
seperti yang dikatakan rayhan, zion akhirnya bekerja paruh waktu di perusahaannya. pekerjaan yang begitu menumpuk dan juga ujian di kampusnya membuat zion sangatlah sibuk sehingga dia tidak pernah lagi berkumpul dengan sahabatnya.
karna zion sudah terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga tidak pernah lagi bekumpul dengan ketiga sahabatnya membuat galang dan lea galau karna seperti kehilangan sahabatnya.
melihat itu lea tidak tinggal diam dia menunggu zion di depan kelasnya hingga zion keluar. lea terus saja berdiri hingga akhirnya zion keluar dari kelasnya. melihat itu dengan cepat lea langsung menarik tangan zion agar tidak bisa menghindar lagi darinya.
"lho kenapa terus menghindar dari gue?" ucap lea menatap tajam zion.
"ti...tidak ada gue hanya lagi sibuk bekerja"ucap zion menunduk tak berani menatap ke arah lea.
"lho ada di sini rupanya, haii zi kita makan siang bareng yuk?" ucap galang tiba tiba datang bersama ayu.
"gue tidak bisa lang, gue harus bekerja" ucap zion menolak secara halus.
"jadi pekerjaan lho lebih penting dari kami? ok, gue akan bicara sama papa agar lho berhenti bekerja" ancam lea.
"jangan le, ok gue ikut" ucap zion mengalah.
"gitu dong, lets go" ucap lea semangat empat lima langsung saja mengandeng tangan zion agar tidak bisa kabur.
bukannya menghindar zion malah tersenyum senang karna bisa bergandengan tanggan dengan lea. melihat sikap zion, galang dan ayu hanya tersenyum sambil mengeleng kecil.
sesampainya di kafe pavorit mereka, mereka berempat langsung saja memesan makanan mereka masing masing.
sebelum pesanan mereka datang lea terus saja menatap zion dengan penuh selidik sehingga yang ditatap hanya dapat menunduk.
"zi.." lea.
mendengar namanya di panggil oleh lea, zion langsung saja menatap wajah lea sehingha kedua netra mereka bertemu.
"apa gue boleh bertanya sama lho?" lea.
"boleh. tanyalah" zion.
"kenapa tiba tiba lho memilih untuk bekerja sambil kuliah?" tanya lea menatap lekat wajah zion.
mendengar pertanyaan lea, galang dan zion langsung saja saling lempar pandangan. hingga akhirnya zion menarik napasnya dalam dalam lalu menatap lekat wajah cantik lea.
__ADS_1
"karna gue ingin menunjukkan ke seseorang gue juga pantas bersanding dengannya." ucap zion penuh keyakinan.
deghh.
mendengar ucapan zion ntah mengapa hati lea sangatlah sakit. namun dia berusaha menetralkan pikirannya agar terlihat biasa saja.
"apa lho mempunyai kekasih?" tanya lea lagi.
mendengar pertanyaan lea zion langsung kesedak. melihat itu galang langsung saja membantu sahabatnya itu dengan menepuk punggung zion, sedangkan ayu langsung saja memberi zion minum.
"kenapa lho bertanya seperti itu?" ucap zion menatap lea.
"kakak bilang lho bekerja karna ingin menabung untuk masa depan lho dan juga calon istri lho" ucap lea menyatakan apa yang terus saja menganggu pikirannya.
pada waktu lea tau zion bekerja di perusahaan papanya lea memang langsung menayakan apa alasan zion ingin bekerja sambil kuliah.
karna yang dia tau selama ini tidak bernah berpikiran untuk bekerja tapi kenapa tiba tiba dia bekerja di perusahaan sang papa.
melihat kekepoan sang adik brayen langsung saja mengatakan jika zion bekerja karna ingin menabung untuk masa depannya dan calon istrinya. yang lebih parahnya lagi brayen mengatakan zion ingin menikah setelah lulus kuliah.
"gue mamang ingin menabung untuk masa depan gue dan calon istri gue" ucap zion tersenyum melihat wajah kesal lea.
melihat kemarahan di mata lea, ayu, galang dan zion hanya mampu menutup mulut mereka sambil menatap lea binggung.
"memangnya kenapa le?" ucap galang memberanikan diri.
"tidak apa apa. gue mau ke toilet dulu" ucap lea langsung saja pergi.
melihat sikap lea, ayu, galang dan zion hanya mampu saling bertatapan penuh tanya. namun ntah kenapa melihat lea seperti itu hati zion merasa sakit karna telah membuat orang yang ia cintai bersedih.
*****
lea termenung seorang diri di dalam toilet dia menatap intens pantulan dirinya di dalam cermin. ntah mengapa kata kata zion yang mengatakan jika dia sudah mempunyai calon istri selalu tergiang di pikirannya hingga membuat hatinya begitu teriris.
lea mulai membasuh wajahnya lalu menarik napasnya dalam dalam agar pikirannya bisa kembali ke semula.
perasaannya yang saat ini sedang hancur tidak boleh terlihat oleh ketiga sahabatnya. dia harus terlihat biasa saja seperti tidak ada masalah apapun.
__ADS_1
setelah selesai mengatur perasaannya lea kembali bergabung dengan ketiga sahabatnya. wajahnya seketika berubah dia tersenyum lebar dan terlihat bahagia walaupun hatinya masih terasa sakit.
"setelah ini kita kemana lagi?" ucap lea kembali bergabung dengan ketiga sahabatnya.
"maaf le, gue harus bekerja" ucap zion memelas.
"ia le, biarkan zion bekerja. besok jika dia cuti kita akan mengahabiskan waktu bersama tapi kakakmu ikut ya" ucap ayu mencoba memberi pengertian ke adik iparnya itu.
"ya sudah terserah kakak saja" ucap lea mengalah.
mereka langsung saja kembali menyantap makanan mereka masing masing. setelah selesai mereka langsung saja berpisah karna zion haris kembali ke kantor untuk bekerja.
sedangkan ayu dan lea harus kembali ke mension mereka, sedangkan galang jangan di tanya lagi dia akan berkencang buta dengan salah satu kekasihnya.
*****
di mension rayhan.
ayu terlihat sedang sibuk membaca novel online di dalam ponselnya. sangking asiknya dia tidak sadar jika suaminya telah berdiri di depannya sambil menatap tubuh seksinya yang hanya mengunakan lingrie tipis.
melihat ayu yang begitu pokus dengan ponselnya brayen yang penasaran langsung saja naik ke ranjang mereka lalu memeluk erat tubuh istrinya.
"sayang" ucap ayu kaget karna tiba tiba suaminya memeluknya begitu eratnya.
"apa sainganku sekarang adalah ponselmu ini sayang" ucap brayen menyingkirkan ponsel yang ada di tangan ayu
"maaf sayang, karna terlalu sibuk memainkan ponsel aku sampai tidak sadar jika kau sudah pulang" ucap ayu merasa bersalah.
"tidak apa apa sayang, setidaknya kau memberiku kejutan saat aku pulang" ucap brayen sambil menatap genit ke seluruh tubuh ayu.
"mandi dulu" ucap ayu mencoba membuka jas suaminya yang masih melekat.
brayen terus saja menatap lekat wajah istrinya yang sedang pokus membuka jasnya. melihat bibir pink istrinya yang sudah menjadi candu untuknya brayen langsung saja mencium lembut bibir mungil itu.
sadar dengan sikap suaminya ayu langsung saja berdiri menyimpan jas suaminya. namun brayen tidak tinggal diam dia juga ikut berdiri lalu memeluk tubuh langsing istrinya dari belakang.
dia langsung saja menciumi leher jenjang istrinya sambil meninggalkan jejak kepemilikannya di sana. lalu meraba seluruh tubuh istrinya dengan nakalnya.
__ADS_1
ayu yang sudah terbawa hasrat langsung saja membalikkan tubuhnya lalu melingkarkan tangannya ke leher jenjang suaminya. melihat sikap istrinya brayen langsung saja tersenyum lalu mulai melancarkan aksinya
bersambung.....