
anggel.
sepulang kuliah key segaja mengintai anggel. karna anggel selalu saja menghindari dirinya ketika dia melihat mobil anggel meninggalkan kampus dia langsung saja mengikutinya.
"cari waktu yang tepat untuk menghentikan mereka" ucap key sambil terus menatap mobil anggel di depannya.
"baik bos" ucap widi lalu mencari waktu yang tepat untuk menghentikan mobil anggel.
setelah itu widi langsung saja menyalip mobil anggel lalu menghentikan mobil mereka menghalagi mobil anggel.
tak mau membuang waktu key langsung saja berjalan mendekati mobil anggel di ikuti oleh widi dan wandi di belakangnya.
"sayang buka pintunya" ucap key mengetuk kaca mobil anggel.
anggel yang panik berusaha terlihat baik baik saja di depan anita dia takut jika sahabatnya itu merasa tidak nyaman dengan masalahnya dengan key.
"lebih baik lho bicara baik baik dengannya gel. apapun masalah lho dengannya tidak akan selasai jika lho terus menghindar darinya" ucap anita menasehati sahabatnya.
mendengar nasehat dari anita, anggel langsung saja menatap sahabatnya itu sambil menarik napasnya pelan.
"baiklah jika itu yang terbaik gue akan menemuinya. lho tunggu saja di sini" ucap anggel lalu keluar dari mobilnya.
"ada apa?" ucap anggel cuek.
"sayang kamu kenapa terus menghindar dariku? memangnya aku ada salah apa sehingga kamu terus saja menjauh dariku?" ucap key lirih.
"kenapa kamu harus mencariku, jika kau tidak mencintaiku?" ucap anggel menatap wajah key.
"aku sangat mencintaimu sayang.." ucap key sebelum key menyelesaikan kata katanya anggel langsung saja memotong ucapan key.
"bohong... kau tidak mencintaiku, sama sekali tidak" teriak anggel menatap tajam key.
melihat kemarahan anggel key langsung saja menatap kekasihnya tak percaya. sedangkan anita yang melihat kemarahan sahabatnya langsung saja keluar dari mobil mencoba untuk menenangkan anggel.
"lho yang tenang gel" ucap anita menenangkan anggel.
"jika kau mencintaiku maka kau tidak akan menggumbar aib keluargaku key" ucap anggel penuh penekanan di setiap kata katanya.
"aku tau aku salah sayang, tapi itu semua aku lakukan hanya untukmu" ucap key mencoba menenangkan anggel.
__ADS_1
"untukku apa untuk kesenanganmu dan keluargamu key?" anggel.
"maafkan aku sayang aku tidak bisa melihat kakak tirimu itu terus saja menghinamu seenaknya saja. dia selalu membuatmu bersedih sedangkan dia hidup bahagia dengan adik dan keluarga barunya" ucap key membela diri.
"tapi kau bisa melihat tante anissa yang sudah memberi kasih sayang seorang ibu kepadaku dihina dan direndahkan di depan umum. kamu tidak punya prikemanusiaan key. aku menyesal karna telah mencintai orang yang tidak punya perasaan sepertimu" ucap anggel menatap key tajam dengan mata memerahnya.
"anggel" teriak key mendengar semua ucapan anggel.
"maaf aku tidak bisa mencintai orang yang tidak mencintai keluargaku maka lebih baik kita akhiri saja hubungan kita ini" ucap anggel tak berani menatap key.
mendengar ucapan anggel amarah key semakin memuncak dia tidak terima di buah begitu saja oleh anggel.
"kamu bilang apa. ucapkan sekali lagi" ucap key mencengkram legan anggel sehingga wanita cantik itu merintih kesakitan.
"aku mau kita putus" ucap anggel berusaha terlihat tegar di depan key.
mendengar ucapan anggel key langsung saja menatap wajah cantik anggel dengan penuh kemarahan.
"sekali kau masuh kedalam hidupmu maka jangan harap kau bisa lepas begitu saja" ucap key menatap tajam wajah cantik anggel.
" ayo ikut aku" teriak key menarik tangan anggel tanpa memperdulikan anggel yang merintih kesakitan karna cengkramannya yang begitu kuat.
melihat perlawanan dari anggel, key langsung saja membawa tubuh langsing anggel ke bahu kekarnya lalu berjalan menuju mobilnya.
tak kamu diam anggel terus memukul punggung key sambil mencaci maki key. melihat sahabatnya ingin di bawa oleh key, anita langsung saja mencoba untuk membantunya.
namun sayangnya wandi langsung saja menghalanginya lalu mendorongnya dengan kuat sehingga tubuhnya langsung terpelanting ke tanah.
*****
brayen terus saja memperhatikan perkelahian key dan anggel walaupun tidak mendengar apa yang mereka ucapkan tapi brayen mengerti jika anggel sedang membela dirinya dan sang mama dari mimik wajahnya.
"apa kita tidak menolongnya tuan" ucap jayden yang melihat key sudah mulai berbuat kasar ke anggel.
"kita perhatikan saja" ucap brayen terus memperhatikan anggel.
karna terlalu serius memperhatikan anggel, brayen sampai lupa untuk memberitau apa yang sedang ia rencanakan kepada zion dan galang.
sehingga galang yang penasaran kenapa brayen terus saja berhenti dan menyuruh lea untuk mengantar ayu langsung turun dari motor gedenya lalu berjalan ke arah mobil brayen lalu mengetuk kaca mobil sang kakak.
__ADS_1
"ada apa?" ucap brayen datar sambil menurunkan kaca mobilnya.
"seharusnya aku yang bertanya, kenapa kakak terus saja berhenti di sini?" oceh galang kesal.
mendengar ocehan adik sepupunya brayen langsung sadar jika dia belum memberitau pertengkaran key dan anggel.
"kau lihat itu" ucap brayen menunjuk ke arah anggel.
galang langsung saja melihat ke arah yang di tunjukkan sang kakak, melihat key yang mencengkram legan anggel, galang langsung saja membulatkan matanya tidak percaya.
"kau dan zion bersiaplah sebentar lagi kita akan bersenang senang" ucap brayen tersenyum sinis.
"baik kak" ucap galang mengerti dengan ucapan sang kakak.
dia langsung saja kembali ke motornya sambil tersenyum senang. karna sudah lama dia tidak berada di dalam perkelahian mungkin ini akan mrnyenangkan untuknya.
"lho kenapa?" ucap zion heran melihat galang senyum senyum sendiri.
"siapkan diri lho, sebentar lagi kita akan bersenang senang bersama kakak" ucap galang tersenyum.
sedangkan zion masih saya menatap galang binggung karna dia tidak mengerti dengan ucapan galang.
"lho lihat itu" ucap galang menunjuk ke arah anggel.
zion langsung saja melihat ke arah yang di tunjukkan oleh galang. dia begitu terkejut melihat anggel di bawa paksa oleh key sedangkan wandi mendorong anita begitu kerasnya sehingga terpelanting ke tanah.
melihat mobil key telah melaju mereka langsung saja mengikutinya secara diam diam. hingga mereka berhenti ketika melihat mobil key memasuki area gedung kosong yang sudah terbengkalai.
setelah mobil key memasuki area gedung kosong itu terlihat beberapa orang brandalan yang berbadan kekar berjaga jaga di area depan gedung.
"tuan, jangan jangan ini markas mereka?" ucap jayden mengingat jika key adalah ketua geng motor.
"mungkin, tapi kenapa dia membawa anggel ke sini?" ucap brayen langsung menghawatirkan keadaan adik tirinya itu.
"tuan jika kita ingin menyerang mereka tidak mungkin tuan, mereka pasti banyak di dalam sana sedangkan kita hanya berempat" ucap jayden melihat mereka sudah kalah jumlah.
"hubungi para pengawal kita" ucap brayen terus saja menatap ke area gedung itu. ntah mengapa hatinya begitu sakit jika memikirkan keadaan anggel di dalam sana apalagi mengingat perbuatan key yang begitu kasar kepadanya tadi.
bersambung....
__ADS_1