
di kediaman rayhan.
terlihat keluarga itu sedang melakukan sholat Ashar berjamaah. rayhan yang posisinya menjadi iman melantunkan ayat suci Al-qur'an dengan begitu lantangnya.
setelah selesai sholat merekapun mengaji bersama . setelah itu merekapun berdoa dengan begitu khusyuk tak lupa di doa terakhirnya lea berdoa dengan lantangnya untuk sang kakak.
"ya Allah jika kakakku dan wanita pilihanku berjodoh maka dekatkan lah mereka ya Allah. tapi, jika mereka tak berjodoh maka jodohkan lah ya Allah. aamiin" ucap lea dengan lantangnya.
mendengar doa lea, mereka bertiga langsung menatap lea dengan lekat sambil mengerutkan keningnya masing masih.
"itu namanya bukan doa tapi PEMAKSAAN" ucap brayen penuh penekanan di kata kata terakhirnya sambil menjitak kepada sang adik.
mendengar ucapan sang kakak, lea langsung cengegesan sambil menutup wajahnya dengan ujung mukenna yang ia kenakan.
"sayang gak boleh berdoa seperti itu. Allah gak akan suka karna dia telah mengatur jodoh setiap hambanya dan akan mempersatukan mereka dengan jalan yang tepat" nasehat anissa.
"maaf ma. tapi kakak terus saja menolak setiap wanita yang aku jodohkan untuknya." ucap lea memayunkan bibirnya.
"mungkin mereka tidak berjodoh sayang" ucap rayhan tersenyum.
"tapi apa salahnya dengan wanita yang aku pilihkan ini pa,ma? dia sangat cantik, sopan, pintar bahkan ahli agama. aku yakin keponakanku nanti akan sholeh juga seperti mamah ya" ucap lea tersenyum membayangkan jika dia memiliki keponakan dari sang kakak.
"lagian kapan kakak menikah? aku juga sudah dewasa ma, pa pasti aku juga akan menikah suatu saat nanti. tapi, jika kakak belum menikah menikah bagaimana nasib putrimu ini?" ucap lea kembali.
mendengar ucapan sang adik brayen langsung tertegun. dia memang tidak memikirkan soal pernikahan tapi jika dia tidak menikah menikah maka bagaimana nasib adiknya?.
mana mungkin sang adik menikah duluan sebelum dirinya menikah.
"memang jodoh yang kamu pilihkan untuk kakakmu siapa nak?" tanya anissa mengerutkan keningnya.
"ayu" ucap lea lantang.
"hah... ayu?" ucap anissa dan rayhan serentak.
__ADS_1
"baiklah kakak akan menikah dengan ayu. tapi, kakak tidak mau pacaran karna dilarang oleh agama. jika kamu mau mendekatkan kakak dengan ayu maka kakak mau langsung menikah" ucap brayen serius.
"ha... kakak serius?" ucap lea tak menyangka.
"ia... cepat kamu urus sebelum kakak berubah pikiran" ucap brayen.
"alhamdullillah... terima kasih ya allah akhirnya kamu langsung mengabulkan doa ku" ucap lea senang.
"baiklah papa akan segera bicara dengan om dion" ucap rayhan semangat akhirnya putra kesayangannya mau juga menikah.
"sudah sudah rapikan sajadah, sarung dan mukenahnya. biar soal ini kita bicarakan nanti" ucap anissa mengingat mereka masih mengunakan perlengkapan sholat.
"ok ma" ucap lea semangat.
*****
di kediaman alex.
zion dan galang nongkrong bersama di teras kamar galan sambil memakan cemilan dan meminum teh hangat buatan tika.
"gue rasa tidak." ucap galang santai.
"mengapa tidak? ayu kan cantik, ramah dan sholeha lagi" ucap zion sambil mengerutkan keningnya.
"ayu memang cantik tapi, sudah banyak wanita yang di kenalkan oleh lea ke kak brayen sebelum ayu. namum semua nihil. kak brayen masih trauma dengan perceraian tante anissa dan si bajingan itu" ucap galang geram mengingat kelakuan leon ke anissa yang ia dengar dari sang mommy.
"apa kak brayen setrauma itu sampai tidak mau berhubungan dengan wanita." ucap zion tak menyangka.
"setau gue ia. kakak takut akan menyakiti wanita sama seperti paman leon yang menyakiti tante anissa dan kamu tau sendirikan jika kak brayen paling tidak suka melihat wanita menderita." jelas galang.
"hay boy. kalian belum tidur" ucap alex melihat kedua remaja itu masih nongkrong di teras.
"eh papa. sejak kapan papa masuk ke kamar galang?" ucap galang terkejut.
__ADS_1
"sejak tadi. papa juga mendengar semua pembicaraan kalian" ucap alex santai langsung ikut bergabung.
"papa... suka sekali menguping pembicaraan anak muda" ucap galang kesal.
"wihh...santai boy begini begini jiwa papa masih muda lho. lihat walaupun sudah berumur kharisma papa masih terpancar" ucap alex begitu pedenya.
"widihh...papa narsis abiss" ucap galang.
"hahaha...memang kenyataan" ucap alex terkekeh.
"paman apa benar kak brayen sangat membenci paman leon?" ucap zion mengalihkan pembicaraan.
"kenapa kau bertanya seperti itu nak?" ucap alex tiba2 merubah raut wajahnya
"zion hanya melihat dari reaksi kak brayen ketika mereka bertemu dan zion juga melihat kakak sangat membenci anggel. bahkan tante luna saja tak berani menatap ataupun bicara dengan kakak. apa masalah mereka dulu sangat besar ya paman?" ucap zion meneyakan hal yang selalu menganggu pikirannya.
"seperti apa yang di ceritakan mama kalian, luna telah menghancurkan kabahagian tante kalian anissa. dia merengut leon dari kehidupan mereka tak hanya itu bahkan luna juga pernah ingin membunuh kakak dan tante kalian anissa" jelas alex.
mendengar ucapan alex, zion dan galang langsung membulatkan matanya kaget. karna yang mereka tau luna hanyalah pelakor yang merusak kebahagian tante mereka anissa tanpa tau penyebab luna masuk penjara adalah karna menyelakai kakak dan tante mereka.
"jadi itu penyebab wanita laknat itu menekam di penjara?" ucap galang semakin membenci luna.
"jaga bahasamu boy." ucap alex menatap tajam putranya.
"ops sorry pa" ucap galang mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"*ia itulah penyebab luna menekam di penjara semenjak mengandung anggel. tapi papa merasa kasihan ke anggel karna kelakuan luna dia juga ikut mendapat hukumanya.tapi dia sangat beruntung karna tante kalian anissa berhati putih seputih salju tanpa ada rasa dendam menyelimutinya"
"walaupun saat di kandungan harus merasakan dingginnya jeruji besi tapi tante kalian anissa selalu mengirim dokter untuk memeriksa kandungan luna bahkan kak anissa juga memastikan luna mendapatkan fasilitas yang baik selama mengandung anggel. dia juga selalu mengirim kebutuhan luna saat mengandung anggel*" jelas alex mengingat kebaikan kakak ipar kesayangannya itu.
"memang tante anissa sangat baik. zion juga berharap allah menyisakan satu saja wanita seperti tante anissa untuk zion" ucap zion penuh harap.
"ia pa. tante anissa memang sangat baik. tapi sayang harus memiliki putri seperti lea yang lebih pantas di sebut gadis ruba" ucap galang membayangkan sifat lea yang jauh dari anissa.
__ADS_1
"haha.... gitu gitu dia tetap kakak sepupumu boy" ucap alex terkekeh membayangkan kekoyolon anissa selama mengandung lea yang selalu saja merepotkannya.
bersambung....