Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
30# kemarahan sang kakak 2


__ADS_3

brayen terus saja menatap ketiga adiknya dengan lekat. suasana semakin menegang hingga mereka tak sadar jika sang papa sedang mendengarkan pembicaraan mereka.


setelah selesai menenangkan sang istri yang mencemaskan putrinya rayhan memilih bersantai di teras kamar mereka.


di situlah rayhan melihat lea pulang secara diam diam. awalnya rayhan mau menegur putrinya namun melihat putranya sudah berada di kamar lea rayhan memilih untuk mendengarkan pembicaraan mereka secara diam diam.


karna melihat ketiga adiknya tak membuka mulut sama sekali brayen memilih untuk mengambil penda pipih kesayangan sejuta umat itu dari saku celananya.


melihat sang kakak ingin menghubungi seseorang lea, zion dan galang semakin ketakutan. mereka sadar jika sang kakak mencari tau sendiri kejadiannya maka keadaan akan semakin rumit.


"galang akan menceritakan semuanya kak" ucap galang sambil mengengam tangan lea mencoba memberi kekuatan kepada sahabat sekaligus kakak sepupunya itu.


mendengar ucapan galang, brayen langsung saja menatapnya dengan lekat seperti menuntut jawaban atas semua pertanyaannya.


"lea melakukan taruhan dengan key putra keluarga ajhiwinata" ucap galang menunduk.


mendengar ucapan galang, brayen langsung menatap lea dengan tajam.


"jika lea menang?" ucap brayen datar.


"maka key akan meminta maaf di depan publik kepada kakak dan tante anissa karna telah mempermalukan kalian di depan umum" jelas galang.


"jika lea kalah?" ucap brayen menatap lea semakin tajam.


"ma..maka lea akan" ucap galang gugup tak berani melanjutkan kata katanya.


"maka apa galang?" bentak brayen tak lupa dengan tatapan tajamnya yang sangat menyeramkan. membuat ketiga adiknya gemeter ketakutan.


"maka lea akan menghabiskan malam bersama key" ucap zion menunduk ketakutan.


mendengar ucapan zion, brayen langsung saja menatap ketiganya tak percaya.


bugh....


brayen langsung melayangkan tinjunya di meja rias lea hingga dengan sekali pukulan meja itu ambruk dengan mudahnya.


melihat kemarahan sang kakak yang meledak ledak galang, zion dan lea semakin ketakuatan. memang setiap kenakalan yang mereka lakukan akan sang kakak yang selalu turun tangan.


namun mereka tak pernah melihat sang kakak semarah ini. mereka hanya mampu mengengam tangan satu sama lain untuk memberi kekuatan satu sama lain.


brayen terus saja menatap ketiga adiknya dengan mata memerahnya. hingga tatapanya terhenti ke lea.

__ADS_1


"apa kau tak mau lagi mendengarkan perintah kakak?" ucap brayen lirih.


dengan sekejap tatapan yang sangat tajam dan penuh kemarahan berubah menjadi tatapan yang penuh kesedihan.


"bu..bukan begitu kak" ucap lea lirih sambil menatap sang kakak penuh penyesalan.


"jadi apa lea?" bentak brayen.


"ma...maaf kan lea kak.maafkan lea" ucap lea bersimpuh di kaki sang kakak.


"kakak gagal mendidikmu." ucap brayen duduk lemas di tepi ranjang lea.


"bukannya kakak sudah bilang kamu tidak perlu melakukan apapun biarkan kakak yang membalas mereka. apa kamu tidak mengangap kakak lagi lea?" ucap brayen lirih menatap tak percaya adiknya.


"bu..bukan begitu kak. ma..maafkan lea kak" ucap lea mencoba mendekati sang kakak.


"apa pantas seorang wanita berada di ring tinju berhadapan dengan seorang pria untuk membela nama baik keluarganya. sedangkan dia mempunyai saudara laki laki?. kamu juga mempertaruhkan kehormatanmu lea." bentak brayen geram mengingat hal yang di pertarukan sang adik.


mendengar ucapan sang kakak. lea hanya menunduk penuh penyesalan. melihat adik perempuannya terluka demi nama baik keluarganya brayen tak tinggal diam. dia langsung berjalan keluar kamar lea.


"kamu kirimkan lokasi key sekarang" ucap brayen dingin sambil menatap tajam zion.


"baiklah kumpulkan tenaga kalian kita akan menghabisi batang masalah ini tuntas sampai ke akar akarnya" ucap brayen datar tak lupa dengan tatapan yang tak dapat di artikan.


di luar kamar lea, rayhan yang mendengarkan pembicaraan mereka hanya mampu mengepalkan tangannya geram.


sama seperti brayen, dia tak terima jika putrinya harus mengalami hal seperti tadi. apa lagi melihat luka memar di wajah putrinya membuat amarah rayhan semakin memuncak.


*****


di rumah sakit.


key sedang terbaring lemah di rumah sakit di temani kedua anak buahnya wandi dan widi. dia menatap langit langit kamarnya membayangkan kegilan lea di ring tinju tadi.


"sayang kamu kenapa bisa seperti ini?" ucap rita melihat putranya terbaring lemah di bangsal rumah sakit.


"kenapa kamu bisa seperti ini?" ucap dedi tak percaya.


"tidak apa apa mom, key hanya kalah di ring tinju" jelas key datar.


"kenapa key bisa seperti ini. memang siapa lawanya?" ucap dedi tak percaya sambil menatap wandi dan widi.

__ADS_1


"lea om. putri keluarga adhijaya" ucap wandi gugup.


mendengar ucapan widi, dedi dan rita langsung membulatkan matanya terkejut. dia tak percaya jika putranya yang selalu dia banga bangakan kalah dengan seorang wanita.


"memang kenapa kamu bisa berada di ring bersama wanita berandalan itu?" ucap rita.


"dia mengajak key taruhan mom" jelas key.


"taruhan apa?" ucap dedi mengerutkan keningnya.


"jika key kalah maka key harus meminta maaf kepada kakak dan mamanya lea" jelas key datar.


"ternyata keluarga adhijaya pengecut juga" ucap dedi tersenyum meremehkan.


"pi. mommy tidak terima dengan semua ini. mommy tidak mau tau papi harus membalas mereka" ucap rita kesal. dia tak terima putranya harus berakhir di rumah sakit seperti ini.


"mommy tenang saja. papi akan membalas perbuatan mereka" ucap dedi tersenyum licik.


"om mau menghabisi keluarga mereka?" ucap widi tak percaya.


"tentu saja tidak. tapi om akan membuat perusahaan mereka bangkrut. bulan depan om akan mengadakan rapat kerja sama dengan perusahaan A.N. sky.Grub pastinya rayhan adhijaya juga akan hadir di sana" ucap dedi tersenyum licik.


"terus apa hubungannya pi?" ucap key binggung.


"papi akan menjelekkan nama perusahaan keluarga mereka sehingga perusahaan A.N.sky.Grub menghentikan kerja sama mereka. pastinya jika perusahaan terbesar itu memutuskan kerja sama mereka perusahaan adhijaya akan bangkrut dengan sendirinya" ucap dedi tersenyum licik.


*****


di kediaman leon.


anggel sedang duduk bersantai di teras kamarnya sambil menatap langit yang sudah di penuhi bintang bintang yang sangat indah.


dia duduk termenung ntah apa yang di pikirkan gadis cantik itu namun lamunanya harus terhenti karna bunyi berisik dari ponselnya.


mendengar ponselnya terus berdering anggel langsung saja melihat siapa orang yang sedari tadi menghubunginya.


melihat nama key tertera di sana anggel langsung saja menekan tombol merah lalu meletakkan ponselnya kembali.


semenjak key mempermalukan anissa dan brayen di depan umum anggel lebih memilih untuk menjauhinnya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2