Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
31# jawaban doa


__ADS_3

tak terasa hari pun telah berlalu hingga tiba malam penantian pernikahan ayu dan brayen. mengingat sang kakak besok pagi akan mengakhiri masa lajangnya zion dan galang memilih untuk menginap di kediaman sang kakak.


terlihat ketiganya sedang memandagi indahnya cahaya rembulan di malam yang begitu sunyi.


"tak terasa ya kak. akhirnya kakak besok akan mengakhiri masa lajang kakak" ucap galang tersenyum.


"ia lang. kakak juga tak mengira akan menikah secepat ini" ucap brayen.


mendengar ucapan sang kakak, zion dan galang langsung saja menatapnya aneh.


"memang umur kakak sekarang berapa?" ucap galang mengerutkan keningnya.


"29" ucap brayen santai.


"kakak bilang menikah di umur 29 tahun cepat. bagaimana dengan adikmu ini yang ingin menikah di umur 25 tahun" ucap galang sambil mengelengkan kepalanya.


"kakak dulu tidak ada kepikiran untuk menikah. bahkan kakak bertekat untuk tidak menikah. tapi ntah kenapa semenjak bertemu dengan ayu langsung meruntuhkan tekat kakak" ucap brayen tersenyum.


"ayu memang cantik kak. tak cuma itu dia juga wanita yang sholeha tak heran jika kakak langsung jatuh cinta padanya" ucap zion.


"kamu benar zi dia memang wanita yang sangat cantik tak cuman cantik wajahnya tapi juga cantik hatinya" ucap brayen senyum senyum sendiri membayangkan wajah cantik calon istrinya.


"sama seperti tante anissa kan kak." ucap zion tersenyum.


"ia kamu benar. sifat dan karakter ayu tak jauh beda dengan mama. tak cuman cantik tapi mereka juga wanita yang sangat mulia" ucap brayen.


"apa kakak tau?. aku selalu berdoa kepada Allah kak, di setiap sujudku aku berdoa agar Allah mengirimkan satu wanita seperti tante anissa untukku" ucap zion membayangkan semua kebaikan anissa.


"sebelum kau memintanya Allah sudah mengabulkan doamu" ucap galang.


mendengar ucapan galang, brayen dan zion langsung menatap galang dengan lekat.


"maksud lho?" ucap zion tak mengerti.


"ghilea adhijaya adalah jawaban doa lho" ucap galang asal.


"bener juga yang lho bilang" ucap zion tersenyum.

__ADS_1


mendengar ucapan zion galang langsung saja menatap sahabatnya itu tak percaya sambil memeriksa keadaan zion untuk memastikan sahabatnya itu baik baik saja.


"lho baik baik saja kan?" ucap galang meletakkan punggung tangannya di kening zion.


"gue baik baik saja. memang ada yang salah dengan ucapan gue?" ucap zion kesal.


"lho beneran mau sama ruba betina si lea itu?" ucap galang memastikan tak lupa dengan tatapan dan wajah penuh ke kepoan.


"apa salahnya dengan lea. gue yakin di balik sifat gilanya itu pasti ada tersembunyi kebaikan di dalamnya" ucap zion tersenyum.


"*lagian gue tidak melihat wanita dari luarnya saja. gue tidak peduli dengan semua kegilaannya selama ini. yang gue tau tugas gue sebagai seorang pria mengubah dan menuntunnya ke jalan yang lebih baik lagi."


"lho tau sendirikan jika wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria yang bengkok? jika kita berusaha meluruskannya dengan paksaan maka dia akan patah dengan mudahnya. namun jika kita meluruskannya dengan penuh kesabaran dan kelembutan pasti dia akan lurus juga*" ucap zion tersenyum.


mendengar ucapan zion, brayen langsung saja tersenyum dan menatap kagum ke zion.


"apa boleh zion mendekati lea kak?" ucap zion penuh harapan.


"silahkan tidak masalah. asalkan jangan berani berani kau menyakiti harta berharga kakak yang satu itu. atau kakak pastikan akan mencarimu sampai ujung dunia dan menghajarmu habis habisan dengan tangan kakak sendiri" ancam brayen dengan tatapan tajamnya.


bukannya takut dengan ancaman brayen, zion malah tersenyum dan memeluk sang kakak dengan erat.


melihat itu galang hanya menatap keduanya tidak percaya.


"ternyata ada juga yang mau dengan ruba betina yang gila itu.bahkan itu sahabat gue sendiri" batin galang memukul keningnya tak percaya.


****


di kediaman dion.


seperti galang dan zion yang memilih menginap di kediaman rayhan. lea malah memilih menginap di kediaman dion menemani calon kakak iparnya.


kedua wanita cantik itu terlihat sedang memandangi rembulan yang indah di teras kamar ayu.


terlihat dengan jelas wajah lea yang begitu murung karna semenjak kejadian dia di marahi oleh brayen. brayen lebih memilih untuk mendiamkannya.


hal yang paling di takuti oleh lea ketika dia dan sang kakak seperti orang asing di dalam satu atap. jika bisa memilih dia lebih baik di beri hukuman yang sangat berat di banding di diamkan oleh sang kakak.

__ADS_1


"le, kamu kenapa kok diam saja?" ucap ayu menatap sahabatnya bingung.


"kak, lea boleh bertanya gak sama kakak?" ucap lea menatap sendu wajah ayu.


lea memang membiasakan diri untuk memangil ayu dengan sebutan kakak. bagaimanapun ayu adalah calon kakak iparnya walaupun umurnya lebih tua sedikit di banding ayu.


"boleh, mau tanya apa?" ucap ayu tersenyum.


"di hari pernikahan kakak besok hadiah apa yang paling berharga yang bisa lea berikan untuk kak brayen?" ucap lea.


"hadiah yang mampu menghapus semua kesalahan lea ke kak brayen" ucap lea lagi sambil menatap ayu.


mendengar ucapan lea, ayu langsung tersenyum dan berjalan menuju lemari pakaiannya. dia mengambil hijabnya yang tertata rapi.


melihat itu lea langsung saja mengerutkan keningnya penuh tanya.


"kamu mau taukan hadiah yang paling berharga untuk kakakmu?" ucap ayu tersenyum.


lea langsung saja mengangukkan kepalanya penuh semangat.


"ini adalah hadia terindah untuk kakakmu le" ucap ayu memakaikan hijabnya ke lea.


"maksud kakak?" ucap lea bingung.


"*apa kamu tau le jika seorang wanita yang sudah baligh maka hadiah terindah yang dia berikan kepada ayah dan juga saudara laki lakinya adalah menutup seluruh auratnya dan juga menjaga martabatnya sebagai wanita"


"karna jika kamu mampu melakukan itu semua maka kamu secara tidak langsung menuntun mereka ke surganya Allah dan begitu juga sebaliknya. apa kamu tau le sekali kamu bermaksiat sama saja kamu membawa ayah dan saudara laki lakimu kedalam panasnya api neraka*" jelas ayu.


deg....


jantung lea langsung berdetak mendengar ucapan ayu. dia langsung saja mengingat nasehat sang papa tentang tangung jawab seorang pria.


berlahan air matanya menetes dia tak menyangka jika tangung jawab seorang pria itu berat tak hanya di dunia bahkan mereka menangung beban yang sangat berat di akhirat nantinya.


"kamu jangat takut lea. tak harus wanita sholeha yang bisa memakai hijab. tapi semua wanita berhak untuk memakainya karna itu adalah kewajiban setiap wanita".


"*jika kamu belum yakin berlahanlah untuk mengubahnya pertama tutup auratmu terlebih dahulu setelah itu kamu belajar dengan pelan pelan untuk mengubak karaktermu."

__ADS_1


"aku yakin kamu pasti bisa lea. aku akan selalu membimbingmu. mulailah dengan hal kecil hingga suatu saat nanti hal kecil itu berubah menjadi besar dengan pelan pelan*" jelas ayu lembut.


bersambung....


__ADS_2