Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
40#nasib para jomblo


__ADS_3

di saat ingin kabur direktur restoran itu langsung menyadari kelakuan mereka. dengan sigap direktur restoran itu menghentikan langkah mereka.


"mau kemana kalian?" bentak direktur sambil menatap tajam empat sahabat itu.


"ma..maaf pak, uang kami ketingalan. kami janji kami akan bayar" jelas galang gugup.


"dasar bocah brandalan, jika tidak punya uang tidak usah banyak gaya. pakai makan di restoran segala" ucap direktur marah.


"kami pasti akan membayarnya pak" ucap zion.


"jika kalian mau membayarnya bayar sekarang atau saya bawa masalah ini ke kantor polisi. biar tau rasa kalian tidak punya uang tapi gaya luar biasa" ucap direktur itu meremehkan.


mendengar ada kericuhan itu brayen yang sedang membicarakaan bisnis dengan jayden di restoran itu langsung saja menyadarinya.


"ada apa itu?" ucap brayen penasaran.


"bukannya itu nyonya muda tuan?" ucap jayden yang melihat ayu dalam keributan itu.


mendengar istrinya di sebut brayen langsung saja memeriksanya. jayden langsung saja mengikuti langkah tuan mudanya itu.


"ada apa ini?" ucap brayen dinggin.


"maaf tuan, jika keributan ini membuat tuan tidak nyaman. saya sebagai direktur restoran ini mohon maaf. saya akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat tuan" ucap direktur itu merasa tidak enak karna membuat pelangannya tidak nyaman.


"satpam urus para berandalan ini" ucap direktur itu kepada satpam


"memang apa yang mereka lakukan?" ucap brayen dingin.


"mereka berniat kabur sebelum membayar pesanan mereka tuan" jelas direktur.


"berapa yang harus mereka bayar?" ucap brayen tampa ekspesi sambil menatap satu persatu adiknya dan matanya terhenti melihat sang istri diam menunduk.


"ini tuan" ucap pelayan menyerahkan catatan tagihan pesanan mereka.


"pakai ini" ucap brayen menyerahkan kartu debit ke pelayan itu.


"baik tuan" ucap pelayan langsung saja menerimanya.


"saya sebagai kakak mereka mohon maaf akan kenakalan ketiga adik saya dan juga istri saya" ucap brayen merangkul sang istri yang pucat karna ketakutan.


mendengar ucapan brayen, direktur itu langsung saja pucat pasi.dia tidak menyangka jika orang yang dia rendahkan tadi adalah keluarga adhijaya.


"maafkan saya tuan, saya tidak tau jika meraka adalah adik dan juga istri anda" ucap direktur itu menunduk.


"tidak apa apa. mereka bersalah jadi wajar anda memarahinya" ucap brayen.

__ADS_1


"jay, kita lanjutkan besok saja" ucap brayen menatap jayden.


"baik tuan" ucap jayden memberi hormat.


"tapi, anda akan hadir dalam rapat besar besokkan?" ucap jayden memastikan.


"saya pasti datang, kamu urus saja semuanya" ucap brayen


"baiklah kalau begitu saya permisi undur diri tuan, nyonya muda" ucap jayden menunduk memberi hormat lalu menatap ke arah lea.


"bukannya itu adik tuan muda? dia cantik sekali dengan hijabnya" batin jayden menatap kagum ke lea.


zion yang sadar dengan tatapan jayden langsung saja mengidik kesal. dia tak terima jika wanita yang dia cintai di pandang oleh orang lain.


"ehem, kak jalannya ke sana" ucap zion menyadarkan jayden yang terus saja menatap lea.


"maaf tuan" ucap jayden tersenyum.


melihat ke jayden yang begitu hormat kepada suaminya membuat hati ayu semakin penasaran. dia berpikir keras kenapa pegusaha tersukses di kotanya itu bisa sehormat itu ke suaminya.


"sayang, ayo kita pulang" ucap brayen menyadarkan istrinya yang melamun.


ayu yang tersadar dari lamunannya langsung saja menganguk lalu mengikuti langkah suaminya.


*****


rayhan sedang bersandar manja dengan istrinya sambil menonton tv. dia memang sengaja pulang lebih awal supaya bisa bermanja manja dengan istrinya tercinta.


rayhan yang sedang merebahkan tubuhnya di sofa sambil meletakkan kepalanya di atas pangkuan sang istri langsung saja di kejutkan dengan teriakan putri dan juga kedua keponakannya.


"papa... paman..." teriak lea, galang dan zion serentak.


"mampus aku" batin rayhan menatap ketiganya yang sedang berjalan ke arahnya penuh amarah.


"papa.... sini papa, bisa bisanya papa membuat putri satu satunya papa malu di depan umum" ucap lea kesal sambil melangkahkan kakinya mendekati sang papa.


menyadari kemarahan putrinya rayhan langsung saja mencari perlindungan di belakang istrinya.


"ma.. tolongin papa" ucap rayhan bagaikan anak kecil yang meminta perlindungan kepada ibunya.


"lea, papa ada apa ini?" ucap anissa binggung


"papa memberi kartu debit yang sudah tidak di pakai lagi ke galang. hingga kami harus kena marah oleh direktur restoran karna tidak bisa bayar" jelas lea penuh amarah sambil meletakkan kedua tangannya di pinggangnya.


mendengar penjelasan putrinya anissa langsung saja menatap suaminya kesal.

__ADS_1


"papa" ucap anissa tidak bisa lagi berkata kata melihat ke jahilan suaminya.


melihat kekesalan sang istri rayhan hanya bisa terkekeh sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


sedangkan brayen hanya berjalan santai sambil merangkul pingang istrinya mendekati kerusuhan itu.


"sayang ayo kita bersenang senang di kamar. biarkan mereka bertengkar di sini" ucap brayen langsung membawa tubuh langsing istrinya ke dalam gendongannya.


mendengar ucapan brayen, galang ,zion dan lea hanya menatap kepergian sepasang pengantin baru itu tanpa bisa berkata kata.


"sayang. ayo kita juga bersenang senang di kamar. biarkan mereka yang jomblo meratapi nasibnya masing masing" ucap rayhan mengendong tubuh munggil istrinya lalu mengambil langkah seribu untuk menghindari ke marahan putrinya.


"papa..." teriak lea keasal sambil menghentakkan kakinya menatap kepergian sang papa.


melihat kedua pasangan itu telah pergi galang langsung saja menghampaskan tubuhnya ke sofa.


"begini ya nasib para jomblo ini" ucap galang merenungi nasibnya.


"lho bukannya jomblo tapi kebanyakan pacar, sehingga gak tau lagi yang mana harus di gandeng" ucap zion.


"ia juga sih" ucap galang tersenyum tanpa dosa.


"playboy bangga" ucap lea menghampaskan tubuhnya di sofa di depan galang.


lelah berdiri zion langsung saja mengikuti langkah kedua sahabatnya itu dia juga membaringkan tubuhnya di sofa sebelah lea.


****


sedangkan ayu terus saja menatap suaminya bingung. dia sama sekali tidak tau tentang jati diri suaminya.


melihat sang istri terus saja menatapnya brayen langsung saja duduk di samping istrinya sambil tersenyum.


"kamu sedang memikirkan apa sayang?" ucap brayen membelai lembut wajah istrinya.


"tidak ada, kamu lelah biar aku siapkan air hangat untukmu" ucap ayu bangkit dari duduknya.


namun brayen langsung menahan tangan ayu sehingga ayu jatuh di pangkuan suaminya. brayen langsung memegang dagu ayu lalu menatap lekat netra mata istrinya.


"apa kamu tidak ingin tau semua tentangku?" ucap brayen menatap istrinya.


"maksudnya?" ucap ayu bingung.


melihat wajah bingung yang di perlihatkan ayu membuat brayen tersenyum gemas. melihat ekspresi istrinya itu sangat mengoda di matanya.


dia langsung saja mencium lembut bibir pink istrinya. lalu menatap lekat wajah istrinya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

__ADS_1


"aku akan menceritakan semuanya kepadamu" ucap brayen menatap lekat wajah ayu.


bersambung...


__ADS_2