Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
50# dendam


__ADS_3

di kediaman leon.


luna terus saja menghawatirkan keadaan putrinya karna sudah hampir malam tapi putrinya tak kunjung pulang juga.


tak biasanya anggel seperti ini jika dia pulang telat pasti akan mengabari sang ibu. tapi sekarang bukan hanya tidak ada kabar tapi ponsel anggel sama sekali tidak bisa di hubungi.


"mas, bagaimana ini? sudah jam berapa ini tapi putri kita tidak pulang pulang juga" ucap luna cemas.


"sudah sayang kita tunggu saja sebentar lagi" ucap leon mencoba menenangkan luna.


namun mereka langsung terkejut ketika melihat brayen datang bersama rayhan, ayu dan lea beserta beberapa pengawal di belakang mereka dengan keadaan yang sangat kacau.


tapi yang mereka lebih kejutkan lagi ketika melihat anggel di dalam gendongan brayen dengan keadaan sangat kacau dan kemeja brayen masih melekat di tubuhnya.


"brayen adikmu kenapa?" ucap leon langsung mendekati brayen.


"leon, kamu tenang dulu biarkan anggel istirahat" ucap rayhan menenangkan leon.


"ayo nak, kamar anggel ada di sana" ucap luna menunjukkan kamar anggel.


brayen langsung saja melangkahkan kakinya ke arah kamar anggel. setelah sampai brayen langsung saja meletakkan tubuh anggel ke kasurnya dengan lembut.


"anggel" ucap anissa terlihat khawatir langsung saja memeluk anggel.


anissa yang dapat kabar dari ayu jika anggel telah diselamatkan oleh brayen dan sudah di bawa ke kediaman leon langsung saja mendatangi kediaman mantan suaminya itu untuk melihat keadaan anggel.


"hiks...tante...hikss" ucap anggel menangis di dalam pelukan anissa.


"kamu tidak apa apa sayang? apa ada tubuhmu yang terluka?" ucap anissa memeriksa tubuh anggel yang sangat kacau.


"tubuh anggel tidak apa apa tante. ini semua berkat kakak" ucap anggel menatap brayen lekat.


"terimakasi karna telah menggapku sebagai adikmu. walaupun itu kau ucapkan saat keadaan marah" ucap anggel lirih sambil menatap lekat wajah brayen.


mendengar ucapan anggel, brayen hanya tersenyum menganguk.


"ma... mama bersihkan dulu tubuh anggel" ucap brayen melihat tubuh anggel yang berantakan.


"kamu juga terluka nak?" ucap anissa melihat memar di wajah putranya.


"tidak apa apa ma, ini hanya luka kecil saja" ucap brayen berusaha kuat di depan sang mama.


"biar papa yang mengobati luka brayen. mama priksa saja keadaan anggel" perintah rayhan.

__ADS_1


"biar lea bantu ma" ucap lea mendekati anggel.


para pria langsung saja keluar dari kamar anggel, sedangkan para wanita mencoba untuk membantu anggel untuk membersihkan tubuhnya sambil mencoba menenangkan anggel yang masih ketakutan.


leon terus saja menatap putranya yang sedang di obati oleh rayhan. dia menatap keakraban keduanya dengan rasa cemburu di hatinya.


bagaimana tidak brayen putra kandungnya sendiri jauh lebih akrab dengan rayhan sang papa sambung di banding dirinya ayah kandungnya sendiri.


dengan buru buru dia berusaha menepis perasaannya karna dia sadar jika wajar saja putranya lebih sayang kepada papa sambungnya di banding dirinya karna kesalahannya sendiri.


"apa yang sebenarnya terjadi?" ucap leon menatap brayen.


"brayen tidak tau apa masalah anggel dan key, tapi yang brayen lihat key membawa paksa anggel dan mencoba untuk melecehkannya" jelas brayen geram membayangkan apa yang terjadi kepada anggel.


"apa... key berani melakukan itu kepada putriku?" ucap leon mengepalkan tangannya mendengar penjelasan brayen.


melihat kemarahan leon, semuanya hanya terdiam. mereka tau apa yang di rasakan oleh leon saat ini. hingga galang, zion, jayden dan kepala polisi datang secara bersamaan.


"assalam walaikum"


"wallaikum sallam"


"silahkan duduk" ucap leon ramah.


"sudah tuan. mereka juga terlibat perdangangan narkoba dan barang barang ilegal tuan" jelas kepala polisi.


"bagus, pastikan mereka mendapatkan hukuman yang setimpal karna telah berani mengusik keluargaku" ucap brayen tersenyum sinis.


"baik tuan" ucap kepala polisi menunduk hormat.


****


di kediaman ajhiwinata.


rita begitu terkejut mendengar bahwa putra kesayangannya telah menekam di penjara karna tuduhan pelecehan terhadap anggel dan juga terbukti sebagai bandar narkoba dan juga barang barang ilegal lainnya.


"papi harus bantu putra kita, mami tidak mau jika putra kita satu satunya harus menekam di penjara" ucap rita frustasi.


"mami tenang saja, papi akan berusaha sekuat tenanga papi. kalau perlu papi akan gunakan kekuasaan papi untuk membebaskan key" ucap dedi menenangkan istrinya.


"ayo pi, kita datangi pengacara yang terkenal" ide rita lalu melangkahkan kakinya kekuar mensionnya.


namun baru keluar dari pintu utama mereka di kejutkan dengan sekumpulan polisi yang mengepung mereka.

__ADS_1


"ada apa ini?" ucap dedi ketakutan.


"maaf tuan ajhiwinata saya harus menangkap anda atas tuduhan pencemaran nama baik perusahaan R.A.grub" ucap kepala polisi menyerahkan surat perintah penangkapan.


"ini bohong. ini pasti perbuatan keluarga adhijaya yang ingin menjatuhkan saya" ucap dedi membela diri.


"silahkan nanti beri penjelasan di kantor polisi. sekarang ikut kami secara baik baik" ucap kepala polisi ramah.


"tidak. saya tidak mau di penjara" teriak dedi frustasi lalu berusaha untuk melarikan diri.


namun para polisi dengan sigap langsung menangkapnya lalu memborgol kedua tanggannya. dedi terus saja memberontak sehingga para polisi terpaksa menyeretnya secara paksa.


"jangan bawa suamiku" teriak rita berusaha membantu suaminya.


"maaf nyonya kami harus melaksankan tugas kami. jika ada yang mau anda katakan maka katakan saja nanti di kantor polisi" ucap kepala polisi itu lalu meninggalkan rita yang terus hiteris.


rita terus saja menangis histeris di halaman mension mereka. melihat tuan rumah mereka begitu histeris para pelayan langsung saja menenangkannya.


sampai sampai mereka jadi tumabal kekesalan rita. mereka di caci maki bahkan di pukuli oleh rita sebagai pelepas kekesalannya.


melihat itu para tetangga langsung saja berkumpul melihat kejadian itu sambil berbisik bisik mencemooh keluarga ajhiwinata.


*****


di kediaman adhijaya.


brayen termenung seorang diri di balkon kamarnya. dia menatap indahnya cahaya rembulan yang begitu terang dengan tatapan kosong.


melihat sang suami yang berdiri seorang diri ayu langsung saja mendatanginya mencoba untuk menghibur sang suami.


"dendammu telah terbalas, apa kamu senang sekarang?" ucap ayu menatap lekat wajah suaminya.


mendengar ucapan sang istri, brayen langsung saja menatap istrinya. memang benar dendamnya telah terbalas tapi ntah mengapa dia tidak merasa senang sama sekali.


"dendam itu tidak ada akhirnya sayang jika pun berakhir tidak bakalan ada yang menang dan juga kalah" ucap ayu tersenyum.


"*dendam hanya membuat kita jatuh kedalam lembah kepedihan dimana itu hanya melukai hatimu sendiri. cobalah untuk bangkit dan mengubur semua dendam yang ada di dalam hatimu lalu hiduplah dengan kedamaian"


"aku yakin jika kamu hidup dalam keadamaian maka hatimu akan tenang. mari kita bangun hidup kita yang baru dengan kebahagian dimana tidak ada dendam dan kebencian di dalamnya*" ucap ayu tersenyum sambil memeluk suaminya mencoba memberi kehangatan di dalamnya.


brayen langsung saja membalas pelukan sang istri sambil merenungi setiap perkataan istrinya. ia sadar jika dendam hanya akan membawanya ke dalam lubang kezholiman dimana tidak ada ketenangan dan juga kebahagiaan di dalamnya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2