Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
22# tempat mengadu


__ADS_3

" kami tau bagaiman kejadian sebenarnya bagaimana dan mantan suaminya anissa juga sudah menjelaskan kepada kalian. jadi kami harap kalian tidak lagi menghina anissa" jelas tika tegas.


mendengar ucapan tika semua orang langsung diam tak berkutik. sedangkan lea, zidan dan galang mengepalkan tangannya geram.


mereka tak terima jika kakak mereka di permalukan seperti ini. mereka langsung mencari keberadaan dalang dari kericuhan itu.


" berani kau menghina kakak dan mamaku?" ucap lea menarik kerah baju widi.


"bukanya menghina tapi kenyataan jika mamamu itu mura*an" ucap wandi tersenyum.


mendengar ucapan widi, lea yang tak dapat menahan emosinya langsung melayangkan tinjunya ke wajah widi.


bughh....


sekali pukulan widi langsung jatuh kelantai dengan mengeluarkan darah di sudut bibirnya.


melihat widi yang tergeletak di lantai wandi langsung datang untuk membantunya. namun belum sempat melakukannya lea langsung saja menendang dada wandi dengan begitu kerasnya.


bughh....


tubuh wandi langsung terlempar ke meja tamu undangan hingga mengakibatkan tamu undangan berteriak histreris.


"gue peringatkan, jika sekali lagi lho membuat mama dan kakak gue bersedih jangan salahkan gue jika harus memperlihatkan wujud iblis gue yang sebenarnya" ucap lea menatap key dan kedua orang tuanya dengan tajam.


"lea sudah" ucap alex menenangkan keponakannya.


"awas lho" ucap lea menunjuk wajah key.


mendengar ancaman lea, key hanya menatap tajam ke arah lea. dia tak menyangka jika lea bisa melakukan itu kepada kedua sahabatnya.

__ADS_1


"saya peringatkan kepada kalian semua jika kalian tidak ingin bernasip sama dengan kedua pecundang ini maka jangan cari masalah denga keluarga adhijaya" ucap lea tegas.


"jika kalian berani mengusik keluarga adhijaya berarti sama saja kalian membangunkan singa dari sarangnya" ucap lea kembali sambil menatap tajam ke arah para tamu.


tiba tiba wajah polos dan ceria yang sering lea tunjukkan hilang entah kemana. yang terlihat sekarang hanya tatapan tajam yang begitu menakutkan dan juga aura kemarahan yang terlihat jelas dari wajah cantiknya.


*****


sepulang dari pesta keluarga ajhiwinata brayen mengurung diri di dalam kamarnya. rasa marah terus saja menguasai dirinya.


dia tidak terima jika mamanya di rendahkan di depan umum seperti tadi. dia menatap langit langit kamarnya sambil memikirkan sesuatu.


"boy" ucap rayhan masuk ke dalam kamar brayen.


"ia pa" ucap brayen menatap sang papa.


"apa yang kamu pikirkan?" ucap rayhan menatap brayen.


"nak setiap manusia yang hidup di dunia ini akan selu mendapat ujian baik itu di rumah, di dalam pekerjaan bahkan juga pendapat orang sekitar tentang kita" ucap rayhan menatap langit langit kamar putranya.


"tapi kenapa selalu hati mama yang tersakiti pa?" ucap brayen lirih.


mendengar ucapan brayen, rayhan langsung menatap putranya dengan penuh haru.


"sudah nak. jangan terlalu banyak berpikir ingat hari pernikahanmu tidak lama lagi. jadi kamu harus bayak istirahan agar setelah hari pernikahanmu nanti kau bisa cepat cepat memberi cucu ke papa" ucap rayhan mengalihkan pembicaraan.


"pa. boleh brayen bertanya sesuatu ke papa?" ucap brayen menatap lekat sang papa.


"boleh boy" ucap rayhan tersenyum.

__ADS_1


"apa yang harus brayen lakukan untuk membalas orang yang menghina mama?" ucap brayen.


mendengar ucapan brayen rayhan langsung tersenyum sambil mengelengkan kepalanya.


"*kamu tak perlu membalasnya nak. karna allah telah menyiapkan balasan yang setimpal untuk mereka. kamu ingat pesan papa nak pembalasan allah lebih kejam dari pada pembalasan kita umat manusia."


"jika kamu ingin membalas perbuatan mereka maka ambil sajadahmu lalu mengadulah di sana*" ucap rayhan tersenyum.


"sudahlah jangan banyak berpikir istirahatlah kumpulkan tenagamu untuk menghadapi hari esok" ucap rayhan tersenyum lalu meninggalkan putranya seorang diri.


setelah kepergian sang papa brayen termenung seorang diri sambil memikirkan perkataan sang papa.


*****


di kediaman dion.


tika terus saja mengerutu kesal mengingat kejadian di pesta tadi. dia tak terima jika sahabatnya di hina di depan umum seperti tadi.


"dasar leon bre**sek tak cukup dia membuat anissa menderita dulu. karna perbuatannya anissa yang di salahkan." ucap tika kesal sambil membantik tasnya kesal


"itu juga mommy ya key mulutnya ingin sekali aku robek terus aku cincang dan kuberi makan untuk buaya" ucap tika terus mengerutu kesal.


"bun dari pada bunda terus saja mengomel tidak ada artinya lebih baik bunda ambil wudhu dan mengadu ke allah" ucap ayu tersenyum.


mendengar ucapan putrinya tika langsung menatap putrinya lekat.


"ayu yakin pasti allah sudah menyiapkan hadiah yang sangat indah untuk mama anissa atas ujianya tadi. jika bunda ingin membantu mama anissa lebih baik mama berdoa kepada allah untuk memberikan kekuatan dan kesabaran untuk mama anissa" jelas ayu.


mendengar ucapan putrinya dion langsung tersenyum. dia tak menyangka jika putri ya bisa sedewasa itu

__ADS_1


"ayah tak salah karna telah memondokkan mu nak. sekarang kamu menjadi putri ayah yang sholeha. ayah yakin kamu akan hidup bahagia nantinya" batin dion tersenyum menatap putri ya.


__ADS_2