
setelah selesai menenangkan sang istri rayhan langsung mengajak sang istri untuk sarapan. namun ketika mereka hendak sampai di ruang makan mereka di kejutkan dengan penampakan lea yang sudah rapi duduk memakan sarapannya bersama brayen.
tak seperti biasanya anissa harus teriak sekuat tenaganya untuk membangunkan putrinya namun kali ini putrinya malah bangun di pagi hari dan duduk bersantai memakan sarapannya.
"sayang kamu tidak sakit kan?" ucap rayhan meletakkan punggung tangganya di kening putrinya.
"lea sehat pa" ucap lea.
"pa, ma lea sudah selesai lea berangkat dulu ya" ucap lea menyalim kedua orang tuanya bergantian.
"kak lea beranhkat ya" ucap lea beralih menyalim sang kakak.
"kamu tidak boleh melakukan apapun. biar kakak saja yang mengurusnya" ucap rayhan datar.
"tapi kak" ucap lea kesal.
"kakak tau apa yang harus kakak lakukan. jadi jangan membuat onar" ucap brayen datar.
"sayang" ucap anissa lirih.
"mama tenang saja brayen tidak akan melakukan hal yang membuat brayen jatuh ke jalan yang salah. percaya sama brayen ma." ucap brayen lembut.
" brayen juga sudah selesai ma. brayen brangkat dulu ya" ucap brayen menyalim tangan kedua orang tuanya secara bergantian.
"kamu kenapa hanya berdiri di sini?" ucap brayen melihat adiknya masih betah pada tempatnya.
"ia lea berangkat" ucap lea menghentakkan kakinya lalu berjalan beriringan dengan sang kakak.
"kamu tau bagaimana singa memantau mangsanya kan?" ucap brayen tiba tiba.
mendengar ucapan sang kakak, lea hanya mengerutkan keningnya sambil menatap sang kakak.
"singa selalu mengintai mangsanya dari kejauhan. dia diam bersabar untuk menunggu saat yang tepat untuk menyerang. ketika dia melihat waktu yang tepat untuk menghabisi mangsanya di situlah dia langsung menyerang dengan brutal tanpa ada ampunan sedikitpun" ucap brayen tersenyum sinis.
mendengar ucapan sang kakak, lea langsung menatap sang kakak dengan penuh kekaguman.
"wahh. kakak keren, ternyata kakak lebih brandal dari lea" ucap lea sambil menatap sang kakak kagum.
melihat tingkah lea, brayen hanya mengipaskan tangannya lalu pergi meningalkan adiknya seorang diri.
"dasar kakak durhakim selalu saja meninggalkan adiknya yang cantik dan imut ini seorang diri" ucap lea kesal lalu menaiki motor gedenya.
*****
alex dan tina sedang melakukan sarapan bersama terlihat wajah alex masih sangat kesal karna kejadian semalam.
dia terus saja mengerutu kesal karna tak terima kakak ipar dan juga keponakannya di hina di depan umum.
" papa bingung kenapa keluarga ajhiwinata selalu mencari keburukan keluarga kita ya ma" ucap alex mengaduk aduk makanannya.
__ADS_1
"mungkin mereka meremehkan kak rayhan karna mereka berhasil mengalahkan perusahaan kak rayhan pa" ucap tika menebak.
"memang kalau orang sombong menang dikit saja udah bangganya minta ampun" omel alex seperti emak emak.
"assalam wallaikum" ucap lea menghentikan pembicaraan mereka.
"wallaikum sallam. eh sayang tumben pagi pagi gini sudah ke sini" ucap alex mengoda keponakannya.
mendengar ucapan sang paman lea hanya terkekeh kecil sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"galang mana ya paman?" ucap lea yang tak melihat batang idung sepupunya itu.
"masih tidur sayang. sana coba kamu bangunin" ucap tika.
"ya sudah biar lea yang bangunin ya tante" ucap lea langsung berjalann ke arah kamar galang.
sesampainya di kamar galang, lea langsung saja masuk dan melihat galang masih tertidur dengan pulasnya.
galang adhijaya masih tertidur dengan begitu nyeyaknya tanpa menyadari kehadiran lea di dalam kamarnya.
"wah... ternyata dia lebih kebo dari gue ya" ucap lea menatap wajah galang.
"bagaimana ya cara bangunin makhluk astral satu ini" ucap lea sambil mengigit kukunya.
"to...long ada kebakaran.. kebakaran" teriak lea sekuat tenaganya.
"ke...kebakaran. mana mana kebakarannya" ucap galang ketelipungan sambil melompat dari kasurnya.
"buaha...ha..ha" seketika tawa lea meledak ketika melihat reaksi galang yang sudah seperti orang gila.
menyadari dirinya sedang di permainkan oleh lea, galang langsung menatap kesal ke arah lea.
"leaa" teriak galang kesal.
sadar dengan ke marahan galang lea langsung mengambil langkah seribu untuk menyelamatkan dirinya.
"ha..ha...ha kebo terkejut ha...ha..." tak lupa lea terus tertawa puas sambil mengejek galang saat berlari.
"arghh... kakak kuarang ajar" ucap galang melempar lea dengan bantalnya.
"tidak kena" ucap lea sambil menjulurkan lidahnya mengejek galang.
"awas lho ya bakalan gue bales lho" ucap galang kesal lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
alex dan tina yang mendengar keributan yang di lakukan keponakannya hanya bisa mengelengkan kepala merema sambil terkekeh kecil.
"pa, papa lihat keponakan papa itu kelakuannya gak beda jauh dari papa" ucap tina terkekeh.
__ADS_1
"ia ma. melihat mereka papa jadi ingat masa masa papa, kak zidan dan kak rayhan waktu kecil dulu. selalu bertengkar tapi juga saling menyayangi satu sama lain" ucap alex mengingat kenangan masa kecilnya.
"paman. lea mau sarapan" ucap lea sambil berlari lalu duduk di samping pamannya.
"kamu mau sarapan apa sayang?" ucap alex tersenyum.
"lea mau roti pakai selai coklat" ucap lea manja.
"siap tuan putri" ucap alex langsung menyiapkan sarapan untuk keponakannya.
lea memang sangat dekat dengan alex. alex juga sangat menyayangi lea bahkan sangat memanjakan lea sehingga lea selalu mengadu kepadanya jika di marahi ooeh anissa.
"galang mana sayang?" ucap tina.
"masih mandi tante" ucap lea sambil memakan makanannya.
tak berselang lama galang turun dengan penampilan yang sangat rapi. tapi tak serapi wajahnya yang cemberut karna kesal dengan tingkah sahabat sekaligus sepupunya tadi.
"sayang kenapa wajahmu cemberut seperti itu?" ucap tina melihat wajah putranya.
"hahah... kalau kau selalu cemberut seperti itu lama lama papa akan jauh terlihat muda darimu" ucap alex terkekeh mengoda anaknya.
"memang apa hubungannya paman?" ucap lea polos.
" orang yang suka cemberut seperti itu akan cepat tua. lihat paman selalu terlihat muda karna paman selalu ceria" ucap alex dengan pedenya.
"sadar umur pa" ucap tina menatap alex.
"ia ma. tapi hatiku kan selalu untukmu" ucap alex mengoda tina sembil mengedipkan satu matanya.
"ehem" dehem alex dan lea merasa aura keromantisan akan segera di mulai.
alex memang tipe pria yang sangat romantis dan juga suka mengombali istrinya. tak peduli dimana pun dan kapanpun dia akan selalu menghujani istrinya dengan rayuan mautnya.
"pa, ma galang dan lea berangkat ya." ucap galang menyalim tangan kedua orang tuanya.
"silahkan papa dan mama boleh beromantis romantisan sesuka hati kalian" ucap galang menarik tangan lea yang nasih mamakan rotinya.
"galang tunggu gue belum minum" ucap lea dengan mulut penuhnya.
"ini minuman gue" ucap galang memberikan botol minum yang selalu dia bawa.
"ternyata kebiasaan lho yang satu ini tidak bisa lho tingalin ya" ucap lea terkekeh mengingat kebiasaan galang yang selalu membawa botol minum kemana pun.
"diem lho. mau minum apa engak?" ucap galang kesal.
"hehe.. ia gue minum", ucap lea terkekeh.
bersambung....
__ADS_1