orang serentak.


"*hoo.. sl*ow. ok ayu tidak apa apa. dia hanya kelelahan saja" jelas alex tersenyum.


mendengar ucapan alex semua orang langsung saja merasa lega.


"apa boleh aku melihatnya paman?" ucap brayen.


"sebentar lagi dia akan di pindahkan di ruang rawat. tapi dia masih belum sadar dari pingsannya. namun ada satu hal yang harus aku sampaikan saat ini" jelas alex menunduk sedih.


melihat reaksi alex semuanya langsung saja menatapnya tatapan yang tidak dapat di artikan. tak lupa mereka berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang buruk kepada ayu.


"kabarnya adalah...." ucap alex menghentikan kata katanya hingga membuat suasana semakin menegang.


"ayu sedang hamil" ucap alex tersenyum bahagia.


"apa istriku hamil?" ucap brayen tidak percaya.


"ia, selamatnya sebentar lagi kamu akan jadi ayah" ucap alex memeluk keponakannya itu.


mendengar kabar kehamilan ayu semua orang langsung merasa bahagia. setelah ayu di pindahkan ke ruang rawat semua orang langsung saja menemuinya.


brayen dengan setia menemani sang istri dengan duduk dj samping istrinya sambil terus saja mengengam erat tanggan mungil istrinya.


brayen terus saja menatap wajah ayu yang masih terlelap dalam tidurnya.


melihat keadaan ayu yang sudah membaik zion mulai mendekati lea yang duduk di samping anggel.


"le, apa boleh kita bicara sebentar?" ucap zion.

__ADS_1


mendengar ucapan zion lea langsung saja menganguk lalu keluar dari kamar inap ayu beriringan dengan zion.


melihat lea yang keluar bersama zion, jayden yang penasaran langsung saja menggikuti mereka dari belakang.


zion langsung saja mengajak lea ke taman rumah sakit. sesampainya di sana mereka langsung saja duduk di kursi taman itu.


awalnya mereka hanya saling diam hingga suasana menjadi cukup hening.


"le" ucap zion memecahkan keheningan.


"ya" ucap lea singkat.


"apa boleh gue bertanya sesuatu?" ucap zion menatap lekat wajah lea.


"apa?" ucap lea juga menatap wajah zion sehingga kedua netra mereka saling bertemu.


"apa lho mencintai kak jayden?" zion


mendengar ucapan zion, lea langsung saja memalingkan wajahnya. dia tidak tau harus menjawab apa dan dia juga tidak mungkin mengatakan jika dia tidak mencintai jayden tapi mencintai zion.


"apa gue boleh jujur sama lho le?" ucap zion karna lea tak kunjung menjawab pertanyaannya.


"jujur le, gue sudah lama jatuh cinta sama lho. tapi gue takut jika perasaan gue hanya merusak persahabatan kita. jadi gue hanya mampu menyatakan cinta gue di setiap sujud gue dengan harapan suatu saat lho bisa mendengarnya" ucap zion memberanikan diri.


mendengar pengakuan zion, tak terasa air mata lea jatuh membasahi wajah mulusnya. dia tak menyangka jika zion selama ini juga mencintainya.


"lho kenapa le? gue salah bicara?" ucap zion panik sambil mencoba menghapus air mata lea.


"lho tidak salah bicara, zi?" ucap lea menatap lekat wajah zion.


"jika gue tidak salah bicara kenapa lho menangis seperti ini?" ucap zion mengengam erat tangan lea.


"ini bukan tangis karna kesedihan tapi tangisan kebahagiaan" ucap lea tersenyum.


mendengar ucapan lea, zion langsung saja mengerutkan keningnya sambil menatap lekat wajah lea.


"apa lho tau jika gue juga selalu menyebut nama lho di setiap doa gue" ucap lea menatap zion.

__ADS_1


mendengar ucapan lea, zion langsung saja menatapnya tidak percaya. dia tidak percaya jika selama ini mereka saling mencintai dalam diam.


"lho serius kan le?" ucap zion tersenyum bahagia.


lea langsung saja menganguk sambil tersenyum. melihat itu zion langsung saja bersujud penuh rasa syukur.


"allhamdullillah terimakasi ya Allah kau telah menjawab setiap doa ku" ucap zion bahagia.


namun di tengah kebahagiannya dia langsung saja mengingat jika jayden juga telah melamar lea secara langsung.mengingat itu wajah leon seketika langsung berubah.


"lalu bagaimana dengan kak jayden?" ucap zion tiba tiba.


mendengar ucapan zion, lea langsung mengingat jika dia belum menjawab lamaran asisten pribadi kakaknya itu.


"gue tidak tau zi" ucap lea menunduk sedih.


"gue tidak masalah jika kalian saling mencintai" ucap jayden tiba tiba.


jayden memang sedari tadi menguping pembicaraan lea dan zion. jujur hatinya sangat sakit ketika mendengar lea juga mencintai zion bukan dirinya.


namun setelah melihat cinta yang begitu besar di mata keduanya jayden memilih untuk mengalah. dia tidak bisa egois dan mementingkan dirinya sendiri.


bagaimanapun dia juga ingin hidup dengan wanita yang juga mencintainya bukan mencintai pria lain. karna setiap hubungan tidak akan kekal jika yang mencintai hanya satu orang saja.


mendengar ucapan jayden, lea dan zion langsung saja menatapnya tidak percaya. jujur mereka takut akan menyinggung perasaan jayden karna bagaimanapun jayden adalah orang yang penting untuk brayen.


"zi, gue titip lea ya. lho jaga dia, lho bahagiakan dia. jika suatu saat gue mendengar lho menyakitinya maka lawan lho adalah gue" ucap jayden berusaha terlihat kuat sambil menyatukan tangan lea dan zion.


"kakak serius?" ucap zion tak percaya.


mendengar ucaapn zion, jayden langsung saja mengangguk sambil tersenyum. melihat itu zion langsung saja tersenyum lau memeluk jayden.


"terimakasi kak jay" ucap zion terharu.


"sama sama. gue harap lho bisa membahagiakan lea" ucap jayden membalas pelukan zion.


melihat itu lea langsung saja tersenyum bahagia. dia tidak menyangka jika akhirnya dia bisa bersatu dengan zion.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2