Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
06# tanggung jawab


__ADS_3

karna lelah seharian bekerja brayen bersantai sambil menonton tv sebangai penghilang penatnya karna seharia terlalu pokus untuk bekerja.


"assalam wallaikum" suara lea dan galang mengema di ruangan itu membuat brayen menatapnya sekejab lalu kembali menonton siaran tv.


"wallaikum sallam" ucap brayen sekilas.


"kakak" ucap lea terseyum manja lalu duduk bersender di samping brayen


"ada apa?" ucap brayen dengan tatapan penuh selidik.


"kenapa kakak melihatku seperti itu? apa adikmu ini cantik?" ucap lea penuh rasa percaya diri.


"lho memang cantik. tapi sayangnya bar bar" ejek galang.


"biarin " balas lea sambil mengeluarkan lidahnya.


brayen hanya tersenyum kecil melihat tingkah kedua adiknya itu yang selalu bertengkar bagaikan tom end jerry tapi saling menyayangi dan saling mendukung satu sama lain.


"eh galang ada di sini" ucap anissa dan rayhan bergabung.


"eh mama. mama tau gak kalau ayu sudah pindahk ke kota ini lagi. bahkan dia juga kuliah di kampus kami lho" ucap lea bangga akan kembalinya sahabat kecilnya itu.


"wah tapi tante tika kok gak ngomong sama mama" ucap anissa mengingat sahabatnya itu tidak mengabarinya sama sekali.


"mama sama papa tau gak jika ayu sekarang sudah banyak berubah. dia sekarang menjadi gadis yang sangat polos dan sopan ma. di tambah lagi dia sekarang sudah memakai hijab membuatnya jauh semakin cantik" puji lea mengingat perubahan sahabatnya itu yang berubah 180 derajat.


"jika sahabatmu sudah menutup auratnya maka kau juga harus mengikutinya. apa kau tau jika seorang wanita yang mengumbar auratnya maka sama saja dia menyeret ayah dan saudara laki lakinya kedalam panasnya api neraka" ucap brayen menasehati.


karna jujur dia dan sang mama terus saja menasehati lea agar menutup auratnya namun lea terus saja tidak memperdulikannya.


mendengar ucapan sang kakak lea langsung diam tak berkutik. dia merasa sesak di dadanya mendengar ucapan sang kakak.


"apa sebesar itu tanggung jawab kita sebagai saudara laki laki kak?" ucap galang mendengar ucapan brayen.


"ia, tugas kita sebagai laki laki memang berat nak. buat hanya sekedar mencari nafkah. tapi kita juga bertanggung jawab akan kelakuan anak dan istri kita bahkan juga saudara perempuan kita baik itu saudara kandung maupun sepupu" jelas rayhan.


"jika kalian tau perhiasan yang paling indah yaitu anak dan istri yang sholeha. perempuan yang mampu menjujung tinggi kehormatanya dan mau mengikuti segala perintah allah apalagi yang menghormati dan mau menurut ke suaminya maka dia akan menjadi ahli surganya allah" jelas rayhan sambil menatap bangga ke istrinya.

__ADS_1


"sayang apa kau mendengar nasihat papa dan kakakmu?" ucap anissa mengelus lembut rambut panjang putrinya.


mendengar ucapan sang mama lea hanya menganguk kecil sambil tersenyum.


"apa kamu tau hadiah yang paling indah untuk papa dan saudara laki laki adalah dengan cara kamu menutup auratmu dan juga menjaga kehormatanmu sebagai wanita" nasihat anissa lagi hingga membuat putrinya hanya terdiam menunduk.


"tapi bagaimana apa putri papa sudah mendapatkan istri untuk kakak?" ucap rayhan mencairkan suasana yang sudah menegang.


"papa apa apan sih" ucap brayen kesal karna sang papa mengungkit kembali hal yang paling dia benci.


lea memang terus saja menyuruh sang kakak untuk menikah dengan wanita pilihannya tapi brayen terus saja mengelak karna malas berhubungan dengan yang namanya wanita.


walaupun usianya sudah matang untuk mrnikah tapi belum ada wanita yang berhasil mengisi hatinya.


dengan sikapnya yang begitu dingin dan arrogant ke setiap orang orang sekitar membuat para wanita wanita cantik di luar sana sulit untuk mendekatinya.


"ia pa. lea sudah menemukanya kali ini lea yakin kakak pasti suka" ucap lea tersenyum mengingat sudah berapa wanita yang dia kenalkan ke kakaknya tapi tidak ada satupun yang dapat meluluhkan hati brayen.


"kakak sudah punya pilihan sendiri" ucap brayen datar hingga membuat semua orang terkejut.


"sejak kapan ya?" goda brayen hingga membuat sang adik gemas sendiri.


"dia sudah bekerja? terus apa pekerjaannya? apa pegawai kantor papa?" ucap lea penasaran.


"tidak. dia masih kuliah" brayen.


"jangan bilang salah satu dari para pengemar kakak yang kecentilan itu" ucap lea tak terima karna dia sudah memilihkan wanita yang tepat untuk sang kakak.


"tidak" ucap brayen datar.


"baiklah kakak boleh memilih pasangan hidup kakak sendiri. tapi, kakak harus bertemu dulu dengan wanita yang lea pilihkan" ucap lea penuh penekanan.


"tapi.." belum selesai bicara ucapan brayen langsung di potong lea.


"kakak lihat dulu wanita yang lea pilihkan jika dia tidak berhasil meluluhkan hati kakak maka lea akan terus berdoa agar kakak dapat menerimanya. satu lagi lea janji akan berubah jika kakak mau menemuinya pliss kak" ucap lea memohon.


"sudah ikuti saja permintaan adikmu jika wanita yang dipilihkan adikmu tidak sesuai dengan keritria mu maka silahkan pilih calon istrimu sendiri. tapi, ingat nak jangan salah pilih karna ikatan suci pernikahan tidak main main" ucap rayhan menasehati.

__ADS_1


"baik pa" ucap brayen mengalah.


"memang siapa yang lho pilihkan untuk kakak?" bisik galang penasaran.


"kepo banget sih lho. yang penting dia wanita yang sangat baik dan cantik. gue yakin kakak pasti tidak menolaknya" ucap lea penuh percaya diri.


merekapun saling bertukar cerita satu sama lain. saling bercanda ria dan tak jarang mereka juga tertawa renyah karna ulah lea dan galang.


begitulah keluarga rayhan dan anissa sekarang. selalu harmonis dan saling menasehati satu sama lain.


*****


di kediaman dion.


dion dan tika saling bertukar cerita satu sama lain sambil menunggu kepulangan putri tercinta.


"assalam wallaikum" ucap ayu langsung bergabung bersama kedua orang tuanya.


"wallaikum sallam sayang" ucap tika tersenyum.


"wah... wajah putri ayah ceria sekali" ucap dion tersenyum melihat wajah putrinya yang ceria.


"ia yah bun. ayu tadi bertemu dengan galang dan lea. apa kalian tau lea masih sama saja seperti dulu selalu bersikap bar bar" ucap ayu tersenyum mengingat tingkah sahabatnya itu.


"hehe... tidak aneh sayang. semasa di kandungan saja dia sudah seperti itu" ucap dion terkekeh kecil mengingat kelakuan anissa selama mengandung lea.


"maksud ayah?" ucap ayu mengerutkan keningnya.


"selama mengandung lea, tante anissa juga seperti itu. apa kamu tau yang paling kasihan adalah paman alex karna tantemu anissa pernah bertengkar hebat dengan pacar pamanmu itu" ucap dion terkekeh mengingat kejadian di restorant dulu.


dimana anissa dan yuni mantan pacar alex bertengkar hebat hingga mengakibatkan alex harus memutuskan hubungannya dengan yuni.


mendengar ucapan sang ayah ayu hanya bisa tersenyum membayangkan kelakuan lea. merekapun saling bertukar cerita bersama ayu menceritakan semua yang dilakukannya seharian ini bersama kedua sahabat kecilnya.


dion dan tika menjadi pendengar setia untuk putri semata wayang mereka.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2