Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
51# diner romantis


__ADS_3

hari terus berlalu brayen kembali menjalani hari harinya sebagai CEO di A.N.sky grub. dia juga berlahan mau manerima kehadiran anggel dan sudah mau mengakuinya sebagai adiknya atas nesahat sang istri.


sedangkan anggel terus saja menjalani hari harinya dalam keterpurukan dia selalu merenung di dalam kamarnya mengingat perbuatan key kepadanya.


dia tak masih tidak percaya jika pria yang selama ini menjaganya malah tega menyakitinya. sedangkan percintaan zion semakin rumit karna jayden telah terang terangan menunjukkan perhatiannya kepada lea.


seperti saat ini jayden setia menjemput lea sepulang kuliah. dia menunggu pujaan hatinya di depan gerbang kampus.


dia bersender di mobilnya sambil melipat kedua tangannya jangan lupa kaca mata hitam yang membuat penampilannya semakin cool.


"wah pangeran dari mana tu? tampan sekali..."


"tampan sekali" teriak para chiby chybi kampus.


mereka berkumpul melihat pemandangan yang sangat menarik itu hingga membuat galang sang playboy kampus penasaran bertubi tubi.


"ada apa itu?" ucap galang mendekati kerumunan itu bersama ketiga sahabatnya.


namun ketika melihat penyebab kerumunan itu galang dan zidan langsung saja membulatkan matanya tak percaya.


sedangkan yang mereka lihat malah melambaikan tangan sambil tersenyum. jayden yang melihat lea berada di kerumunan chiby chiby itu langsung saja berjalan menghampirinya.


"selamat siang nona muda" ucap jayden tersenyum ke arah lea.


"siang kak, kakak ada urusan apa ke kampus ini?" ucap lea binggung.


"tidak ada nona, hanya mau menjemput nona muda saja. sekaligus mau mengajak nona makan siang bersama" jelas jayden sambil terus memancarkan senyumannya.


melihat jayden yang secara terang terangan mendekati lea, zion langsung saja tak terima. dia tidak mau kalah dari saingannya yang satu itu.


"sudah lea, lho ikut kami saja ia kan lang, kakak ipar?" ucap zion sambil memberi kode ke galang dan ayu.


"ayo nona, saya akan memberikan apapun yang nona minta" ucap jayden tak mau kalah.


sedangkan orang yang mereka perebutkan hanya bengong melihat tingkah kedua pria yang ada di depannya.


"lea kamu kenapa?" ucap ayu yang melihat lea kebinggungan sendiri.

__ADS_1


"kalian pada kesambet setan apa sih?" ucap lea menatap jayden dan zion yang terlihat aneh di matanya.


"tidak nona, saya hanya ingin mengajak nona makan siang saja sambil mengobrol sedikit" ucap jayden tersenyum.


jangan pertanyakan wajah kesal zion. dia terus saja berpikir bagaimana caranya agar lea tidak mau ikut bersama saingannya yang satu itu.


"lebih baik lho ikut kamu aja le, kami mau makan siang di kafe pavorit kita lho" ucap zion tak mau kalah.


"sudah jangan buat lea binggung seperti ini" ucap ayu pusing melihat kedua pria yang memperebutkan cinta adik iparnya itu.


"baiklah nyonya muda, nona silahkan mau pilih ikut saya atau dia" ucap jayden mengalah.


"lea ikut kakak saja." ucap lea penasaran kenapa asisten pribadi kakaknya itu mau repot repot penjemputnya ke kampus.


"terimakasi nona, ayo" ucap jayden tersenyum lalu mempersilahkan lea untuk jalan.


zion hanya menatap punggung lea yang berjalan beriringan dengan jayden. jujur hatinya sangat sakit melihat orang yang dia cintai jalan dengan pria lain.


"lho yang sabar ya zi" ucap galang menepuk punggung zion memberi semangat pada sahabatnya itu.


zion hanya tersenyum menganguk berusaha terlihat kuat di depan kedua sahabatnya.


*****


jayden langsung saja membawa lea ke restoran ternama. dia memesan ruangan teratas yang sudah di disain seromantis mungkin.


lea yang melihat itu hanya bisa menatap penuh kekaguman ruangan itu. dia tak menyangka bisa di perlakukan seromantis itu oleh seorang pria yang tak jauh adalah asisten pribadi kakaknya sendiri.


"apa nona menyukainya?" ucap jayden tersenyum menatap wajah cantik lea.


"ia kak, ini bagus bangets" ucap lea terus saja menatap ruangan itu.


"ayo silahkan duduk nona" ucap jayden menarik kursi.


lea langsung saja menurut lalu duduk dengan anggunnya. dia menatap ke arah jendela kaca yang ada di sampingnya dari sana terlihat sangat jelas pemandangan kota yang padat dengan kendaraan yang berlalu lalang.


"ternyata nona muda bisa terlihat anggun juga" batin jayden melihat lea yang duduk sangat anggun sambil menatap ke arah jendela kaca.

__ADS_1


tak menunggu lama para pelayan datang membawa beberapa jenis makanan diikuti para pemain biola sambil memainkan syair yang romantis.


lea yang melihat itu hanya tersenyum penuh haru sambil menatap jayden tak percaya. melihat senyuman lea, hati jayden langsung saja di hujani sejuta bunga bunga yang bermekaran.


setelah selesai menata makanan di meja dengan rapi para pelayan langsung saja undur diri meninggalkan pasangan yang sedang di mabuk cinta itu.


"silahkan nona" ucap jayden memberikan piring untuk lea.


"terimakasi kak" ucap lea malu malu sambil mengisi piringnya.


namun tak seperti biasanya di mana lea akan makan dengan rakusnya di depan ketiga sahabatnya dan juga keluarganya. sekarang ini dia malah makan dengan anggunnya sehingga siapa saja yang melihatnya tidak akan mempercayainya.


*****


zion.


zion sedang duduk melamun di tempat tongkrongannya favoritnya di temani oleh sahabatnya galang.


galang melihat sahabatnya sedang di mabuk cemburu hanya bisa menatap sahabatnya itu penuh rasa iba.


"apa lho serius mencintai lea, zhi?" ucap galang menatap zion.


"gue sangat menyayanginya lang, bahkan gue tidak bisa melihatnya bersama pria lain. gue..." ucap zion tak terasa menitikkan air matanya membayangkan jika sampai lea lebih memilih jayden di banding dirinya.


galang yang melihat zion menangis hanya bisa menatap iba sahabatnya itu. tapi dari situ juga galang melihat cinta yang sangat besar untuk lea dari zion.


"gue tidak bisa membayangkan jika sampai lea bersanding dengan pria lain lang, gue mohon bantu gue lang" ucap zion menatap galang penuh permohonan.


"gue akan bantu lho, tapi lho harus belajar yang giat agar bisa sukses di kemudian hari. jika lho begini terus mau lho kasi makan apa kakak sepupu gue" ucap galang terkekeh mencoba untuk menghibur zion.


"lho benar lang, gue akan bekerja sambil kuliah agar gue bisa menabung untuk masa depan gue dan lea" ucap zion semangat empat lima.


"ingat zi, jika wanita itu tidak bisa di kasi makan pakai cinta saja. bekerjalah lalu buktikan jika lho pantas bersanding dengannya" ucap galang menepuk pungung sahabatnya itu.


"ya sudah ayo kita pulang, aku mau mencari pekerjaan di internet" ucap zion bangkit dari tempat duduknya.


melihat zion yang begitu semangat hanya menatap sahabatnya itu penuh dengan rasa tak percaya dia tak menyangka jika sahabatnya itu begitu semangat ingin mendapatkan hati lea.

__ADS_1


namun saat tiba di kediamannya zion dan galang langsung saja terkejut melihat brayen dan rayhan sedang berbincang serius denggan zidan dan juga sarah.


bersambung...


__ADS_2