
ayu sudah berdandan rapi dia terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantin. hingga setiap mata yang melihat kecantikannya akan terhipnotis begitu saja.
"wah kakak canti sekali" puji lea sambil menatap kagum kecantikan sahabat sekaligus calon kakak iparnya.
"terimakasi le. kamu juga sangat cantik" puji ayu kembali.
"sayang kamu sudah selesai?" ucap tika masuk ke dalam kamar putrinya.
"sudah bun" ucap ayu tersenyum.
tika melihat penampilan putrinya dari atas sampai bawah. dia menatap penuh haru putrinya yang sudah di baluti gaun pengantin. hingga tanpa sadar ia meneteskan air matanya.
"bunda tak menyangka nak. jika sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri" ucap tika lirih.
"kenapa bunda menangis? apa bunda tidak bahagia?" ucap ayu polos.
"ini air mata kebahagiaan nak. bunda sangat bahagia dengan pernikahanmu" ucap tika menyeka air matanya.
"sudah nak ayo turun calon suamimu sudah datang" ucap tika mengandeng tangan putrinya.
tak lupa lea juga mengikuti langkah tika dengan mengandeng tangan ayu yang satu lagi. dia mengantarkan ayu sampai kepada tangan kakaknya.
brayen yang melihat calon istrinya sudah menuruni anak tangga langsung saja menatapnya penuh ke kaguman.
hingga akhirnya dia menatap wanita di samping calon istrinya dia langsung saja terkejut dengan perubahan penampilan adik perempuannya.
berlahan dia menitikkan air matanya penuh kebahagian dimana dia melihat lea sudah di baluti gamis dan juga hijab yang menutupi seluruh rambutnya.
tak cuman itu rayhan dan anissa juga menatap putrinya tak percaya. mereka langsung saja tersenyum bahagia melihat perubahan putri kesayangan mereka.
"ma, apa kamu tau ini adalah hari yang paling bahagia buat papa" ucap rayhan lirih.
"di mana putra kesayangan kita akan mengakhiri masa lajangnya dan juga lihat putri kesayangan kita ma, dia sangat cantik sama sepertimu" ucap rayhan menitikkan air matanya.
"Allah telah menjawab setiap doa kita pa" ucap anissa tersenyum.
jangan lupa dengan reaksi galang dan juga zion. galang sampai membuka mulutnya lebar sambil melototkan matanya tak percaya dengan perubahan lea.
sedangkan zion langsung saja tersenyum menatap lea penuh kekaguman. melihat perubahan lea dia semakin yakin lea adalah jawaban dari setiap doanya.
"zi, coba lho cubit tangan gue" ucap galang terus menatap lea.
__ADS_1
melihat tingkah galang, zion langsung saja terkekeh kecil sambil mengelengkan kepalanya pelan.
"aww.sakit zi" pekik galang saat zion mencubit tangannya.
"berarti gue gak mimpi ya zi. ini semua kenyataan?" ucap galang masih tidak percaya.
"sudah lho diam saja ijab qabulnya akan di mulai" bisik zion.
mendengar ucapan zion, galang langsung menutup rapat mulutnya sambil terus menatap lea.
*****
setelah ijab qabul selai brayen langsung menyalim seluruh kelurganya. hingga suasana yang bahagia itu di penuhi tangisan bahagia.
hingga akhirnya brayen berhadapan dengan adik kesayangannya yang sudah duduk manis di depannya.
"kamu cantik sekali" puji brayen dengan mata berkaca kaca melihat penampilan sang adik.
"apa hadiah ini sangat berharga untuk kakak?" ucap lea lirih.
"*sangat. ini semua sangat berharga untuk kakak bahkan kakak tidak akan mampu untuk mengantinya. kamu telah memberikan semuanya untuk kakak"
"dengan pilihanmu kakak mendapatkan istri yang sangat cantik dan juga sholeha. sekarang kamu membuka ladang pahala untuk kakak."
"apa kakak sudah memaafkan lea?" ucap lea menitikkan air matanya
"kakak tidak pernah marah kepadamu. walaupun kakak mau kakak tidak akan pernah sangup. maafkan kakak karna sudah membentakmu dan juga menghindarimu" ucap brayen menghapus air mata sang adik dengan kedua ibu jarinya.
"lea sayang sama kakak" ucap lea memeluk erat sang kakak.
"kakak juga sangat menyayangimu" ucap brayen mencium lembut kening adiknya.
melihat kedekatan adik dan kakak itu semua orang di sana langsung saja terharu. ayu yang berada di samping suaminya tak terasa juga menitikkan air matanya.
karna resepsi pernikahan mereka akan di laksanakan nanti malam di tempat yang berbeda maka brayen dan ayu lebih memilih untuk istirahat sebentar di kamar ayu.
karna untuk pertama kalinya berada di satu ruangan dengan seorang pria, ayu langsung merasa sangat gugup. melihat kegugupan sang istri, brayen langsung saja tersenyum.
"bersihkan dirimu dan beristirahatlah. karna nanti malam kamu akan merasa sangat lelah" ucap brayen menatap istrinya yang duduk di tepi ranjang.
mendengar perintah sang suami ayu langsung saja menurut. dia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
brayen yang duduk bersandar di ranjang ayu sambil memainkan ponselnya terus saja menatap ke arah pintu kamar mandi yang tertutup rapat.
hingga matanya langsung berbinar ketika melihat calon istrinya keluar dari dalam kamar mandi dengan mengunakan piyama hello kitty lengan pendek selutut rambut panjangnya yang basah di digerai begitu saja membuat kecantikannya terpancar dengan jelas.
ayu berjalan mendekatinya sambil menunduk terlihat sangat jelas jika dia sedang gugup. brayen ingin sekali mendekati istrinya dan melahapnya begitu saja namun melihat sang istri sangat gugup ia mengurungkan niatnya.
"kenapa kamu gugup seperti itu? aku tidak akan memakanmu hidup hidup" ucap brayen mengilangkan ke gugupan istrinya.
"istirahatlah aku tidak mau malam nanti kamu terlihat sangat kelelahan" ucap brayen menepuk kasur di sampingnya.
namun ketika ayu mau membaringkan tubuhnya brayen malah berdiri dan menatapnya dengan lekat.
"apa kamu tidak punya pengering rambut?" tanya brayen.
"punya. itu" ucap ayu menunjukkan meja riasnya.
brayen tersenyum lalu berdiri mengambil pengering rambut milik istrinya. melihat itu ayu langsung saja mengerutkan keningnya penuh tanya.
"kenapa kamu bingung seperti itu ayo duduk" ucap brayen menarik kursi rias istrinya.
mendengar ucapan suaminya ayu hanya menurut sambil menundukkan kepalanya. setelah melihat istrinya telah duduk brayen langsung saja menghidupkan pengering rambut milik istrinya lalu mengeringkan rambut sang istri dengan sangat hati hati.
"apa ini kepanasan?" ucap brayen.
"tidak kak" ucap ayu tersenyum.
mendengar jawaban istrinya brayen langsung saja melanjutkan tugasnya. setelah selesai mengeringkan rambut istrinya brayen langsung saja menyisir rambut sang istri dengan lembut.
melihat perlakuan brayen, ayu langsung saja tersenyum sambil menatap wajah tanpan suaminya dari pantulan cermin di depannya.
"sudah selesai. ayo kita istirahat" brayen.
ayu hanya menganguk lalu membaringkan tubuhnya di samping suaminya. ayu yang gugup tak mampu untuk menutup matanya.
"apa boleh aku memelukmu?" ucap brayen meminta izin.
mendengar ucapan suaminya ayu langsung saja menatap wajah tampan suaminya lalu menganguk pelan.
"jika kamu belum siap tidak masalah. kakak akan bersabar sampai kamu siap" ucap brayen tersenyum.
brayen langsung saja membawa tubuh langsing istrinya kedalam pelukannya. ayu yang merasa tenang di dalam pelukan sang suami langsung saja menutup rapat matanya.
__ADS_1
hingga akhirnya sepasang pengantin baru itu larut dalam tidur merka masing masing.
bersambung....