
brayen langsung saja menyerang para penjaga dengan begitu berutalnya. melihat brayen yang langsung menyerang zion, jayden dan galang langsung saja membantunya.
mendengar ada keributan dari luar para angota andraks langsung saja berlari keluar memeriksa keluar.
"bos markas kita di serang" ucap salah satu anggota kepada wandi dan widi yang sedang bersantai bersama.
"siapa yang berani menyerang markas kita?" ucap widi datar.
"sepertinya itu keluarga adhijaya bos" ucap satu anggota mereka yang mengenal galang.
"ayo kita periksa. kalian jaga depan pintu kamar bos besar" ucap wandi memerintahkan.
kemudian dia berjalan keluar memeriksa situasi di luar gedung. namun dia langsung tersenyum sinis ketika melihat brayen hanya datang bersama ketiga temannya.
"mau cari mati mereka" ucap wandi tersenyum memerhatikan perkelahian dari kejauhan.
"kalau mereka hanya berempat tidak perlu hawatir biarkan angota kita yang bersenang senang bersama mereka. ayo kita lanjutkan pesta minumannya" ucap widi meremehkan.
wandi langsung saja setuju dengan ucapan widi melihat dari jumlah mereka sudah pasti mereka langsung kalah dengan mudahnya melawan anggota andraks yang begitu banyak.
****
melihat anggota andraks datang semakin besar brayen, jayden ,zion dan galang mulai kewalahan. mereka memperhatikan satu persatu anggota andraks yang jauh lebih banyak dari mereka.
"bagaimana ini tuan muda?" ucap jayden yang menghawatirkan keadaan brayen.
"kita serang saja mereka kalian beri jalan biar aku masuk kedalam menolong anggel" perintah brayen.
"baik. ayo kita habisi mereka" ucap galang menatap tajam seluruh anggota andraks.
bugkk....bughhh....
mereka langsung saja menyerang satu persatu anggota andraks secara membabi buta. namun di di saat brayen sedang bertarung salah satu angota andraks diam diam membawa balok besar bersiap menyerang brayen secara diam diam.
bughh....
untung saja lea datang tepat waktu lalu menyerang angota andraks dengan menedangnya dari belakang sehinga dia langsung jatuh tersungkur. lea langsung saja mengambil balok yang di pegang angota andraks lalu menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
"kau ingin memukul kakakku dengan ini, maka kau harus merasakannya terlebih dahulu" ucap lea menatap tajam ke arah anggota andraks itu.
***bughh...bughhh...
ahhh...arghhh***.....
teriakan kesakitan para anggota andraks terdengar ketika lea mulayangkan kayu balok tersebut kepada mereka yang ingin menyerangnya.
tidak ada apapun untuk setiap lawan yang mendatanginya. lea terus saja mengajar mereka secara membabi buta sehingga tak butuh waktu lama sudah banyak anggota andraks yang tumbang tak berdaya olehnya.
melihat keberutalan lea, jayden langsung saja menatapnya tidak percaya dia tak menyangka jika gadis ceria seperti lea bisa seberutal itu dalam berkelahi.
"kakak selamatkan kak anggel biar lea yang membereskan mereka" perintah lea memberi jalan ke sang kakak.
mendengar perintah adiknya brayen langsung saja mengangguk mengerti lalu mulai memasuki area gedung itu di bantu oleh galang.
"kamu bereskan mereka biar kakak masuk ke dalam" perintah brayen melihat galang sedang menghajar lawan mereka secara membabi buta.
"kakak masuklah biar galang yang membereskan mereka semua" ucap galang menberi jalan ke brayen.
brayen langsung saja mencari pintu masuk setelah dia menemukannya dia langsung saja masuk kedalam namun dia langsung saja di sambut oleh wandi dan widi beserta anggota mereka.
"tolong...." teriakan rintihan anggel terdengar sampai keluar dan terdengar jelas oleh brayen.
mendengar suara teriakan dari anggel, brayen langsung menatap salah satu ruangan yang ada di dekatnya. dia langsung saja mengepalkan tanggannya geram membayangkan apa yang sedang terjadi kepada adiknya di dalam sana.
"apa kau mendengar suara rintihan adik yang kau buang selama ini?" ucap wandi tersenyum.
"kau tenang saja bos kami akan melakukannya dengan sangat lembut. jadi kau tidak perlu khawatir" ucap widi terkekeh di ikuti para anggotanya lainnya.
mendengar ucapan wandi dan widi amarah brayen semakin memuncak. dia tidak peduli lagi jika dia kalah jumlah oleh mereka dia langsung saja menyerang mereka dengan membabi buta.
wandi dan widi yang melihat anggotanya dilumpuhkan dengan mudahnya oleh brayen hanya menatap brayen tak percaya sambil terus menyuruh seluruh anggotanya yang tersisa untuk menyerang brayen.
namun sebesar apapun brayen melawan namun dia akhirnya terkena pukulan oleh salah satu lawanya hingga akhirnya dia jatuh tersungkur dengan luka sobek di bibirnya yang mengeluarkan darah segar.
"hanya segitu kemampuanmu tuan brayen adhijaya" ucap wandi mendekati brayen.
__ADS_1
berayen yang sudah kehabisan tenaga hanya menatap ke arah wandi dengan tajamnya. dia berusaha mengatur napasnya lalu kembali menyerang para brandal itu.
melihat brayen tidak berdaya wandi langsung mengambil kesempatan untuk menyerang baryen. dia mengangkat kakinya berniat untuk mengijak kepala brayen.
namun brayen langsung mengelak lalu mencoba bangkit kembali namun wandi langsung menendangnya hingga ia kembali jatuh tersungkur.
rayhan yang datang tepat waktu bersama para pengawalnya langsung saja menghajar wandi secara membabi buta.
melihat bala bantuan telah datang brayen langsung saja tersenyum lega sambil menahan sakit di tubuhnya dia berusaha untuk bangkit kembali.
"papa" ucap brayen melihat papa dan para pengawalnya menyerang lawannya secara berutal.
"kamu pergi cari anggel. biar mereka papa yang urus" ucap rayhan menatap putranya yang mengalami beberapa memar di wajahnya.
"baik pa" ucap brayen langsung menuju ke ruangan asal teriakan anggel tadi.
melihat brayen mencoba mendekati ruangan bosnya wandi langsung saja mencoba untuk menghalanginya. namun rayhan langsung saja menyerang wandi agar brayen bisa langsung membantu anggel.
****
di luar gedung.
melihat bala bantuan datang lea, zion, jayden dan galang langsung merasa lega. melihat lea yang sudah mulai kewalahan mengahadapi musuhnya zion langsung saja datang membantunya bersamaan dengan jayden.
"nona muda tidak apa apa?" ucap jayden khawatir karna lea mengalami sedikit luka karna terkena pukulan dari lawannya.
"lea tidak apa apa kak. kakak bantu saja kak brayen dan papa di dalam biar mereka lea dan zion yang mengurus" ucap lea menghawatirkan keadaan sang papa dan juga kakaknya.
"baiklah nona. nona jaga diri baik baik" ucap jayden tersenyum.
melihat kedekatan lea dan jayden, zion langsung saja cemburu lalu langsung menghampiri mereka berdua.
"jika kakak hanya melihat lea saja di sini maka lebih baik kakak pulang saja" ucap zion menatap tak suka ke jayden.
"sudahlah ayo kita bantu galang dan paman zidan" ucap lea langsung menarik zion ke galang dan zidan yang masih bertarung.
tak mau bepikir panjang jayden langsung saja masuk ke dalam dan membantu rayhan melawan para musuh mereka di dalam gedung.
__ADS_1
bersambung....