
keluarga ajhiwinata memang terkenal dengan sifat angkuh dan sombongnya. apalagi di tambah perusahaan mereka yang sekarang maju pesat hingga menyebabkan kekayaan mereka melebihi kekayaan keluarga adhijaya yang dulu terkenal dengan keluarga paling kaya di kota itu.
mereka yang ingin makan siang seketika di kejutkan dengan memandangan lea dang galang sedang makan siang bersama keluarga besarnya.
"sayang itu bukan anak yang berkelahi denganmu di kampus?" ucap rita menatap remeh ke arah galang dan lea.
"ia mom, mereka adalah putri dari rayhan adhijaya dan putranya alex adhijaya" ucap alex yang sudah tau semuanya.
"ayo kita temui mereka" ucap rita mendekati mereka.
"untuk apa mi? bukannya kita tidak ada urusan dengan mereka?" ucap angel yang mulai merasakan firasat buruk.
"tidak sayang mommy cuman mau mengundang keluarga mereka secara langsung saja. kenapa kamu merasa takut seperti itu sayang?" ucap rita membelai lembut wajah anggel yang ketakutan.
"angel tidak apa apa kok mom. ia kan sayang?" ucap key langsung merangkul anggel dan dan mencoba memberi kekuatan untuk bertemu dengan keluarga adhijaya.
"bukannya kalian bocah yang sering membuat onar di kampus ya?" ucap rita memandang remeh ke arah galang dan lea.
"ia tante. memang apa urusannya dengan tante?" ucap lea menatap tajam ke arah rita.
"tidak apa apa saya hanya kasihan saja ke keluarga adhijaya karna hurus memiliki putri sepertimu" ucap rita memandang remeh ke rayhan.
mendengar ucapan rita yang meremehkan lea, brayen dan rayhan hendak angkat bicara namun mereka mengurungkan niatnya karna anissa memberi kode untuk mereka diam saja.
"dia memang putri saja. putri tunggal saja tapi saya tidak merasa keberatan memiliki putri seperti dia. saya justru merasa bangga memiliki putri seperti dia" ucap anissa menatap remeh rita.
"untuk apa anda memperhatikan rumput di rumah orang tapi tidak melihat bagaimana rumput di rumah anda sendiri?" ucap anissa kembali menatap remeh rita.
mendengar ucapan anissa, rita diam tak berkutik sambil menatap geram ke anissa.
"ada urusan apa sampai anda mendatangi keluarga kami? jika tidak ada hal penting lebih baik anda mencari tempat kosong saja. maaf meja kami sudah penuh" ucap rayhan mengusir rita secara halus.
"ok baiklah karna kita kebetulan berjumpa di sini maka saya hanya ingin mengundang keluarga anda untuk datang ke pesta ulah tahun pernikahan saya. oh ia satu lagi saya juga akan mengumumkan tanggal pertunangan anak saya nanti di sana" ucap rita menatap bangga ke putranya.
__ADS_1
"kenalkan ini calon menantu saya." ucap rita memperkenalkan anggel yang sedari tadi hanya diam tak berkutik.
"selamat untuk kalian. saya dan keluarga saya akan hadir di pesta anda" ucap rayhan begitu dingin membuat anggel semakin menunduk.
"terimakasi. oh ia kalau boleh saya tau calon menantu dari keluarga anda mana ya? saya lihat umur putra anda sudah pantas untuk menikah nanti keburu jadi bujang tua lho" ucap rita menatap temeh ke rayhan.
"perkenalkan ini calon mantu saya. tidak hanya cantik wajahnya tapi juga cantik akhlaknya." ucap anissa memperkenalkan ayu dengan bangga.
"oh ia kebetulan kita beremu di sini jadi saya juga ingin mengundang anda di pernikahan putra saya" ucap anissa kembali menatap remeh ke rita.
mendengar ucapan anissa, rita langsung saja kalah talak. sedangkan anggel dan key yang begitu terkejut hanya bisa menatap ke arah ayu dan brayen secara bergantian.
"sudah selesai kan? jadi maaf kami ingin melanjutkan siang kami" ucap rayhan menatap tajam rita.
"key ayo kita pergi" ucap rita begitu kesal.
"tante anggel pergi dulu ya" ucap anggel menyalim tangan anissa.
"terimakasi tante. tante nanti datang ya" ucap anggel penuh harap.
"ia sayang, kami semua pasti datang" ucap anissa tersenyum lembut.
anggel langsung beralih menyalim rayhan dan semua orang yang ada di sana. kemudia dia menatap ayu dengan lembutnya.
"selamat ya yu atas pernikahan kamu nantinya" ucap anggel tersenyum.
"terimakasi kak, kakak datang ya" ucap ayu penuh harap.
"pasti yu. aku pasti datang walaupun sebenarnya kehadiranku nantinya tidak di harapkan tapi, aku akan selalu berusaha agar seseorang bisa menatap ku sekali saja" ucap anggel menatap brayen.
ingin sekali rasanya ia memeluk sang kakak dan memberi ucapan selamat kepadanya. namun jangankan memeluk bahkan sang kakak enggan untuk menatapnya.
mendengar ucapan anggel ditambah lagi raut wajah anggel ketika menatap brayen anissa langsung menunduk sedih.
__ADS_1
anissa memang terus membujuk brayen agar mau menerima anggel sebagai adiknya karna bagaimanapun anggel adalah anak yang tak berdosa dan tak tau menau tentang kejahatan kedua orang tuanya.
namun brayen terus saja tetap ada dalam pendiriannya dia tetap membenci anggel bahkan tak pernah menganggap anggel sebagai adiknya.
"anggel" teriak rita melihat anggel masih betah dengan posisinya.
"i..ia mi" ucap anggel gugup lalu melangkahkan kakinya menemui rita dan key.
melihat kedekatan anggel dan anissa, rita langsung bertanya tanya dalam hatinya apa hubungan mereka sehingga bisa sedekat itu.
setelah kepergian keluarga ajhiwinata mereka semua langsung menarik napas mereka lega.
"dasar sombong. baru naik tingkat sedikit saja sudah sombong ya tingkat dewa" ucap alex kesal.
"entah keturunan iblis mana tu hingga bisa seperti itu" ucap zidan mengidik geri membayangkan kesombongan dan keangkuhan keluarga ajhiwinata.
"mereka bukan keturunan iblis. karna iblis boleh sombong karna sudah pernah melangkahkan kakinya di surga walaupun akhirnya di campakjan ke muka bumi ini. sedangkan dia jangankan menginjakkan kakinya melihatnya dari kejauhan saja belum pernah" ucap dion mengelengkan kepalanya terkekeh.
"nis kamu kenapa sih selalu baik ke putri pelakor itu? apa kamu lupa apa yang sudah di lakukan kedua orang tuanya kepadamu?" ucap tika kesal.
"*bun bukankah takdir seseorang sudah di tentukan oleh allah bun. jika allah dulu mengirimkan orang ketiga di keluarga mama berarti om leon tidak baik untuk mama bun. karna dia pergi bersama tante luna dan meninggalkan mama"
"allah tidak akan mengirimkan cobaan jika hambanya tidak sanggup untuk menghadapinya. allah juga menjanjikan kebahagiaan kepada setiap hambanya yang sabar dan ikhlas untuk menghadapi cobaan yang allah berikan dan lihatlah sekarang bun, mama sangat bahagia hidup dengan papa"
"jadi untuk apa kita menaruh dendam dan mengotori hati kita sendiri*" jelas ayu memberi pengertian kepada sang bunda.
bukan hanya menasehati bundanya, ayu juga berniat untuk meluluhkan hati calon suaminya yang dipenuhi dendam di masa lalunya.
karna ayu tau betul bagaimana calon suaminya. pria yang sangat menghormati wanita dan tak pernah bisa melihat wanita terluka dan bersedih.
namun karna dendam yang tumbuh di hatinya dia bisa mengabaikan kesedihan yang terpancar di tatapan adik tirinya sendiri.
bersambung...
__ADS_1