Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
45# waktunya pembalasan


__ADS_3

di kampus.


ayu, lea, zion dan galang sedang berjalan bersama menuju parkiran kampus namun langkah mereka terhenti karna teriakan salah satu mahasiswi kampus.


"sayang" teriak lisa salah satu kekasih galang.


"kenapa sih wanita itu datang di waktu yang tidak tepat terus" gerutu galang kesal.


"lho ladenin tu kekasih baru lho" ucap zion mengejek.


"diem lho" ucap galang kesal.


"sayang kamu kok gak nungguin aku sih" ucap lisa manja ketika dia sudah berada di samping galang.


"maaf sayang aku ada urusan penting" ucap galang mengelak dengan halus.


"memang urusan apa yang lebih penting dariku?" ucap lisa memayunkan bibirnya.


"kamu adalah hal terpenting dalam hidupku sayang, tapi ini urusan keluarga sayang. kamu mengerti ya" ucap galang lembut sambil membelai lembut wajah lisa.


"sayang" ucap brayen tiba tiba datang diikuti jayden di belakangnya.


"yes kakak datang akhirnya gue ada alasan agar bisa lepas dari wanita ini" batin galang tersenyum.


"sayang, tapi kamu ada rapat?" ucap ayu tersenyum lalu mencium punggung tangan suaminya.


"rapatnya sudah selesai, jadi aku luangkan waktu untuk menjemputmu. lagian pekerjaanku juga tidak ada lagi" ucap brayen lembut sambil mencium lembut kening istrinya.


hingga membuat para jomblo di samping mereka langsung saja meronta ronta.


"ehem, nanti saja mesra mesraannya di kamar kak" ucap zion sambil melirik lea yang berdiri di sampingnya.


"kakak romatis banget" ucap lisa tersipu akan keromantisan pasangan pengantin baru itu.


"lho tenang saja lis, galang jauh lebih romantis dari kak brayen" ucap zion mengoda galang.


mendengar ucapan zion, galang langsung saja melontarkan tatapan tajamnya. sedangkan lisa semakin bergulut manja ke galang tanpa memperdulikan orang orang di sekitarnya.


"assalam wallaikum nona lea, nona sudah berubah sekarang" ucap jayden lembut sambil menatap lea.


"wallaikum sallam kak, ini semua karna kakak ipar kak" ucap lea tersenyum menatap ayu.


melihat jayden yang mencoba cari perhatian lea, zion langsung saja mengerutu kesal.


"memangnya lea bisa berubah? berubah jadi apa? dasar cari perhatian" gerutu zion kesal.

__ADS_1


"lho kenapa zi?" ucap galang bingung melihat zion mengerutu seorang diri.


"tidak apa apa. ada nyamuk" ucap zion asal.


"sayang kamu jadi antar aku pulang kan?" ucap lisa manja.


galang langsung saja menatap brayen lalu memberi kode agar dia membantu galang terbebas dari lisa. brayen yang sadar dengan tingkah galang hanya tersenyum pura pura tidak tau.


"sayang ayo kita pulang" ucap brayen mengandeng tangan ayu.


"lea ayo" ucap zion menarik tangan lea yang hanya berdiri mematung.


"dasar kakak sialan tega teganya dia membiarkan adiknya yang paling tampan ini berada di posisi yang menakutkan seperti ini" batin galang kesal.


"kamu mau mengantar calon adik ipar" ucap brayen menghentikan langkahnya lalu menatap galang yang masih berdiri mematung.


"bukankah kakak bilang jika kakak butuh bantuanku hari ini?" ucap galang mencari alasan agar bisa terbesar dari lisa.


"bantuan, bantuan apa?" ucap brayen pura pura tidak mengerti.


"kakak" ucap galang kesal.


"hehe maaf. kakak lupa" ucap brayen terkekeh.


" begitu ya kakak ipar, ya udah deh tapi ingat besok tungguin aku ya" ucap lisa manja.


"ia sayang" ucap galang tersenyum.


cuuppp...


satu ciuman melintas di bibir galang. melihat aksi lisa yang begitu agresif di depan para sahabat dan juga kakaknya galang langsung saja menunduk malu.


"dahh sayang sampai ketemu besok" ucap lisa tak merasa bersalah.


"gila tu cewek main nyosor saja" ucap zion mengidik ngeri melihat aksi lisa.


"jika kamu mencintainya didik dia dalam bersikap, jika kamu tidak mencintainya maka jangan kau sakiti hatinya" ucap brayen menasehati karna dia tau bagaimana sifat adiknya yang playboy itu.


"ia kak" ucap galang menunduk.


"ya sudah ayo kita pulang" ucap brayen melangkahkan kakinya


"ayo nona" ucap jayden mempersilahkan lea untuk jalan di sampingnya.


lea hanya menurut lalu mengikuti langkah jayden sehingga mereka berjalan beriringan. sesekali jayden melirik wajah cantik lea dengan penuh kekaguman.

__ADS_1


melihat tatapan jayden ke lea zion langsung saja merasa kesal dengan sigap dia langsung mengambil posisi di tengah tengah lea dan jayden.


melihat reaksi zion, galang langsung saja terkekeh geli melihat kecemburuan sahabatnya itu yang terlihat sangat jelas.


sesampainya di mobil brayen dan ayu langsung mengambil posisi di jok belakang sedangkan jayden yang memegang kemudi.


setelah memastikan tuan dan nyoya mudanya telah duduk dengan nyaman jayden langsung saja menekal pegal gasnya di ikuti oleh lea, galang dan zion di belakang mereka.


namun baru menempuh beberapa meter jayden langsung menghentikan mobilnya karna melihat sepasang kekasih sedang bertengkar hebat.


"tuan, itu bukannya nona anggel?" ucap jayden menunjuk ke arah mobil yang sedang berhenti dan terlihat jelas key dan anggel sedang bertengkar hebat di sana terlihat juga wandi dan widi yang memperhatikan pertengkaran mereka dan anita sahabat anggel hanya diam tak berani berkutik melihat pertengkaran mereka.


"sayang apa kamu hanya diam saja melihat anggel seperti itu?" ucap ayu kesal melihat brayen hanya diam saja.


"jika kamu tidak mau membantunya maka aku yang akan membantunya" ucap ayu mencoba membuka pintu.


melihat sang istri yang ingin keluar brayen langsung saja menarik tangannya sambil terus memperhatikan anggel.


"apa kamu tidak percaya dengan suamimu ini?" ucap brayen.


mendengar ucapan brayen, ayu langsung saja menatapnya heran.


"aku tidak akan membiarkan orang yang berani menyentuh adikku. waktunya untuk pembalasan" ucap brayen mentap tajam ke key.


ntah mengapa ketika melihat key bayanggan memar di wajah lea langsung saja memenuhi memori pikiran brayen.


dengan seketika wajahnya berubah menjadi penuh amarah ingin sekali dia menghabisi key di tempat itu juga. namun dia langsung saja mengingat jika dia tidak bisa ceroboh.


"kamu pulang bersama lea, biar mereka kami yang mengurus" ucap brayen datar.


melihat kemarahan di wajah suaminya ayu hanya diam menurut. dia tidak mau jika dia salah berkata maka akan membuat amarah suaminya semakin memburuk.


ayu langsung saja turun dari mobil suaminya lalu menaiki mobil lea yang berhenti tepat di belakang mereka.


melihat ayu yang pindah ke mobil lea, galang dan zion langsung saja bertanya tanya.


"kakak kenapa pindah. terus mobil kak brayen kok berhenti?" ucap lea binggung melihat ayu pindah ke mobilnya.


namun sebelum ayu menjawan ponsel lea langsung berbunyi dengan sigap lea langsung saja membaca pesan yang masuk.


^^^"antarkan kakak iparmu pulang dengan selamat, kakak akan membalas memar di wajahmu berkali kali lipat" ~kakak bawel~^^^


membaca pesan dari sang kakak lea langsung mengerti. dia langsung saja menekan pegal gasnya meninggalkan sang kakak dan kedua sahabatnya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2