Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
38# hadiah


__ADS_3

di kediaman rayhan.


lea, rayhan dan anissa sedang melakukan sarapan bersama. tak lupa dengan wajah lea yang senyum senyum sendiri karna baru saja mata sucinya ternodai oleh kakaknya sendiri.


"pagi ma, pa" ucap brayen yang ikut bergabung bersama istri tercintanya.


"pagi boy. ayo duduk yu" ucap rayhan menatap menantunya masih betah berdiri.


"ia pa" ucapa ayu tersenyum sambil menunduk malu tak berani menatap wajah lea.


melihat wajah kakak iparnya yang malu malu lea hanya tersenyum kecil dan pura pura tidak ada apapun yang di lihatnya tadi.


"lea kakakmu ikut bersamamu berangkat ke kampusnya. soalnya kakak buru buru" ucap brayen mengingat kampus dan kantornya berbeda arah.


"siap kak. tapi apa tidak apa apa jika lea bawa kakak ipar pakai motor" ucap lea.


"ini.mulai sekarang kalian pergi ke kampus memakai mobil" ucap brayen memberikan kunci mobil ke lea.


melihat sang kakak memberikan kunci mobil kepadanya lea langsung mengerutkan keningnya binggung.


"kakak ke kantor memakai motor lea?" ucap lea mengingat mereka hanya memiliki tiga mobil satu mobil rayhan dan satu lagi mobil brayen sedangkan mobil sang mama sedang berada di bengkel.


"tidak, kakak mengunakan mobil kakak" ucap brayen terus memakan sarapannya.


"jadi ini mobil papa?" ucap lea binggung.


"tidak, ini kunci mobil papa" ucap rayhan juga bingung mobil siapa yang di berikan putranya ke putri dan juga menantunya.


"itu mobil baru kakak beli untuk kalian gunakan. tapi ingat itu mobilmu dan juga kakakmu" ucap brayen santai.


"beneran kak" ucap lea semangat empat lima.


"memang tampang kakak tampang pembohong apa. habiskan sarapanmu terlebih dulu baru kamu boleh lihat mobilnya di depan." ucap brayen.


"terima kasi kakak" ucap lea memeluk sang kakak.


"ia sama sama." ucap brayen tersenyum.


melihat kasih sayang kakak dan adik itu ayu langsung saja tersenyum. dia merasa sangat beruntung karna berada di tengah tengah keluarga yang sangat harmonis itu.


"tapi ingat itu mobilmu dan juga kakakmu, maka jika nanti mension kami sudah selesai maka mobilnya akan kakak bawa" ucap brayen mengoda adiknya.


mendengar ucapan sang kakak lea yang tadinya semangat empat lima langsung saja lemas sambil menatap sang kakak sedih.


"kakak gak sayang lagi sama lea" ucap lea memayunkan bibirnya.

__ADS_1


"kakak hanya bercanda. itu mobil untukmu karna sudah memilihkan istri kecil yang sangat cantik dan juga sholeha untuk kakak" ucap brayen tersenyum sambil merangkul istrinya yang duduk di sampingnya.


"serius kak" ucap lea kembali tersenyum.


"ia adik kecilku tersayang. itu mobil untukmu, em satu lagi kamu ajari kakakmu mengemudi ya" ucap brayen tersenyum.


"siap kak" ucap lea tersenyum lalu menghabiskan sarapannya.


setelah selesai sarapan mereka semua langsung saja keluar untuk melihat mobil baru lea.


"wah... ini beneran mobil untuk lea kak" ucap lea melihat mobil sport mewah di depannya.


"ia le, apa kamu suka?" ucap brayen tersenyum sambil merangkul tubuh munggil adiknya.


"lea sangat suka kak, terimakasi banyak kak" ucap lea memeluk kakaknya dengan erat.


"ia sayang, kakak akan melakukan apapun agar kalian semua bahagia" ucap brayen menatap mama dan juga istrinya.


"sudah papa berangkat dulu ya, ingat jangat balapan" ucap rayhan tersenyum.


"siap pa" ucap lea tersenyum.


sedangkan ayu hanya menatap heran ke suaminya. dia merasa jangal akan pemberian suaminya ke adik iparnya apalagi mengingat pekerjaan sang suami hanya sebagai direktur di perusahaan mertuanya.


apalagi mengigat uang bulanan yang di berikan suaminya ke lea dan juga galang setiap bulannya. bahkan tak jarang suaminya juga memberi uang tambahan ke zion.


"ia sayang" ucap ayu masuk ke dalam mobil yang sudah brayen bukakan untuknya.


dengan teliti brayen memakaikan sabuk pengaman untuk istrinya.


"kamu yang semangat kuliahnya ya sayang" ucap brayen mencium lembut kening istrinya.hingga membuat jiwa jomblo lea kembali meronta ronta.


"ingat kak adikmu ada di sini" ucap lea memalingkan wajahnya.


"kenapa, iri?" ucap brayen tersenyum mengoda lea.


"kakak" ucap lea kesal.


"haha... sudahlah. ingat jaga kakakmu baik baik jika kakak lihat ada luka goresan sedikit saja di tubuhnya maka ingat kakak akan mencabut semua fasilitas yang kakak berikan kepadamu" ancam brayen.


"siap kak, lea akan jadi pengawal terbaik untuk kakak ipar" ucap lea semangat.


"sudah lea dan kakak berangkat dulu. ma lea berangkat kuliah ya" ucap lea melambaikan tangannya kepada sang mama yang sedari tadi berdiri di belakang sang kakak.


"ia sayang. hati hati ya ingat jangan ngebut. yu jika nanti lea ngebut ngebutan jewer saja teliganya" ucap anissa memperingati.

__ADS_1


"siap ma" ucap ayu mengerti.


lea langsung saja memajukan mobilnya meninggalkan perkarangan mension mereka. setelah melihat lea dan sang istri pergi brayen langsung saja berpamitan kepada sang mama.


" apa kamu sudah memberi tau istrimu nak?" ucap anissa lembut.


"belum ma" brayen.


"kamu harus memberitau semuanya nak, karna sekarang dia adalah istrimu maka dia juga berhak tau semua tentangmu" ucap anissa memperingati.


"ia ma, brayen akan segera memberitaunya" ucap brayen mengerti.


"brayen berangkat kerja dulu ya ma" ucap brayen mencium pungung tangan sang mama.


"ia sayang. kamu hati hati ya" ucap anissa tersenyum.


berayen langsung saja masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobil itu meninggalkan perkarangan mensionnya.


setelah melihat mobil putranya pergi anissa langsung saja masuk ke dalam mensionnya.


*****


di kampus.


galang dan zion sedang duduk bersantai di atas motor mereka masing masing untuk menunggu kedatangan sahabat mereka ayu dan juga lea.


"tumben lea jam segini belum sampai di kampus" ucap zion melirik jam tangannya.


"biasa pasti dia menunggu pengantin baru yang bagun kesiangan" ucap galang asal.


"pikiran lho mesum saja terus" ucap zion terkekeh.


"gue bicara yang sebenarnya. eh ngomong ngomong lho bisikkan apa ke lea kemarin di kantin hotel sehingga mulut bawelnya itu langsung tertutup seketika?" ucap galang penuh selidik.


"serius lho pingin tau?" ucap zion serius.


dengan cepat galang mengangukkan kepalanya tak lupa dengan wajah penuh penasaran.


"gue mengatakan jika nikmatnya surga dunia itu di rasakan saat kita sedang bercinta dengan pasangan kita. gue juga mengancamnya jika dia bertanya lagi maka gue tidak akan menjelaskannya tapi memperaktekkannya secara langsung" jelas zion.


mendengar ucapan zion, galang langsung saja melontarkan tatapan tajamnya.


"beneran lho menjelaskan seditail itu kepadanya?" ucap galang tak percaya sambil terus menatap tajam zion.


"lho tau sendiri jika kakak sepupu lho itu kepo tingkat dewa. jika gue tidak menjelaskannya seditail itu maka dia akan terus bertanya" jelas zion.

__ADS_1


"ia juga sih" ucap zion menyadari bagaimana keponya sahabatnya yang satu itu.


bersambung....


__ADS_2