
galang dan zion yang sedang duduk bersantai di motor gede mereka masing masing di kejutkan dengan mobil sport mewah yang berhenti tepat di depan mereka.
zion dan galang bingung siapa pemilik mobil ini hingga mengangu acara santai mereka. galang yang kesal langsung saja memeriksa siapa yang mengemudikan mobil mewah itu.
"hai..." ucap lea keluar dari mobil.
melihat lea yang mengendarai mobil itu galang dan zion langsung saja membulatkan matanya takjub.
"wah... ini mobil lho, le?" ucap galang takjub melihat mobil lea.
"ia... bagaimana, keren kan?" ucap lea bangga.
"ini mah bukan keren lagi tapi sangat keren" ucap galang memeriksa mobil lea.
"nanti sore kita jalan jalan naik mobil ini, bagaimana kak?" ucap lea meminta pendapat ayu.
"boleh, kita jalan jalan sepuasnya" ucap ayu tersenyum.
"terima kasih kakak ipar" ucap galang dan lea serentak.
"sudah, ayo kita masuk kelas" ucap zion menengahi kehebohan kedua sahabatnya itu.
"oh ia sebentar lagi jam pelajaran di mulai" ucap lea melirik jam tangannya.
"ok, sampai jumpa di kantin nanti ya. gue juga ada kabar gembira" ucap galang tersenyum.
"ok" ucap ketiganya serentak.
mereka langsung saja berpisah dan menuju ruang kelas mereka masing masing. karna kelas mereka sama, galang dan lea berjalan beriringan sambil bercanda gurau bersama.
namun saat di dalam perjalanan mereka bertemu dengan geng key. key terlihat begitu lusuh dan juga tak bergairah.
"kenapa calon kakak ipar lho itu. seperti orang stres?" ucap galang menggoda lea.
"gak tau dan gak mau tau" ucap lea cuek.
"tapi sudah lama gue tidak melihat anggel bersamanya" ucap galang penasaran.
"mungkin mereka sedang ada masalah" tebak lea.
"mungkin juga" ucap galang tersenyum.
******
setelah pulang kampus mereka berempat langsung saja berkumpul di kantin kampus. mereka bercanda gurau bersama untuk menghilangkan stres karna seharian mereka harus menguras otak mereka untuk belajar.
"lho bilang lho ada kabar gembira, kabar apa lang?" ucap lea penasaran.
"lho liat ni" ucap galang memperlihatkan kartu debit yang di berikan rayhan.
"woahh... lho banyak duit lang, maling di mana lho?" ucap zion asal.
__ADS_1
"enak aja lho bilang gue maling. ini di beri paman re.." ucap galang keceplosan.
"paman re.. siapa?" ucap pea binggung.
"sudahlah gak perlu dari mana gue dapat yang penting hari ini kita bersenang senang. sekalian ngerayaiin sahabat kita yang sudah melepas masa lajangnya" ucap galang mengalihkan pembicaraan.
"ide bagus. lho mau kemana yu? biar galang yang teraktir" ucap zion semangat.
"ia yu, tenang saja semua yang kalian mau gue yang teraktir" ucap galang menyombongkan diri.
"eh ingat dia sekarang sudah jadi kakak ipar lho" ucap lea memperingati galang.
"opss... sorry kakak ipar" ucap galang tersenyum.
"panggil ayu saja kalau di kampus" ucap ayu merasa canggung bila di panggil kakak ipar.
"ya sudah. bagaimana kita makan saja dulu" ide lea.
"lho itu gak ada yang lain di pikiran lho selain makan" ucap galang mengelengkan kepalanya.
"gue setuju dengan lea. kita makan saja dulu baru kita pergi ke taman hiburan" ucap zion membela lea.
"em mentang mentang naksir jadi di belain" batin galang.
"ya sudah ayo kita pergi ke restoran untuk makan." ucap lea semangat empat lima.
*****
di restoran.
melihat keposesifan zion ke lea membuat hati ayu bertanya tanya. tak mau memikirkan yang tidak tidak ayu langsung saja bertanya ke galang.
"lang, lho sadar gak ada yang aneh dengan zion" bisik ayu.
"aneh apa?" ucap galang tak mengerti.
"apa lho gak sadar jika perhatian zion ke lea sekarang?" bisik ayu pelan.
sambil meliring zion dan lea yang asik melihat menu makanan bersama. karna terlalu asik memilih makanan sambil mengobrol mereka sampai tak sadar jika sedang di gosipin oleh ayu dan galang.
"biasa kak, sedang di mabuk cinta" ucap galang terkekeh.
"maksud lho zion naksir lea?" ucap ayu. dengan sigap galang langsung mengeleng cepat.
"apa?" ucap ayu kaget.
mendengar ayu berteriak zion dan lea langsung menatapnya heran.
"kakak kenapa?" ucap lea khawatir.
"tidak apa apa. ayo pesan makanannya" ucap ayu tersenyum.
__ADS_1
mereka langsung saja memesan makanan mereka. tak menunggu lama akhirnya makanan mereka datang dan di tata rapi di meja mereka.
terlihat begitu banyak menu makanan yang sudah tertata rapi di sana. siapa lagi yang memesan makanan banyak jika tidak lea.
tanpa banyak pikir mereka langsung saja menyantap makanan mereka masing masing. hingga tibalah waktu pembayaran.
"mbak minata catatan tagihannya" ucap galang ke pelayan.
"ini tuan" ucap pelayan itu menyerahkan catatan tagihannya.
"pakai ini ya mbak" ucap galang menyerahkan kartu debit yang di beri rayhan.
"baik tuan" ucap pelayan itu pergi ke kasir.
namun tiba tiba pelayan itu kembali dan menyerahkan kartu debit yang di berikan galang.
"maaf tuan kartunya tidak bisa" ucap pelayan itu memberikan kartu galang.
"mana mungkin mbak, coba mbak coba lagi" ucap galang binggung.
"maaf tuan, kami telah mencobanya berkali kali namun tidak bisa tuan" jelas pelayan itu.
"gimana ini?" ucap galang binggung.
"kalau sebanyak ini uang gue gak cukup lang" ucap zion memperlihatkan uangnya.
"giu juga sama lang, ini kan akhir bulan uang saku gue tingal segini." ucap lea memperlihatkan uangnya.
"apa kakak di beri uang sama kakak brayen" ucap lea menatap ayu.
"aduh gue lupa lea, kak brayen sudah memberi kartu debit tadi tapi ketinggalan di kamar" ucap ayu yang melupakan kartu yang di berikan suaminya tadi pagi karna buru buru dan juga salah tingkah karna kepergok oleh lea.
"jadi bagaimana ini?" bisik galang melirik pelayan yang masih berdiri di samping mereka.
"mbak sebentar ya. kami mau nunggu seseorang sebentar lagi akan datang" ucap lea membuat alasan.
"baiklah nona" ucap pelayan itu ramah lalu pergi meninggalkan ke empat sahabat itu.
"gimana ini? lho dapat dari mana kartu itu sih lang?" ucap zion kesal.
"dari paman rayhan" ucap galang menunduk.
"sial, pasti lho di kerjaii papa" tebak lea mengingat kejahilan sang papa.
"sudah, lebih baik kita pikirkan bagaimana caranya terbebas dari sini" ucap galang frustasi.
"bagaimana jika kita kabur saja. lihat penjagaannya lagi longgar. nanti jika kita sudah ada uang kita kembali lagi untuk membayarnya" ide lea.
"lho gila ya le, engak engak" ucap ayu menolak.
"sudah ayo jangan banyak pikir" ucap galang menarik tangan ayu. mereka langsung mengambil langkah seribu.
__ADS_1
hingga langkah mereka terhenti karna melihat sosok pria berjas rapi berdiri di depan mereka.
bersambung....