
tak menunggu lama akhirnya ayu sadar dari pingsannya. brayen yang merasakan gerakan tangan sang istri yang berada di dalam gengamannya langsung saja tersenyum bahagia.
"sayang kamu sudah sadar?" ucap brayen sambil mengelus lembut puncak kepala ayu.
ayu mencoba membuka matanya secara berlahan. alangkah bahagianya dia melihat orang yang pertama dia lihat adalah suaminya tercinta.
"sayang, aku dimana?" ucap ayu mencoba bangkit dari tidurnya.
"kamu di rumah sakit sakit sayang" ucap brayen membantu sang istri untuk duduk.
melihat ayu yang sudah sadar semua orang langsung saja mengerumuninya penuh kebagaian. semua orang langsung saja memanjakan ayu dengan perhatian yang begitu berlebihan.
ada yang menawarkan buah, ada juga yang bertanya ayu kepingin apa, ada juga yang memijit ayu agar rileks. hingga membuat ayu menjadi binggung sendiri dengan sikap semuanya.
"sayang ada apa ini?" ucap ayu kebingungan.
"sudah jangan mengerumuni kakak ipar seperti itu. bukannya merasa nyaman bisa bisa kakak jadi sesak napas karna kalian" oceh lea kesal melihat semua orang mengelilingi ayu.
"oh ia, biarkan ayu istirahat dulu" ucap anissa menyadari menantunya tidak nyaman dengan perlakuan mereka.
"ya sudah kamu istirahat dulu sayang, jika mau apa apa jangan ragu ragu mengatakannya ya" ucap tika membelai lembut puncak kepala putrinya.
"ia bun" ucap ayu tersenyum menganguk.
"oh ia papa lupa papa ada rapat sebentar lagi. kamu jaga menantu papa ya boy" ucap rayhan pamit.
"ayah juga ada pekerjaan yang belum ayah selesaikan" ucap dion kembali.
"ya sudah kalian pulang saja biar kami yang menemani kakak ipar di sini" ucap anggel tersenyum.
"ya sudah kami pulang dulu ya, jika kamu mau apa apa jangan sungkan minta sama suami dan juga para adik iparmu." ucap anissa.
" sayang jaga menantu dan juga calon cucu mama ya" ucap anissa sambil mengelus lembut perut ayu yang masih datar.
"siap ma" ucap brayen terseyum.
mendengar ucapan sang mama mertuanya ayu langsung saja menatap suaminya meminta penjelasan apa maksud perkataan mama mertuanya tadi.
"selamat ya sayang kita sebentar lagi akan menjadi orang tua" ucap brayen bahagia sambil mengelus perut ayu.
__ADS_1
"aku hamil sayang?" ucap ayu tak percaya.
brayen langsung saja mengangukkan kepalanya sambil tersenyum. melihat itu ayu langsung saja memeluk suaminya sambil tersenyum bahagia.
"sudah ingat kamu harus jaga calon bayi kita. kamu tidak boleh lagi kelelahan dan aku akan selalu mengantarmu kemanapun yang kamu mau" perintah brayen tanpa ada penolakan dari ayu.
setelah kepergian para orang tua tinggallah galang, zion, lea dan anggel yang membantu brayen merawat ayu.
tanapa anggel sadari brayen terus saja memperhatikannya. dia menatap pakaian anggel yang begitu seksi hingga menampakkan bentuk tubuhnya yang begitu sempurna.
"anggel, apa bisa kakak bicara sebentar" ucap brayen terus menatap anggel.
mendengar ucapan brayen anggel langsung saja mengangguk lalu mengikuti langkah brayen keluar dari ruang rawat ayu.
brayen mengajak anggel duduk di kursi tunggu di dekat ruang rawat ayu. tanpa mereka sadari jika ke empat sahabat itu mengintip dari pintu ruangan ayu mencoba mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
"kak" ucap anggel menatap lekat wajah tampan brayen.
mendengar panggilan anggel brayen langsung saja menatap anggel sehingga mereka kini saling bertatapan.
"terimaksi karna kakak sudah mau menyelamatkannku dan juga sudah mau menerimaku sebagai adik kakak" ucap ayu meneteskan air matanya penuh haru karna brayen kini sudah mau menerima kehadirannya.
"aku mengerti keadaan kakak, jika aku ada di posisi kakak pasti aku juga akan melakukan hal yang sama seperti kakak" ucap anggel tersenyum.
"terimakasi" ucap brayen tersenyum.
"apa boleh kakak minta sesuatu darimu?" ucap brayen menatap anggel penuh permohonan.
"apa?" anggel.
"apa boleh kakak meminta sumber pahala darimu untuk kakak dan juga ayah?" ucap brayen mengengem erat tanggan anggel.
mendengar ucapan sang kakak anggel langsung saja menatap brayen mengerutkan keningnya bingung.
"apa kamu tau jika seorang wanita tidak menutup auratnya dan juga menjauhi perintah Allah maka sama saja dia menyeret ayah dan juga saudara laki lakinya kedalam panasnya api neraka?" ucap brayen menatap lekat wajah sang adik.
"*tapi begitu juga sebaliknya jika dia mau menjalankan perintah allah dan juga menutup auratnya maka dia akan menuntun ayah dan juga saudara laki lakinya ke surganya Allah"
"apa dengan kejadian yang telah di lakukan key kamu belum sadar jika Allah sudah menegurmu melalui kelakuan bejat key*?" ucap brayen menatap lekat wajah ayu.
__ADS_1
mendengar ucapan sang kakak ayu langsung saja menunduk malu. dia tidak menyangka jika apa yang dia lakukan selama ini akan memberatkan ayah dan juga kakaknya di akhirat nanti.
"maafkan anggel kak" ucap anggel menunduk sambil menitikkan air matanya.
"jangan minta maaf ke kakak, tapi minta maaflah kepada Allah" ucap brayen membelai lembut puncak kepala ayu.
"aku akan mencoba memperbaiki diriku kak, terimakasi karna telah mau menasehatiku" ucap anggel tersenyum.
"ini sudah tugas kakak sebagai saudara lelakimu, maafkan kakak tidak menasehatimu sedari awal" ucap brayen.
"tidak apa apa kak, bagiku kakak tetap kakak terhebat" ucap anggel tersenyum sambil mengangkat kedua ibu jarinya.
"kamu juga adikku yang terhebat" ucap brayen membawa tubuh ayu kedalam pelukannya.
melihat kedekatan brayen dan anggel, lea dan galang langsung saja berlari menghampiri keduanya di ikuti oleh zion yang mendorong ayu memakai kursi roda.
"jadi kami bukan adik terhebat kakak" ucap lea dan galang serentak tak lupa dengan wajah ngambeknya.
"kalian juga adikku yang paling hebat. kakak bangga mempunyai adik seperti kalian bertiga" ucap brayen memeluk ketiga adiknya.
melihat keharmonisan kakak beradik itu zion dan ayu hanya bisa menatap mereka dengan senyum kebahagiaan.
"aku juga bangga mempunyai istri dan juga calon ipar seperti kalian berdua" ucap brayen mendekati ayu dan zion.
setelah kejadian di taman tadi jayden langsung saja menceritakan semuanya ke brayen. dia juga mengatakan telah mengikhlaskan jika lea lebih memilih zion.
"jangan pernah kau sakiti adikku ya, karna sekali saja kau menyakiti hatinya itu sama saja kau menyakiti hatiku" ucap brayen menatap lekat wajah zion.
"aki berjanji akan menjaga lea seperti aku menjaga ayah dan juga ibuku kak" ucap zion penuh keyakinan.
tamat...
......assalamwallaikum para raeders *setiaku. author mengucapkan banyak terimakasi atas dukungan kalian🥰🥰....
...author akan melanjutkan cerita ini kedalam kisah cinta galang, anggel, lea dan zion....
... author mohon dukungan kalian semua agar author semakin semangat upnya....
...sekali lagi author ucapkan banyak terimakasi🥰🥰😘😘😍*...
__ADS_1