Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
49# sudah selesai


__ADS_3

brayen terus saja melangkahkan kakinya sampai di depan pintu ruangan key. namun langkahnya terhenti ketika widi menghalanginya.


tak tinggal diam brayen langsung saja menghajar widi dengan membabi buta. walaupun tubuhnya harus menahan sakit karna mengalami beberapa memar karna terkena pukulan namun tekat brayen untuk menyelamatkan adiknya membuat tenaganya semakin besar.


"kenapa sekarang kamu malah mau menolong adik tirimu itu?. bukankah selama ini kau selalu mengacuhkannya bahkan tak jarang menghina kehadirannya?" ucap widi mengalihkan perhatian brayen.


"aku memang membenci kehadirannya tapi aku juga seorang pria yang tidak bisa melihat wanita di tindas" ucap brayen sambil terus memperhatikan gerakan widi.


hingga jayden datang membantunya jayden langsung saja menyerang widi agar brayen bisa langsung menolong anggel.


"tuan selamatkan nona anggel. biar pecundang ini aku yang mengurus" ucap jayden mengambil alih menyerah widi dan memberi jalan agar tuannya bisa segera membantu anggel.


widi mencoba menghentikan brayen namun jayden terus saja menglanginya. hingga brayen sampai di depan pintu ruangan anggel yang di bawa oleh key.


brukkk....


brayen langsung saja menendang pintu yang berdiri kokoh itu dengan sekali tendangan pintu itu langsung saja terbuka.


mata brayen kembali memancarkan kemarahan yang begitu dalam setelah melihat key yang bertelanjang dada menjelajahi tubuh adiknya yang sudah sangat kacau.


brukkkk.....


brayen langsung saja menendang key dengan sekuat tenaganya sehingga pria kekar itu langsung tersungkur ke lantai.


brayen menatap keadaan anggel yang sangat kacau. terlihat beberapa bagian tubuhnya terlihat karna pakaiannya tersobek lebar karna ulah key.


pakaian yan sudah mengalami sobek di mana mana, rambut yang berantakan, wajah yang kacau dan pucat karna ketakutan dan lengannya yang memerah karna cengkraman key yang begitu kuat membuat hati brayen teriris membayangkan apa yang terjadi kepada adiknya jika dia sampai terlambat datang.


"berani kau menyentuh kedua adikku?" teriak brayen menatap key yang masih tersungkur di lantai.


brayen langsung saja mendekati key lalu menghajarnya secara membabi buta. dia tidak peduli jika key meringis kesakitan karna pukulan bertubi tubi darinya.


ingin sekali key melawan setiap serangan dari brayen namun brayen terus saja menghajarnya secara berutal hingga tidak ada kesempatan untuknya melawan.


anggel hanya melihat keberutalan sang kakak sambil menangis kesegukan ia mencoba untuk menutupi sebagian tubuhnya yang terlihat karna sobekan di pakaiannya.


namun para polisi datang. mereka langsung saja mengamankan seluruh anggota andraks tak tersisa. beberapa polisi yang memasuki ruangan key langsung saja memisahkan brayen yang menghajar key sampai babak belur.


"lepaskan saya, biarkan saja mengajar pecundang itu" teriak brayen ketika tiga polisi memeganginya dan menjauhkan dirinya dengan key.

__ADS_1


sedangkan polisi yang lainnya mencoba membantu key yang sudah berlumuran darah hampir tidak bernyawa lagi. jika para polisi terlambat datang sudah di pastikan key akan mati sia sia di tanggan brayen.


"sudah sayang" ucap ayu lirih melihat kemarahan suaminya. dia mencoba memeluk suaminya sambil menangis kesegukan.


melihat sang istri menangis brayen langdung saja membalas pelukan sang istri lalu mencium keningnya untuk mengambil ketenangan di dalamnya.


"sudah sayang semua sudah selesai" ucap ayu kesegukan sambil memperkuat pelukannya.


brayen yang mulai tenang karna pelukan ayu langsung saja menatap anggel yang masih meringkuk ketakutan di atas kasur key.


brayen langsung saja melepaskan pelukan ayu lalu menghampiri anggel aambil melepaskan kemejanya.


brayen langsung saja menutupi tubuh anggel menggunakan kemejanya lalu menatap sang adik yang masih gemetar ketakutan.


brayen merapikan rambut anggel yang mehalangi wajah cantiknya sambil menatap lekat wajah adiknya. ntah mengapa hatinya begitu teriri melihat keadaan adiknya yang begitu kacau.


tak berpikir panjang brayen langsung saja membawa tubuh langsing sang adik ke dalam gendongannya.


melihat itu semua orang yang di sana merasa sangat terharu karna akhirnya brayen mau menatap menatap anggel.


brayen langsung saja mengayunkan langkahnya sambil mengedong anggel di dalam dekapannya. anggel yang masih ketakutan langsung saja memeluk sang kakak.


"baik tuan muda" ucap kepala polisi itu menunduk hormat.


brayen langsung saja melangkahkan kakinya meninggalkan gedung itu di ikuti oleh sang istri dan zidan, lea, dan rayhan di belakangnya bersama seluruh pengawal mereka.


sedangkan galang, zion dan jayden membantu polisi mengamankan seluruh anggota andraks dan memastikan mereka semua menekam di jeruji besi di waktu yang lama.


*****


flasback.


ayu yang sudah sampai di mension rayhan terus saja mondar mandir di kamarnya sambil berdoa dia sangat khawatir dengan keadaan suaminya dan juga para adik iparnya.


hingga tiba tiba ponselnya berdering dan tercantum nama anita di dalamnya. tak berpikir panjang ayu langsung saja menekan tobol hijau lalu meletakkan menda pipih itu di telinganya.


"hello, ada apa nit?" ucap ayu mencoba untuk tenang.


"yu, tolong anggel yu. di..dia" ucap anita gugup ketakutan.

__ADS_1


"kamu di mana sekarang?" ucap ayu.


"aku ada di jalan dekat kampus yu" ucap anita masih menangis.


"tunggu di sana aku akan ke sana" ucap ayu langsung mematikan ponselnya.


lalu ia berjalan tergesa gesa untuk langsung menemui anita. namun langkahnya terhenti ketika melihat anissa berdiri di depan pintu kamarnya.


"mama" ucap ayu gugup.


"kamu mau kemana?" ucap anissa yang curiga dengan gerak gerik menantunya.


dia memang melihat dimana lea mengantar ayu dan langsung pergi begitu saja da dia curiga ada yang tidak baik ketika suaminya juga sama dia langsung meninggalkan mension mereka setelah bicara dengan menantunya.


"a..ayu mau" ucap ayu gugup sambil terus memikirkan alasan agar mama mertuanya tidak curiga.


"apa yang sedang terjadi yu?" ucap anissa menatap ayu penuh selidik.


"itu ma. ayu mau" ucap ayu mencoba mencari alasan.


"jujur sama mama yu. ada apa sebenarnya?" bentak anissa menatap tajam ayu.


melihat kemarahan sang mama mertua ayu hanya menunduk lalu menceritakan semuanya. mendengar ucapan menantunya anissa langsung saja menangis menghawaitirkan keadaan anggel.


bagaimanapun dia telah menggap anggel sebagai putrinya sendiri. dia langsung saja menatap ayu sambil memikirkan cara untuk membantu anggel.


"kamu pergilah bersama supir. mama akan hubungi polisi" ucap anissa.


"baik ma" ucap ayu langsung saja pergi menemui anita.


ayu melihat anita masih saja menangis ketakutan di tempat anggel di bawa aleh key. tak mau berpikir panjang ayu langsung saja menengangkan anita yang ketakutan.


"apa kamu tau ayu akan di bawa ke mana leh key?" ucap ayu setelah melihat anita tenang.


"pasti anggel di bawa ke markas andraks yu" ucap anita mengingat key adalah ketua geng motor andraks.


"ayo kita ke sana" ucap ayu langsung saja membawa anita ke dalam mobil lalu memerintahkan supirnya untuk menuju lokasi yang di katakan anita.


flash on.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2