Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
25# cewek gila


__ADS_3

di kampus.


key sedang sibuk mencari keberadaan anggel yang tidak dia lihat sedari tadi. kejadian semalam sungguh menganggu pikirannya.


memang semua itu adalah rencananya tapi dia tidak memikirkan akibatnya ke anggel. sejak pulang dari pesta semalam anggel tidak ada mengabari dirinya bahkan anggel sama sekali tidak merespon teleponnya.


"sayang aku melakukan semua ini hanya untuk membalas segala kesedihanmu" batin key cemas.


"bos ada yang lihat jika nona anggel berada di perpustakaan" ucap wandi datang tiba2.


"baiklah" ucap key langsung berlari ke arah perpustakaan.


bughh....


karna terburu buru key tak sengaja menabrak lea yang berjalan bersama galang. karna tubuhnya yang begitu mungil lea langsung terpelanting ke lantai.


melihat itu galang langsung saja membantu lea untuk berdiri


"hei.. lho punya mata atau tidak" teriak key tanpa melihat siapa orang yang dia tabrak.


"hei...yang punya mata atau tidak lho apa gue?" teriak lea kembali sambil menunjuk wajah key.


key yang menyadari jika orang yang dia tabrak adalah lea hanya bisa menatap tajam ke gadis munggil itu.


"apa lho lihat gue kayak gitu? lho pikir gue takut sama badan kekar lho ini?" ucap lea tersenyum.


key yang awalnya kesal langsung saja terpancing oleh omongan lea.


"dasar lho" teriak key mengangkat tangannya hendak menapar wajah lea. namun lea dengan sigao langsung menangkap tangan key lalu mencengkramnya dengan kuat.


"jangan sekali kali lho mengangkat tangan kotor lho ke gue. karna sekali lho berurusan dengan gue tak akan mudah untuk lho pergi begitu saja" ucap lea penuh penekanan di setiap kata katanya sambil menatap key dengan tatapan tajamnya.


melihat tatapan lea yang begitu tajam key langsung menelan ludahnya kasar. dia tak mentangka jika gadis yang sangat ceria seperti lea ternyata lebih mengerikan dari yang dia duga.


"lho mau apa dari gue?" ucap key.


mendengar ucapan key, lea langsung tersenyum lalu menepis tangan key. galang yang melihat lea hanya bisa tersenyum sinis.


"tak salah gue menyebut lho ruba betina" batin galang tersenyum.


"gue akan memberi lho penawaran. lho mau mengila di ring tinju sama gue atau balapan?" ucap lea tersenyum.


"lho gila apa gimana?" ucap key terkejut dengan ucapan lea.


"gue tidak main main. jika lho kalah lho harus minta maaf kepada kakak dan mama gue sambil mencium kakinya di depan publik" ucap lea menatap tajam key.

__ADS_1


"kalau lho kalah?" ucap key


"terserah lho mau lakuin apa?" ucap lea tersenyum.


"termasuk menghabiskan malam bersama?" ucap key tersenyum sinis.


mendengar ucapan key, galang langsung tersulut emosi hendak memukul key. namun lea langsung menatap galang dengan tajam hingga galang mengurungkan niatnya dan memilih untuk diam .


"tidak masalah" ucap lea tersenyum.


"jika itu mau lho jadi selamat berjumpa di ring tinju nanti sore." ucap lea tersenyum lalu pergi meninggalkan key yang masih bengong karna ucapan lea.


"dasar cewek gila" ucap key tersenyum sambil mengelengkan kepalanya.


"lho yakin mau bertarung di ring tinju dengannya bos" ucap wanda dan wandi serentak.


"tidak masalah. sudah pasti gue yang menang" ucap key percaya diri.


"jika bos menang?" ucap widi tak percaya.


"gue akan bersenang senang dengannya" ucap key tersenyum.


"gue akan jadikan itu sebagai alat untuk menghancurkan keluarga adhijaya lebih dalam lagi" ucap key tertawa renyah.


*****


setelah jam pelajaran usai galang dan lea pergi ke kantin untuk memberi makan cacing di perut mereka yang sedari tadi berdemo.


galang yang biasanya selalu jahil dan mengoceh sekarang berubah menjadi pendiam. dia hanya menatap lea dengan tatapan kosongnya.


"lho kenapa dari tadi kok diam saja?" ucap lea mengerutkan keningnya menatap galang bingung.


"gue gak nyangka jika lho segila tadi" ucap galang menatap kesal lea.


"gila apaan sih lang gue hanya taruhan saja" ucap lea polos.


"hanya??? lho bilang cuman hanya? lho sinting atau gimana sih lea" ucap galang sambil memukul meja kesal.


melihat reaksi galang, lea hanya menatapnya bingung. karna tak seperti biasanya galang selalu mendukung segala ke koyolan yang dia lakukan.


"gue gak nyangka jika lho segila ini le. bisa bisanya" ucap galang menatap lea dengan mata memerahnya sambil mengepalkan tangannya dengan erat.


"gue gak semurahan itu lang. gue akan berusaha sekuat tenaga gue untuk mempertahankan kehormatan gue dan juga kehormana mama dan kakak" ucap lea mengengam tangan galang.


"apa lho ragu dengan kakak lho ini? lho tidak perlu khawatir kakak lho ini kuat dan pastinya tidak akan tumbang dengan mudahnya" ucap lea tersenyum menyakinkan galang.

__ADS_1


"jika kakak tau pasti dia akan marah besar le" ucap galang khawatir.


"jika sampai kakak tau pasti lho dalangnya" ucap lea terkekeh.


melihat lea yang masih bisa tertawa setelah mempertaruhkan kehormatannya untuk mengembalikan nama baik mamanya galang hanya bisa tersenyum.


"lho memang gila lea. tapi gue gak nyangka jika lho bisa segila ini jika menyangkut orang yang paling lho sayangi" batin galang tersenyum menatap lea.


"assalamwallaikum" ucap zion dan ayu tiba tiba.


"*wallaikum sallam"


"idihh ada calon manten nih" ucap galang tersenyum.


melihat galang yang terlihat baik baik saja di depan ayu dan zidan, lea langsung mengikutinya. lea langsung tersenyum ceria.


"calon kakak ipar ayo duduk di sini" ucap lea tersenyum sambil menarik kursi untuk ayu.


"ehem...mentang mentang sudah ada calon kakak ipar sahabatnya di sini gak di anggap" ucap zion


yang merasa tak di anggap oleh galang dan lea.


"he..he.. sini bro duduk sini" ucap galang terkekeh sambil menarik kursi untuk zion.


"gitu dong" ucap zidan santai lalu duduk menatap lea



zion andara terus saja menata lea dan galang walaupun mereka berusaha terlihat ceria di depat zion tapi zion bisa menebak jika kedua sahabatnya itu sedang ada masalah.


namun karna keberadaan ayu, zion lebih memilih untuk diam dan menahan rasa penasarannya akan sikap kedua sahabatnya itu.


"kalian sudah pesan makanan?" ucap zion yang melihat piring kosong di depannya.


"lho harusnya jangan tanya sudah pesan makanan apa belom, tapi lho tanya kalian sudah habiskan berapa piring" ucap galang menatap lea.


"apa lho lihat gue?" ucap lea memayunkan bibirnya.


"sudah kalian mau pesan makanan lagi?" ucap ayu menengahi.


"hahah kakak ipar memang pengertian. gue pesan bakso" ucap lea terkekeh.


"iidihh barusan lho makan mie goreng dua porsi lho lea" ucap galang sambil mengelengkan kepalanya.


"biarin." ucap lea tak peduli.

__ADS_1


melihat tingkah lea, zion hanya tersenyum sambil mengelengkan kepalanya lalu pergi untuk memesan makanan untuk mereka.


bersambung....


__ADS_2