Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
52# tawaran.


__ADS_3

di kantor rayhan.


rayhan sengaja mengundang brayen ke kantornya untuk membicarakan siapa yang pantas untuk mengantikan posisinya sebagai direktur di kantor sang papa.


"ada apa papa menyuruhku ke mari?" ucap brayen langsung saja duduk di sofa santai yang di sediakan sang papa di ruangannya.


"eh mentang mentang sudah jadi pengusaha muda terkenal jadi lupa sama kantor papa" ucap rayhan memelas.


"bukan gitu maksud brayen pa" ucap brayen merasa bersalah melihat wajah sang papa.


"ia papa mengerti. papa hanya bercanda" ucap rayhan terkekeh melihat wajah putranya yang merasa bersalah.


"papa" ucap brayen kesal.


"hehe... sudahlah papa menyuruhmu ke mari karna ada hal penting yang harus papa bicarakan denganmu" ucap rayhan mengalihkan pembicaraan.


mendengar ucapan sang papa brayen langsung saja menatap sang papa serius.


"boy apa kamu tau jika sampai sekarang belum ada yang mengantikan posisimu sebagai direktur di perusahaan ini?. papa bingung siapa yang harus menduduki kursi direktur itu. sedangkan lea lebih tertarik ke dunia kedokteran, galang juga sama" jelas rayhan binggung karna lea dan galang sama sekali tidak tertarik ke dalam dunia bisnis.


"zion pa" ucap brayen tersenyum.


mendengar ucapan putranya rayhan langsung saja menatap putranya binggung.


"apa papa lupa jika zion sangat tertarik dalam dunia bisnis. brayen yakin dia pantas untuk mengantikan brayen sebagai direktur di sini" jelas brayen.


"tapi papa mau yang menduduki kursi direktur adalah penerus perusahaan ini nak, sedangkan kamu sudah punya perusahaan sendiri yang jauh lebih besar dari perusahaan papa. sedangkan lea lebih memilih jadi dokter dan tidak mau tau tentang perusahaan ini." jelas rayhan binggung.


"pa, zion akan jadi penerus perusahaan papa" jelas brayen yakin.


"maksudmu nak?" ucap rayhan tak mengerti.


"apa papa tidak melihat cinta yang begitu dalam di mata zion untuk lea?" jelas brayen mengatakan isi hatinya jika dia setuju jika zion yang akan menjadi pendamping hidup adiknya.


"maksudmu?" ucap rayhan tak mengerti.


"zion sudah secara langsung meminta izin kepada brayen untuk mendekati lea pa dan brayen yakin jika lea hidup bersama zion sudah pasti dia akan bahagia. karna brayen tau bagaiman zion" jelas brayen.


"kalau begitu papa setuju" ucap rayhan menyetujui pendapat putranya.

__ADS_1


******


di kediaman zidan.


sarah yang melihat rayhan dan brayen berkunjung ke kediamannya bersamaan dengan sang suami langsung saja menyapa bos suaminya dan mantan bosnya itu dengan ramah.


"eh ada nak brayen dan tuan rayhan, ayo silahkan duduk" ucap sarah ramah.


"terimakasi tante" ucap brayen tersenyum.


"begini zi, kami inggin berkunjung kemari karna ada hal penting yang harus kami bicarakan dengan kalian sebagai orang tua zion" ucap rayhan to the point.


mendengar putra mereka di sebut sarah dan zidan langsung saja saling lempar pandangan.


"maaf tuan memangnya putra kami melakukan kesalahan apa?" ucap sarah gugup.


"dia tidak melakukan kesalahaan. kami hanya ingin dia bekerja di perusahaan saya sebagai direktur" jelas rayhan.


"tapi zion masih kuliah" ucap sarah.


*assalamwalaikum...


wallaikum sallam*....


"zion, galang ayo duduk" ucap zidan tersenyum.


sedangkan zion dan galang hanya menatap binggung ke arah rayhan dan brayen karna tiba tiba bertamu ke kediamaan zion mengingat mereka adalah orang yang super sibuk.


"begini nak zion, paman ingin menawarkan pekerjaan kepadamu sebagai direktur di perusahaan paman" jelas rayhan to the point.


mendengar penjelasan rayhan, galang dan zion langsung saja saling bertatapan tidak percaya baru saja zion bertekat bekerja sambil kuliah sekarang malah dapat tawaran yang sangat menarik.


"pas sekali paman, baru saja zion ingin berkerja sambil kuliah agar bisa menabung untuk masa depannya dengan calon istrinya" ucap galang tanpa banyak pikir.


mendengar ucapan galang semua pandangan langsung saja tertuju ke arah zion. mereka semua langsung saja menatap zion penuh tanda tanya termasuk brayen yang menatap tajam zion.


"bukan, zion memang ingin bekerja agar bisa menabung tapi zion belum punya calon istri" jelas zion sambil menginjak kaki galang sehingga galang langsung saja meringis kesakitan.


"aawww... kenapa lho injak kaki gue" ucap galang kesal sambil memeriksa keadaan kakinya yang diinjak zion.

__ADS_1


melihat tingkah kedua remaja itu semua hanya mampu mengelengkan kepalanya sambil terkekeh kecil.


"bagaimana nak, apa kamu mau mengantikan posisi kakakmu brayen?. kamu boleh bekerja sambil kuliah" ucap rayhan menatap zion penuh keyakinan.


zion nampak berpikir sambil menatap ke arah sarah dan juga zidan ingin meminta persetujuaan dari kedua orang tuanya.


melihat putra semata wayangnya yang meminta persetujuan darinya sarah dan zidan langsung saja mengangguk memberi izin.


melihat persetujuan dari ayah dan bundanya zion langsung saja tersenyum senang lalu menatap ke arah rayhan dan brayen.


"ia paman zion mau, zion janji akan berkerja yang rajin agar tidak mengecewakan paman dan kakak" ucap zion penuh semangat.


"baiklah, besok kamu sudah boleh berkerja" ucap rayhan tersenyum.


"baik paman" ucap zion tersenyum.


"kalian makan malam di sini ya, bibi sudah masak banyak itu" tawar zidan.


"ia pa, brayen juga ingin berbicara dengan mereka berdua" ucap brayen.


"oh ya sudah tidak apa apa" ucap rayhan tersenyum.


setelah mendapat izin dari sang papa brayen, zion dan galang langsung saja pergi ke kamar zion untuk berbincang bincang sedangkan sarah pergi ke dapur untuk membantu asisten rumah tangganya menyiapkan makan malam.


sesampainya di kamar zion brayen langsung saja menghempaskan tubuhnya ke kasur empuk milik zion, melihat kelakuan sang kakak zion dan galang langsung saja menggelengkan kepalanya pelan lalu duduk bersantai di sofa sambil mengotak atik siaran tv.


"zi kenapa kau ingin berkerja sambil kuliah?" ucap brayen menatap zion heran.


"tidak ada kak, aku hanya ingin sukses seperti kakak agar bisa membahagiakan anak dan istriku nantinya" ucap zion yang sebenarnya sangat mengagumi kerja keras brayen yang akhirnya bisa sukses seperti ini.


"apa hanya karna itu?" ucap brayen menatap mata zion yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.


ntah mengapa brayen bisa melihat kesedihan di mata zion walaupun dia tidak tau apa penyebab kesedihannya itu.


"ia kak aku hanya ingin sukses kak." ucap zion penuh keyakinan.


"apa ini tidak ada hubungannya dengan lea?" ucap brayen dengan tatapan penuh menyelidik ke arah zion.


mendengar ucapan sang kakak zion langsung saja memalingkan wajahnya. dia tidak mau menceritakan kepada sang kakak jika dia sekarang memiliki saingan yang sangat ketat.

__ADS_1


mengingat jayden adalah kepercayaan sekaligus sahabat sang kakak membuat zion merendah. dia tidak mau hanya karna cinta hubungan mereka jadi berantakan.


bersambung...


__ADS_2