Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
43# hinaan


__ADS_3

brayen mulai melangkan kakinya memasuki loby perusahaannya. dia berjalan sambil melirik seluruh isi gedung itu. dia menatap seluruh area gedung itu masih sama seperti dulu.


hingga matanya terhenti melihat sekumpulan pejabat pejabat tinggi yang mewakili perusahaan mereka masing masing.


mereka duduk bersantai sambil berbincang bincang tentang peningkatan perusahaan masing masing di ruang tunggu khusus yang di siapkan jayden.


brayen hanya berjalan santai melewati mereka tanpa melirik sekalipun. namun langkah kaki berhenti ketika mendengar ucapan seseorang.


"hei, tuan brayen adhijaya. tapi apa pantas nama itu ke sebut untuknya?" ucap dedi tersenyum sinis.


brayen hanya diam tak menjawab ucapan dedi. dia hanya menatapnya dengan senyuman tipis dari bibirnya.


"saya sangat kagum dengan keluarga adhijaya karna mereka mau memberi nama keluarga mereka kepadamu nak" ucap tomi salah satu rekan bisnis perusahaan brayen.


"ya, saya juga kagum dengan keluarga baru saya karna mereka tidak membeda bedakan orang hanya dari statusnya. saya sangat beruntung karna bisa jadi bagian dari mereka" ucap brayen tersenyum.


"tapi saya dengar perusahaan papa sambungmu itu sedang turun daun ya?" ucap tomi tersenyum meremehkan.


"iya itu sudah lama. saya merasa kasihan kepada rayhan adhijaya dulu dia adalah pengusaha muda tersukses di antara kita. namun sekarang untuk memperlihatkan wajahnya saja dia tidak mampu lagi. lihatlah di hari yang sangat penting seperti ini dia malah mengirim anak sambungnya kemari" sambung dedi tak lupa dengan wajah angkuh dan sombongnya.


"papa saya pasti akan datang di acara yang sangat penting ini. saya kemari hanya sedang ada urusan lain" ucap brayen mencoba untuk tenang.


"urusan lain?" ucap dedi menatap brayen dengan penuh selidik.


"maaf saya buru buru" ucap brayen melangkahkan kakinya.


"saya dengar mamamu dulu meninggalkan ayahmu demi tuan rayhan yang kaya raya" ucap tomi lancang.


mendengar ucapan tomi, brayen langsung menghentikan langkahnya lalu menatap tomi dengan tatapan elangnya.


"maaf nak, saya tidak bermaksud mengungkit masa lalu mama mu. saya hanya ingin menawarkan tawaran yang menarik untuknya" ucap tomi tersenyum.

__ADS_1


brayen hanya diam menatap pria paru baya yang berdiri di depannya sambil tersenyum.


"saya dengar papa sambungmu itu sedang mengalami kesulitan di dalam perusahaannya. jika suatu saat mamamu pergi meninggalkan papamu maka saya akan bersedia menerimanya menjadi istri simpananku" ucap tomi tersenyum di sambut tawa dari dedi dan pejabat lainnya.


mendengar ucapan tomi dan juga gelak tawa dari para pejabat di sana brayen yang terpancing emosi langsung saja mengepalkan tangannya.


untung saja jayden datang tepat waktu kalau tidak brayen sudah akan menghajar habis habisan orang yang berani menghina mamanya.


"maaf tuan. jangan bikin keributan di sini" ucap jayden datar sambil menatap satap tajam orang yang berani mencari masalah dengan tuan mudanya.


"maaf tuan jayden. kami tidak melakukan keributan tapi hanya menawarkan tawaran yang menarik untuknya" ucap tomi menunduk memberi hormat lepada jayden di ikuti oleh pejabat lainnya.


"tuan ayo ikut saya" ucap jayden mempersilahkan brayen untuk masuk tanpa memperdulikan orang yang ada di sana.


brayen langsung saja meninggalkan para pejabat yang sombong dan angkuh itu di ikuti oleh jayden di belakangnya.


melihat itu para pejabat di sana langsung saja binggung. karna jayden lebih menghormati brayen dan tidak memperdulikan mereka sama sekali.


di ruang rapat.


semua pejabat yang mewakili perusahaan mereka masing masing sudah berkumpul di ruang rapat menunggu kedatangan pemilik perusahaan terbesar di kota mereka yang mereka tau itu adalah jayden wijaya.


tak lupa rayhan dan juga zidan juga hadir di sana. namun tak seperti dulu saat perusahaanya sedang berada di atas maka setiap orang yang berjumpa dengannya akan menghormatinya.


tapi sekarang rayhan dan zidan hanya jadi bahan sindiran dari para pejabat yang ada di sana. mendengar kata kata sindiran dari para pejabat pejabat sombong dan angkuh itu rayhan hanya menarik napasnya pelan. tak lupa zidan juga memberi semangat kepada tuan mudanya agar tidak terpancing dengan sindiran murahan mereka.


hingga suara pantulan sepatu yang berjalan beriringan memasuki ruangan itu menghentikan ocehan mereka.


brayen memasuki ruangan itu dengan coolnya di ikuti asisten pribadinya jayden yang berjalan di belakangnya bersama pejabat pejabat tinggi di perusahaannya.


"maaf menunggu lama" ucap brayen dinggin dengan wajah datarnya sambil menatap satu persatu wajah pemimpin yang berkerjasama dengan perusahaannya.

__ADS_1


tak berpikir panjang brayen langsung saja menduduki bangku kuasanya. melihat itu semua orang yang ada di sana langsung tercengang binggung.


melihat ekspresi semua orang yang ada di sana jayden hanya tersenyum sinis sambil memegang beberapa berkas yang ada di tanggannya.


di saat semua orang sedang sibuk dengan pikiran mereka sendiri karna melihat anak yang mereka anggap sebagai benalu di dalam keluarga adhijaya sekarang duduk dengan angkuhnya di depan mereka sebagai pemilik perusahaan terbesar di kota mereka.


rayhan malah tersenyum bangga menatap keberhasilan putranya. dia menatap putranya denga haru, sadar dengan tatapan sang papa, brayen langsung melontarkan senyuman kepada sang papa.


"tuan besar, anda adalah papa yang sangat sukses, sukses menuntun putra anda sampai ke tingkat ini" bisik zidan dengan bangganya.


" saya hanya mendukungnya dari belakang, semua ini dia dapatkan berkat kerja kerasnya dan juga tekatnya yang sangat tinggi. saya sangat bersyukur karna allah telah menitipkan dia kepada saya." ucap rayhan penuh haru.


"perkenalkan saya brayen sky adhijaya pemilik asli dari perusahaan yang telah lama di kelola asisten sekaligus kepercayaan saya jayden wijaya" ucap brayen memperkenalkan diri.


mendengar ucapan brayen semua orang langsung terkejut, tak kalah reaksi tomi dan juga dedi mereka langsung saja pucat pasi tak terasa keringat mereka mulai bercucuran.


" mari kita mulai rapat ini. jay, mana dokumen tentang perusahaan mereka semua?" ucap brayen datar tanpa memperdulikan reaksi para rekan bisnisnya.


"ini tuan" ucap jayden menyerahkan beberapa dokumen ke brayen.


brayen langsung saja memeriksa isi dokumen itu dengan teliti. setelah selesai dia langsung memberikannya ke jayden lalu menatap dedi dengan tomi bergantian.


"saya dengar ada laporan tentang keburukan perusahaan R.A. grub." ucap rayhan datar.


"ia tuan. ada salah satu rekan bisnis kita yang mengirimkannya" ucap jayden menyerahkan dokumen yang berisi keburukan perusahaan rayhan.


brayen langsung saja memeriksanya lalu melirik ke arah tomi dan dedi sambil tersenyum tipis. mereka yang tadinya menghinanya dengan sombongnya sekarang terlihat begitu pucat sambil menunduk ketakutan.


setelah selesai membaca isi dokumen itu brayen langsung saja menatap ke arah sang papa. dia tak menyangka jika orang yang dulu sudah menjatuhkan nama baik papanya sekarang juga masih melakukan hal yang sama dan trik yang sama juga.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2