
acara resepsi pernikahan ayu dan brayen telah tiba. acaranya di lakukan di aula hotel ternama dan juga sangat mewah.
banyak tamu dari kalangan atas yang hadir di sana. begitu juga dengan bram dan maya setelah mengetahui cucu kesangannya menikah maka mereka memilih untuk pulang dari liburan panjang mereka.
begitu juga yanti ibunya anissa juga hadir di sana menyaksikan pernikahan cucu kesayangannya. tak lupa dengan keluarga ajhiwinata mereka menatap kagum akan resepsi pernikahan yang di lakukan dengan mewahnya.
namun orang sombong akan tetap sombong mereka tetap saja mencemooh anissa dan brayen di depan tamu undangan.
tak lupa dengan galang, dia terus saja menatap wanita yang sudah merubah penampilannya tak percaya. hingga wanita yang di tatapnya sadar dan mulai merasa risih akan tatapan galang.
"woiii. makhluk astral. ngapain lho liatin gue dari tadi?" ucap lea kesal.
"ternyata penampilannya saja yang berubah tapi isinya tetap ruba betina" batin galang mendengar ucapan lea.
"woii. malah bengong" ucap lea kembali.
"apaan sih. gue hanya heran apa iblis yang bersemayam di tubuh lho sudah minggat hingga lho bisa berubah jadi wanita sholeh seperti ini?" ucap galang terus saja tak percaya dengan perubahan lea.
"gue hanya mau menciptakan ladang pahala buat lho. lagian lho juga termasuk saudara laki laki gue" ucap lea asal.
"bagus jika seperti itu. jangan terus menjadi cewek gila dan terus mendorong kami saudara laki lakimu ke dalam panas nya api neraka" ucap galang.
"memangnya gue pernah gila?" ucap lea polos.
"lho tidak pernah gila tapi hanya tidak waras saja" ucap galang terkekeh dan langsung mengambil langkah seribu untuk menghindari amukan lea.
"galang.... awas lho ya" kesal lea sambil menghentakkan kakinya.
namun kekesalan lea menghilang ketika melihat key yang sedang duduk bersama kedua anak buahnya.
"ingat taruhan kita. jangan pernah berpikir untuk melanggar janji kita atau kau akan tau akibatnya" ucap lea menunjuk wajah key sambil tersenyum sinis.
mendengar ucapan lea, key langsung saja menelan ludahnya kasar. ntah mengapa setelah pertarungan itu, bulu kuduk key langsung merinding setiap melihat tatapan tajam lea.
__ADS_1
"gue tidak akan melanggar janji kita" ucap key dingin.
mendengar itu lea langsung tersenyum lalu memilih bergabung dengan teman teman kampusnya.
kalau galang jangan di tanya lagi dia sedang sibuk merayu setiap wanita wanita cantik yang ada di sana. galang memang terkenal dengan jiwa playboynya namun karna ketampanannya dia tetap saja dengan mudah menaklukkan hati wanita yang dia inginkan.
sedangkan zion tetap fokos menatap pujaan hatinya dari kejauhan ntah sejak kapan rasa itu tumbuh tapi yang zion tau saat ini dia mulai mencintai lea sahabatnya kecilnya.
sedangkan anggel berdiri seorang diri di sudut gedung menatap penuh haru sang kakak yang bersanding mesra di atas pelaminan.
dia tak tau harus berkata apa dia ingin sekali mengucapkan selamat kepada sang kakak. namun mengingat kebencian yang terpancar dari setiap tatapan mata kakaknya membuatnya harus mengurungkan niatnya.
"sayang" ucap luna yang melihat putrinya seorang diri.
sadar kehadiran ibunya anggel langsung saja menyeka air matanya.
"ada apa ibu kemari?" ucap anggel datar.
"sampai ibu mau mengakui kesalahan ibu dan mengembalikan nama baik tante anissa" anggel.
"jika ibu mengatakannya di depan publik maka kau tau apa kosekuensinya nak?" ucap luna.
"bukan kosekuensi tapi kenyataan. kenyataan bahwa anggel lahir dari hasil hubungan gelap" ucap anggel dengan mata berkaca kaca.
"ibu akan mengungkapkan kejadian yang sebenarnya tapi bagaimana dengan pertunagan kamu nak?" luna.
"*anggel akan membatalkan pertunagan anggel. ibu harus tau jika kenyataan itu memang menyakitkan tapi ada satu hal yang lebih menyakitkan yaitu kebohongan yang manis di awal tapi sangat menyakitkan di akhirnya"
" anggel tidak masalah jika harus di cap anak dari seorang pelakor. karna itulah yang sebenarnya bu. dari pada anggel di sanjung sanjung di depan umum tapi mengorbankan kebahagiaan orang yang sangat berarti di hidup anggel*" ucap anggel menatap mata luna dengan lekat.
"baiklah ibu akan melakukan semua keinginanmu. tapi ibu mohon jangan pernah jauhi ibu lagi" ucap luna menitikkan air matanya.
melihat sang ibu menangis anggel langsung saja menghapus air mata sang ibu lalu memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"permisi semuanya" ucap key di depan panggung membuat semua mata beralih kepadanya.
"*di hari yang paling bahagia ini saya ingin meminta maaf kepada tante anissa dan kak brayen akan kejadian di pesta universery mommy dan papi baru baru ini"
" atas nama keluarga ajhiwinata saya sunguh sunguh ingin meminta maaf karna anak buah saja membocorkan masalah pribadi keluarga kalian*." ucap key menatap anissa dan brayen secara bergantian.
"*kami memang tidak tau apa masalah kalian tapi yang kami tau jika calon tunangan saya adalah adik dari tuan brayen yang tidak di akui olehnya"
"apa penyebab tuan brayen sangat membenci calon tunangan saya, kami memang tidak tau. tapi saya hanya memohon kepada tuan brayen untuk mau menerima kehadiran kekasih saya anggelia larasati*" ucap key tersenyum sinis.
mendengar ucapan key para tamu undangan semakin bertanya tanya apa sebenarnya masalah brayen dan ayah kandungnya.
melihat itu brayen mengepalkan tangannya geram apalagi melihat wajah key dia langsung saja mengingat luka memar di wajah adik kesayangannya.
melihat kemarahan di wajah suaminya ayu langsung saja berusaha untuk menenangkan suaminya.
"kak, kakak jaga emosi kakak. karna jika masalah di hadapi dengan emosi tidak akan membuat masalah itu menjadi lebih baik tapi malah akan memperburuk keadaan" ucap ayu mengelus lembut punggung suaminya.
"saya akan menjelaskan masalah yang sebenarnya. masalah mengapa keluarga kecil leon suami saya dan mantan istrinya harus hancur dan berakhir perpisahan di antara mereka" ucap luna tiba tiba berdiri di antas panggung sambil menatap lekat wajah putrinya yang melihat dari kejauhan.
"*sudah dua puluh tahun keluarga kami menyembunyikan hal ini demi kebaikan anak anak kami. tapi saya tidak bisa egois untuk yang kedua kalinya. saya tidak bisa membiarkan orang yang tidak bersalah di hina dan di cemooh di depan umum"
"saya perjelaskan jika anissa tidak pernah meningalka suami saya demi tuan rayhan. tapi*.." ucap luna menghentikan perkataannya lalu menatap wajah anissa penuh penyesalan.
anissa yang mendengar pengakuan luna langsung saja menitikkan air matanya. melihat ke adaan istrinya rayhan langsung saja memeluk istrinya erat.
"*tapi mereka berpisah karna kehadiran saya dan putri saya. saya hadir di tengah tengah pernikahan mereka hingga pernikahan mereka hancur dengan seketika"
" dan hal itulah yang membuat brayen sangat membeci ayah kandungnya termasuk juga saya dan putri saya. dia melihat bagaimana ibunya di sakiti dan di hianati oleh ayah kandungnya sendiri*" ucap luna tak mampu lagi menahan tangisnya.
ia terduduk lemah di atas panggung sambil menagis sekuat kuatnya.
bersambung...
__ADS_1