Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
55# dilema


__ADS_3

di kediaman rayhan.


lea termenung seorang diri di balkon kamarnya. dia menatap rembulan yang begitu indahnya dengan tatapan kosong.


ayu yang ingin memastikan keadaan adik iparnya karna setelah kejadian lea dilamar oleh jayden, lea terlihat sangat murung tidak seperti biasanya yang selalu saja heboh dan juga bikin rusuh.


ayu yang melihat lea duduk termenung sendiri mencoba mendekati adik iparnya itu.


"apa yang sedang kamu pikirkan le?" ucap ayu duduk di samping lea.


melihat kehadiran sang kakak ipar lea mencoba untuk menarik napasnya lalu berdiri menatap rembulan dengan tatapan kosongnya.


"benar kata pepatah kak, jika wanita akan mengalami dilema yang sangat besar di saat dia harus memilih menerima lamaran pria yang datang melamarnya, atau menunggu pria yang dia cintai datang melamarnya" ucap lea lirih.


"apa kau mencintai pria lain?" ucap ayu berdiri di samping lea.


mendengar ucapan sang kakak ipar lea langsung saja menatap kakak iparnya sambil mengangukkan kepalanya.


"kalau kakak boleh tau siapa pria itu?" ucap ayu tersenyum.


bukannya langsung menjawab lea malah terdiam sambil kembali menatap rembulan dengan mata berkaca kaca.


"zion" ucap lea tiba tiba.


mendengar ucapan adik iparnya ayu langsung saja membulatkan matanya terkejut. dia tak menyangka jika selama ini lea dan zion saling mencintai dalam diamnya.


"kenapa kau tidak mengatakannya" ucap ayu menatap lekat wajah lea.


mendengar ucapan ayu, lea langsung saja menatap kakak iparnya itu tersenyum.


"karna aku tau kak derajat wanita itu dikejar bukan mengejar, dicari bukan mencari dan dilamar bukan melamar"


"karna itu aku hanya bisa mencintainya dalam diam dan selalu menyebut namanya di dalam doaku. aku berharap kelak Allah menyampaikannya kepadanya tanpa menurunkan derajatku sebagai wanita muslimah" ucap ayu menatap ke arah langit dengan penuh harapan.


"kalau tunggulah dia akan segera melamarmu, karna Allah telah lama menyampaikan doamu kepadanya" ucap ayu tersenyum.


mendengar ucapan ayu, lea langsung saja menatap kakak iparnya itu sambil mengerutkan keningnya.


"maksud kakak?" ucap lea binggung.


"apa kau tidak sadar dengan perhatian zion kepadamu selama ini?" jelas ayu tersenyum.

__ADS_1


"dari caranya menatapmu kakak tau jika zion juga menyimpan rasa yang sama sepertimu. jadi berdoalah dan mintalah petunjuk dari Allah. kakak yakin dia akan membantumu untuk memilih dan juga menyelesaikan dilema yang sedang menimpa hatimu" ucap ayu membelai lembut puncak kepala lea.


"terimakasi ya kak, karna kakak adalah kakak dan juga sahabat terbaikku" ucap lea tersenyum lalu memeluk kakak ipar sekaligus sahabatnya itu.


"kamu juga adik kecil dan juga sahabat terbaikku" ucap ayu membalas pelukan lea.


karna terlalu larut dalam suasana kedua wanita cantik itu sampai tidak sadar jika brayen sudah berdiri memperhatikan kedekatan adik dan kakak ipar itu.


brayen menatap haru kedekatan kedua bidadari yang sangat berharga di dalam hidupnya itu. dia sangat bersyukur melihat keakuran istri dan juga adik perempuannya.


"ehem. mentang mentang sudah punya kakak ipar, kakaknya sendiri sudah tidak di anggap" ucap brayen mode ngambek karna tidak di perdulikan oleh adiknya.


mendengar perkataan sang kakak lea langsung terkekek lalu berlari kecil kearah brayen lalu memeluk sang kakak dengan eratnya.


"kakak tetap kakak terbaik untuk lea" ucap lea menengelamkan wajahnya kedalam dada bidang sang kakak.


"kamu juga adik kecil terbaik untuk kakak" ucap brayen mencium lembut puncak kepala adiknya.


melihat kedekatan sang suami dan adik iparnya ayu juga ikut menghamburkan pelukannya sehingga bereka bertiga larut dalam pelukan.


"kamu juga suami terbaikku sayang" ucap ayu memeluk suaminya.


"kamu adalah istri kecil pilihan adikku yang paling berharga" ucap brayen mengeratkan pelukannya kepada adik dan juga istrinya tercinta.


di kampus.


ayu yang kelelahan karna terlalu sibuk menghadapi ujian semester duduk seorang diri di dalam kelasnya.


kepalanya yang begitu berat dan juga tubuhnya yang begitu lemas membuatnya susah untuk berdiri.


lea dan galang yang mencari keberadaan ayu akhirnya menemukannya duduk sambil menenggelamkan wajahnya di meja kelasnya seorang diri.


"kakak kenapa?" ucap lea khawatir.


"ka..kakak tidak apa apa" ucap ayu sambil memengang kepalanya yang terasa berat.


"kamu terlihat pucat yu" ucap galang khawatir melihat wajah pucat ayu.


"tidak apa apa lang, aku baik baik saja" ucap ayu berusaha terlihat kuat.


dia tidak mau melihat kedua adik iparnya khawatir dengan keadaannya. dia berusaha berdiri lalu melangkahkan kakinya. namun baru beberapa langkah

__ADS_1


bugh....


ayu langsung saja jatuh pingsan. untung saja galang yang menyadari langsung saja menangkap tubub ayu sehingga dia tidak sampai jatuh ke lantai.


"kak kakak kenapa?" ucap lea khawatir sambil menepuk nepuk wajah ayu.


"sudah ayo kita bawa kakak ke rumah sakit" ucap galang mengendong ayu.


lea langsung saja menganguk lalu mengikuti langkah galang dari belakang. melihat ayu pingsan di dalam gendongan galang membuat keadaan kampus menjadi heboh.


hingga zion dan anggel yang mendengarnya langsung saja berlari untuk memastikan bagaimana keadaan ayu yang sebenarnya.


"lea" ucap anggel dan zion serentak ketika melihat lea dan galang berjalan ke arah parkiran.


"kakak ipar kenapa le?" ucap ayu khawatir ketika melihat ayu yang pingsan di dalam gendongan galang.


"sudah jangan banyak tanya, lebih baik kita bawa kakak ke rumah sakit" ucap zion.


mendengar ucapan zion mereka langsung mengangguk lalu membawa ayu ke rumah sakit. galang mengemudikan mobil lea dengan kecepatan tinggi dengan anggel duduk di sampingnya.


sedangkan lea menemani ayu di jok belakang. zion mengikuti mereka dari belakang dengan sepeda motornya.


"suster....suster...." teriak zion sesampainya di rumah sakit.


melihat zion yang terlihat panik para suster lanhsung saja berlari sambil membawa bangsal. dengan cepat galang meletakkan tubuh ayu ke atas bangsal itu.


melihat menantu keluarga adhijaya yang pinggsan keadaan rumah sakit langsung saja heboh sehingga terdengar di telinga alex selaku direktur rumah sakit itu.


mendengar menantu dari sang kakak sedang di rawat alex langsung saja turun tanggan untuk menangani ayu.


saat ayu masih di periksa oleh dokter brayen datang dengan tergesa gesa karna medapat kabar dari lea jika ayu sedang berada di rumah sakit.


"kakakmu kenapa le?" ucap brayen ngos ngosan karna harus berlari dari koridor rumah sakit.


"lea tidak tau kakak. tadi tiba tiba kakak pingsan" jelas lea menahan tanggisnya karna menghawatirkan keadaan kakak iparnya.


tak menunggu lama anissa, rayhan, tika dan dion datang bersamaan. mereka terlihat menghawtirkan keadaan ayu setelah mendapat kabar dari lea.


"bagaimana keadaan ayu?" ucap anisda khawatir.


"kakak ipar sedang di tanggani oleh papa tante" ucap galang menenangkan anissa.

__ADS_1


mereka semua langsung saja duduk sambil menunggu kabar dari dokter tentang keadaan ayu. ketika pintu ruang rawat ayu di buka semua orang langsung saja mengerumuni alex yang telah selesai menangani ayu.


bersambung...


__ADS_2