Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
26# makna persahabatan


__ADS_3

seperti biasa setelah jam pelajaran telah habis lea, galang, zion dan ayu akan pulang bersama. mereka berjalan sambil bercanda gurau bersama.


namun betapa terkejutnya lea melihat sang kakak berada di depan gerbang kampus.


"kakak. ada apa sampai kakak datang ke kampus?" ucap lea membulatkan matanya.


"apa kalian buat masalah lagi?" ucap zion datar.


mendengar ucapan zion, lea dan galang langsung saling lempar pandangan.


"tidak" ucap lea terkekeh kecil.


"masalah apa lagi yang kalian buat?" ucap ayu mengelengkan kepalanya.


"tidak ada kakak ipar" ucap galang tersenyum.


"ehem" dehem brayem melihat ke empat sahabat itu masih asik bercerita.


"eh kakak. ada apa kak?" ucap lea manja.


"tidak ada. kakak hanya ingin menjemput tuan putri kakak" ucap brayen tersenyum.


"kakak perhatian sekali sih sampai buang buang waktu kakak untuk jemput aku. tapi aku kan bawa motor" ucap lea terharu.


"siapa yang mau menjemputmu?" ucap brayen mengerutkan keningnya.


"tadi kakak bilang mau jemput tuan putri kakak. tuan putri kakak kan aku" ucap lea binggung karna brayen selalu mengatakan jika dia adalah adik kecil dan juga tuan putrinya.


mendengar ucapan adiknya yang polos brayen langsung memukul dahi sang adik pelan sambil terkekeh.


"tapi kakak jemput tuan putri kakak yang satu lagi" ucap brayen melirik ayu tersenyum.


mendengar ucapan sang kakak lea langsung melipat kedua tangannya sambil menunjukkan mode ngambeknya.


"mentang mentang sudah ada calon istri, adiknya sendiri di lupain" ucap lea jutek.


"kamu tetap tuan putri dan juga adik kecil kakak, tapi kamu harus berbagi kasih sayang kakak untuk kakak iparmu. bukankah kamu sendiri yang menyuruh kakak untuk menikah dengannya tapi kenapa sekarang kamu yang cemburu?" ucap brayen memengang dagu adiknya sehingga mereka saling bertatapan.


mendengar ucapan sang kakak, lea langsung tersenyum.


"kakak benar juga" ucap lea tersenyum.


saat mereka sedang asik bicara tiba tiba key berjalan melewati mereka sambil menatap lea tesenyum.

__ADS_1


melihat itu lea kemudian sadar dengan janjinya jika sore ini mereka akan bertemu di ring tinju.


"eh ia. kakak lea pergi dulu ya sebab lea ada janji penting" ucap lea tersenyum.


"janji apa?" ucap brayen dengan tatapan penuh selidik. dia merasa jika adiknya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


"ada deh. kakak kepo" ucap lea terkekeh.


"tapi ini sudah sore le" ucap brayen.


"kakak tenang saja lea pasti pulang tepat waktu. dada kak sampai ketemu di rumah. doain lea ya kak. galang ayo" ucap lea menarik tangan galang lalu berlari ke arah parkiran motor mereka.


melihat tingkah lea, zion semakin curiga jika kedua sahabatnya itu sedang menyembunyikan sesuatu yang sangat penting. tak mau banyak pikir zion langsung saja berlari mengikuti lea dan juga galang.


sedangka brayen terus saja metapa punggung adiknya yang sudah jauh darinya. dia terus saja berpikir tentang ucapan adiknya tadi.


"kakak sedang memikirkan apa?" ucap ayu yang melihat brayen terus menatap kepergian adiknya.


"kakak merasa jika lea sedang menyemounyikan sesuatu dari kakak" ucap brayen terus menatap kepergian adiknya.


"sama kak. aku juga merasa begitu sedari tadi" ucap ayu yang curiga dengan kedua sahabatnya.


mendengar ucapan ayu brayen langsung menatap ayu sambil mengerutkan keningnya.


"apalagi yang akan dia lakukan. apapun itu aku mohon lindungilah adikku ya allah" batin brayen sambil menatap ke atas langit.


******


zion mulai heran ketika lea dan galang membawanya ke area ring tinju. zion terus saja berpikir apa yang akan mereka lakukan di tempat seperti itu.


"galang untuk apa kita kemari?" ucap zion akhirnya menanyakan hal yang sedari tadi menganggu pikirannya.


"lea akan bertarung dengan key" ucap galang datar.


"apa?" zion terkejut langsung saja membulatkan bola matanya.


"lea taruhan dengan key jika key kalah maka dia akan meminta maaf ke kak brayen dan juga tante anissa di depan umum" jelas galang.


"jika lea kalah?" ucap zion mulai khawatir karna dia tau bagaimana key dan juga anak buahnya.


bukannya menjawab galang hanya diam sambil mengepalkan kedua tanggannya. hingga membuat zion semakin takut tentang apa yang akan di pertaruhkan lea.


"galang" teriak zion menatap tajam galang.

__ADS_1


"lea akan menghabiskan malam bersama key" jelas galang sambil menitikkan air matanya.


"apa? lho gila ya lang. lho biarin lea ngelakuin itu?" teriak zion tak percaya.


"gue sudah berusa ngelarang dia zi. tapi lho tau sendirikan bagaimana lea?" galang.


"dimana lea" teriak zion.


"dia sedang ada di ruang ganti" ucap galang menunduk.


mendengar ucapan galang, zion langsung saja berlari untuk mencari keberadaan lea.


"lea" teriak zion setelah melihat lea keluar dari ruang ganti dengan seragam tinju yang lengkap.


"gue bisa jelasin zi" ucap lea lirih melihat wajah sahabatnya penuh dengan kemarahan.


"jelasin apa lagi lea. galang sudang menjelaskan semuanya ke gue. gue gak nyangka jika lho bisa segila ini le. lho buat kehormatan lho sebagai taruhan lho gila lea" teriak zion tak percaya.


"gue memang gila zi. gue gila karna gue tidak terima harta gue yang paling berharga di hina di deoan umum. gue akan ngelakuin apapun agar nama baik mama dan juga kakak kembali lagi" ucap lea menatap zion.


"termasuk membuat kehormatan lho jadi bahan taruhan?" ucap zion menatao tajam lea.


"gue akan bertarung sekuat tenaga gue untuk memperjuangkan kehormatan gue dan juga kehormatan mama dan kakak. lho harus percaya kepada gue zi" ucap lea menatap zion.


mendengar ucapan lea, zion langsung meneteskan air matanya lalu membawa tubuh munggil lea kedalam pelukannya.


"gue akan selalu mendukung lho le. gue janji akan selalu ada di samping lho dan menghadapi semua ini bersama sama" ucap zion lalu mencium lembut kening lea.


"doain gue zi" ucap lea tersenyum.


"gue akan selalu doain lho le" ucap zion menatap lekat wajah cantik lea.


galang yang melihat semua itu hanya bisa tersenyum.


"gue janji le jika ada luka yang mengenai tubuhmu karna pertarungan ini maka gue akan membalasnya berkali kali lipat." batin galang mengepalkan tangannya geram.


"gue janji le jika ada sedikit saja luka di tubuh lho maka gue akan menghabisinya dengan tangan gue sendiri. karna jika ada yang berani menyakiti lho itu sama saja dia menyakiti gue" batin zion menatap lekat wajah sahabatnya itu.


"kami akan selalu mendukung lho le. baik itu dalam doa ataupu tidakkan" ucap galang menghampir kedua sahabatnya.


"makasi" ucap lea langsung memeluk kedua sahabatnya itu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2