
di kediaman leon.
anggel sedang termenung seorang diri di teras kamarnya. ia menatap rembulan dan juga bintang bintang yang indah di gelapnya langit.
namun keindahan lagit gelap itu tak sama dengan wajahnya yang terlihat penuh dengan kesedihan. pikiran anggel terus di kelilingi dengan kejadian dimana kakak dan juga wanita yang memberinya kasih sayang seorang ibu di permalukan di depan umum.
leon yang memeriksa keadaan putrinya karna sepulang dari pesta anggel tak ada bicara sepatah katapun. dia melihat putrinya termenung seorang diri di teras kamarnya.
leon yang melihat keadaan putrinya tak sadar meneteskan air matanya. dia tak menyangka jika kesalahannya di masalalu membuat hidup kedua anaknya menderita.
"sayang. ayah tau apa yang sedang kamu pikirkan" ucap leon membuyarkan lamunan putrinya.
anggel yang tersadar dari lamunannya langsung menghapus air matanya lalu menatap sang ayah.
"ayah tau kamu sedang bingung membela antara orang yang kamu cintai atau kakak dan juga wanita yang memberimu kasih sayang seorang ibu" ucap leon duduk di samping putrinya.
mendengar ucapan sang ayah, anggel hanya menunduk tanpa bicara sepatah katapun.
"ayah tidak akan memaksamu memilih antara mereka nak. tapi ayah hanya mau mengatakan kepadamu jika harus membela yang benar dan melawan yang salah" ucap leon.
"lihatlah kakek dan nenekmu nak. mereka sampai tidak menganggap ayah dan malah menganggap tantemu anissa sebagai putri mereka sendiri. mereka menghukum ayah bahkan kakekmu tidak mau melihat wajah ayah nak padahal ayah adalah putra kandung mereka dan tantemu anissa hanyalah menatu mereka"
" kamu belajarlah dari kakek dan nenekmu mereka membela yang benar dan menghukum yang salah tak peduli yang salah itu adalah putra kandungnya sendiri" ucap leon menatap wajah putrinya.
tanpa mereka sadari pembicaraan mereka terdengar oleh luna. luna hanya diam mendengarkan pembicaraan putri dan juga suaminya.
dia tak menyangka jika perbuatannya di masa lalu sangat berdampak kepada putrinya. jujur saja dia takut jika semua orang tau dia lah penyebab hancurnya rumah tangga anissa dan leon.
karan jujur saya yang mengetahui masalah mereka di masa lalu hanyalah keluarga mereka karna anissa tidak membicarakan masalah mereka kemanapun.
anissa hanya bercerita jika hubungannya dan leon berakhir karna tidak ada lagi ke cocokan di antara mereka.
__ADS_1
bahkan banyak juga yang tidak tau jika rayhan adalah suami kedua anissa. karna rayhan mempublikasikan jika brayen adalah putranya pewaris kekayaannya.
di tambah lagi brayen yang mengunakan nama keluarga adhijaya sehingga membuat semua orang percaya jika brayen adalah putra kandung rayhan.
"jika kamu ragu mintalah petunjuk dari allah nak. karna hanya dialah yang akan memberi petunjuk yang baik untuk kita" ucap leon mengelus rambut panjang anggel.
"jika aku membatalkan pertunanganku apa ayah tidak keberatan?" ucap anggel tiba tiba.
"kenapa ayah harus keberatan? itu hak mu nak ayah hanya menjadi pendukungmu dari belakang jika yang kamu lalukan adalah benar. hidup dan kebahagiaanmu kamulah yang menentukan nak." ucap leon tersenyum.
"ayah akan selalu mendukung setiap langkahmu jika kamu melangkah ke jalan yang benar. jika kamu masuk ke jalan yang salah ayah juga akan selalu membantumu untuk kembali ke jalan yang benar" ucap dion memeluk putrinya.
melihat kedekatan putri dan suaminya luna hanya mampu menangis haru karna sejak mengetahui kejadian di masa lalu mereka anggel seperti menjaga jarak ke luna.
******
di kediaman rayhan.
seperti biasa di pagi hari anissa sedang sibuk wara wiri dengan peralatan masaknya. walaupun kejadian semalam terus berputar di pikirannya dia terap berusaha terlihat tegar untuk keluarga tercintanya.
"sayang... apa kamu mencoba terlihat tegar di depan suamimu ini?" ucap rayhan lembut.
"tidak sayang aku tidak apa apa" ucap anissa terus berkutik dengan alat masaknya tanpa menatap sang suami.
"sayang kita bersama sudah 22 tahun jadi aku tau persis bagaimana dirimu walaupun kamu menyembunyikannya dariku" ucap rayhan memutar tubuh sang istri sehingga mereka saling bertatapan.
"sayang aku melihat dengan jelas ada kecemasan di wajahmu. apa kamu lupa jika suami istri itu harus saling berbagi? berbagi suka maupun duka." ucap rayhan menatap lekat wajah anissa.
"sayang aku menghawatirkan kedua anak kita" ucap anissa menunduk dan tak segaja air bening itu tumpah membasahi wajah mulusnya.
melihat reaksi sang istri rayhan langsung membawa tubuh mungil sang istri kedalam pelukannya.
__ADS_1
dia memeluk erat tubuh istrinya sambil mencium lembut kening sang istri tanpa memperdulikan para pelayan yang ada di sana.
"kalian selesaikan masakan nona besar kalian." perintah rayhan sambil membawa anissa pergi menuju kamar mereka.
" baik tuan" ucap kepala pelayan sambil menunduk memberi hormat.
setelah menyerahkan pekerjaan sang istri kepada para pelayannya rayhan langsung membawa istrinya kedalam kamar mereka.
rayhan langsung mendudukkan istrinya di tepi ranjang mereka lalu rayhan juga ikut duduk di sampingnya sambil mengengam erat tangan istrinya.
"sayang apa yang sedang kamu khawatirkan?" ucap rayhan menatap lekat netra mata istrinya.
"aku takut jika kedua anak kita larut dalam dendam yang tak ada ujungnya. apa lagi melihat reaksi lea semalam. aku melihat aura kemarahan dan kebencian yang sangat besar di wajah putri kita" ucap anissa lirih mengingat bagaimana mengilanya putrinya semalam.
"kamu tak perlu menghawatirkannya sayang. aku tau kedua anak kita pasti bisa mengatasi amarah mereka masing masing" ucap rayhan menatap anissa tersenyum.
"tapi mereka juga manusia biasa sayang" ucap anissa lirih.
"apa kamu tidak percaya kepada kedua anakmu dan juga semua didikanmu?" ucap rayhan menatap lekat anissa.
mendengar ucapan rayhan, anissa langsung menatap rayhan penuh tanya.
"jika kamu tanya kepadaku maka aku akan menjawab aku sangat percaya kepada kedua anakku dan juga semua didikanmu." ucap rayhan menatap lekat wajah anissa.
"percayalah sayang anak kita tidak akan mudah terjerumus ke lobang yang salah. aku yakin anak kita pasti kuat untuk menghadapi ujian ini. jika kamu ragu ambillah wudhu lalu mengadulah di atas sajadah. aku yakin allah akan membantu kita untuk menjaga agar kedua anak kita tidak jatuh kejalan yang salah" ucap rayhan meyakinkan anissa.
mendengar ucapan suaminya berlahan kecemasan yang ada di dalam hati anissa hilang entah kemana. dia langsung menatap netra mata suaminya sambil tersenyum.
"terima kasih sayang karna telah menjadi iman yang baik untukku. iman yang selalu menopangku saat aku hendak terjatuh, selalu menasehatiku ketika aku melakukan kesalahan dan imam yang selalu memberiku kekuatan ketika aku lemah" ucap anissa tersenyum.
"tak perlu bertarimakasi untuk itu sayang karna apa uang aku lakukan tak sebanding dengan pengorbananmu untuk keluarga kita" ucap rayhan tersenyum.
__ADS_1
"aku sangat mencintaimu" ucap anissa lembut.
"aku lebih sangat mencintaimu sayang. bagi ku kaulah napasku dan juga hidupku" ucap rayhan menciumi wajah sang istri.