Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
44# dendam


__ADS_3

brayen terus saja memperhatikan gerak gerik seluruh kliennya. setelah itu dia menatap lekat wajah sang papa.


"tuan rayhan adhijaya apa benar perusahaan anda melakukan pengelapan dana sebesar 10 milyar?" ucap brayen datar tanpa ekspresi.


"maaf tuan brayen sky adhijaya, bukankah selama setahun ini anda ikut mengurus perusahaan saya. jadi tidak perlu saya menjelaskannya karna anda lebih tau tentang perusahaan saya. karna perusahaan saya bisa kembali berdiri seperti sekarang atas kerja keras anda, bukan?" ucap rayhan sopan.


"benar sekali, jay" ucap brayen kembali menatap jayden.


"saya tuan" ucap jayden menunduk.


"kamu selidiki siapa pengirim berkas ini dan semua yang menjadi dalangnya. saya tidak mau ketinggalan sedikitpun" ucap brayen penuh penekatan setiap kata katanya.


dia akan mengungkap siapa yang berani menjatuhkan nama baik perusahaan papanya. pastinya akan memberikan hukuman yang setimpal kepada setiap orang yang berani bermain main dengannya.


dia tidak akan membiarkan kejadian setahun lalu terulang kembali. dimana perusahaan sang papa hampir saja bangkrut karna kelicikan rekan bisnisnya.


"baik tuan" ucap jayden sambil mengambil berkas di tangan brayen.


"mari kita mulai rapatnya" ucap brayen.


"baik tuan" ucap semuanya serentak.


rapat pun dimulai dengan begitu menegangkan para pejabat pejabat yang begitu sombong dan angkuh itu hanya bisa menunduk tanpa berani menatap wajah brayen.


mereka menghawatirkan nasib perusahaan mereka masing masing mengingat kejadian di ruang tunggu tadi.


tak kalah dengan reaksi si sombong dedi dan juga tomi. keringat mereka terus saja bercucuran membasahi jas kuasa mereka.


apa lagi di tambah tatapan brayen yang begitu menakutkan kepada mereka membuat jantung mereka berdetak tak karuan.


brayen yang mereka anggap hanya anak lemah yang hanya bisa berlindung di bawah perlindungan papa sambungnya teryata jauh lebih menyeramkan dari yang mereka duga.


mereka salah dalam memilih lawan. air yang begitu tenang tanpa mereka dunga bisa menghanyutkan mereka seketika.

__ADS_1


setelah rapat selesai brayen langsung menutupnya lalu kembali menatap para rekan bisnisnya satu persatu.


"saya tau jika di pikiran kalian semua kalian berpikir kenapa saya menyembunyikan identistas saya sebagai pemilik perusahaan ini dan saya hanya diam saja di saat kalian menghina dan merendahkan saya." ucap brayen sepertinya tau apa yang sedang di pikirkan para rekan bisnisnya.


mereka semua langsung terkejut dengan ucapan brayen. mereka dengan serentaknya menatap ke arah brayen.


"jika kalian ingin tau maka jawabanya hanya satu. karna kedua orang tua saya selalu mengatakan jika diatas langit masih ada langit dan di bawah tanah masih ada tanah" ucap brayen menatap sang papa dengan bangga.


"maksud anda tuan?" ucap salah satu rekan bisnis brayen mencoba memberanikan diri karna tidak mengerti dengan ucapan brayen.


"jika kalian diri kalian kaya sudah pasti ada yang jauh lebih kaya dari kalian, jika kalian menganggap diri kalian miskin pasti ada yang jauh lebih miskin dari kalian" ucap brayen tersenyum.


"*apa kalian tau jika apa yang kita miliki saat ini hanyalah titipan yang bisa hilang kapan saja?. kita tidak tau jika sekarang kita berada di atas langit yang sangat tinggi tapi apa kita yakin jika suatu saat kita tidak jatuh ke bawah?"


"untuk apa kita bangga banggakan apa yang kita miliki sekarang jika hari esok kita tidak tau jika kita masih bisa memiliki itu semua."


"saya diam ketika kalian menghina saya karna papa dan mama saya selalu mengajarkan jangan balas orang yang berlaku jahat kepadamu. karna pembalasan Allah lebih kejam dari pembalasan pembalasan kita umat manusia*" ucap brayen tersenyum.


"tapi, di sini saya tegaskan kali ini saya tidak akan membiarkan orang yang berani memfitnah papa saya dan juga yang berani menghina mama saya" ucap brayen tiba tiba tatapannya berubah menjadi tatapan penuh amarah.


"saya akan menghukum mereka semua dengan impas karna berani membuat malaikat saya yaitu mama saya bersedih dan juga pahlawan saya yaitu papa saya berada di posisi sekarang" ucap brayen tersenyum sinis.


dengan seketika tatapan yang penuh kesejukan dan juga kesedihan tiba tiba berubah menjadi tatapan iblis yang sangat menyeramkan.


hingga membuat mereka yang telah berani menghinanya menajadi ketakutan. melihat perubahan putranya yang begitu drastis rayhan langsung saja menatap putranya penuh kesedihan.


dia tidak menyangka jika putranya bisa berubah seketika. dia melihat putranya bukan seperti putranya yang selama ini dia kenal.


*****


di kafe.


anissa, tika, sarah dan tina sedang berkumpul bersama. mereka bersenang senang sebagai pelepas rindu karna sudah lama mereka tidak berkumpul seperti sekarang.

__ADS_1


"nis, bagaimana apa ayu sudah ada tanda tanda?" ucap tika sambil menyeruput minumannya.


karna setelah putrinya menikah mereka belum ada bertemu karna sang putri sedang sibuk mengurus kuliah dan juga mengigat putriny sekarang memiliki suami yang harus dia perhatikan.


"ia nis, aku sudah tidak sabar melihat keturunan mereka. yang satu tampan dan yang satu cantik dan juga sholeha jadi penasaran bagaimana anaknya" ucap sarah membayangkan bagaimana anak ayu dan brayen nantinya.


"iya kak. aku juga pingin agar alex cepat cepat menikah agar aku bisa gendong cucu" ucap tina


"iya juga ya tin. aku juga harus menyuruh zidan secepatnya menikah agar aku bisa cepat gendong cucu" potong sarah semangat.


"em kalau ayu ku perhatikan belum ada mengeluarkan tanda tanda sih tik." jawab anissa.


"tapi kalian tidak boleh memaksa alex dan zion untuk cepat cepat menikah" sambung anissa.


"kenapa?" ucap sarah dan tina serentak.


"alex dan zion akan menjadi kepala keluarga jadi mereka harus siap dulu untuk memegang tanggung jawab mereka. biarkan mereka sukses terlebih dahulu baru kita bisa meyampaika keinginan kita untuk bisa melihatnya menikah" jelas anissa tersenyum.


"makna sukses bukan hanya kaya tapi sukses dalam urusan dunia dan juga akhirat agar nantinya mereka bisa menuntun keluarnganya ke jalan Allah" jelas anissa kembali.


"iya juga ya nis, sama seperti brayen kan?" ucap sarah tersenyum.


mendengar nama putranya di sebut anissa langsung saja menunduk sedih. tah kenapa dia menghawatirkan putranya itu.


"kakak kenapa?" ucap tina yang melihat kesedihan di wajah anissa.


"aku juga tidak tau tin. kenapa belakangan ini aku melihat brayen tidak seperti brayen yang aku kenal selama ini" ucap anissa mengingat perubahan putranya.


"apa brayen ingin membalas orang yang telah menghinamu dan juga memfitnahmu nis?" tebak sarah.


"ia kak, itulah yang paling aku takutkan. brayen akan jatuh kedalam jurang dendam yang sangat menyedihkan" ucap anissa menghawatirkan putranya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2