Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
09# memaafkan.


__ADS_3

rayhan terus saja menatap putranya dengan penuh rasa iba. dia tak menyangka jika perbuatan ayah kandung dari putranya sangat melukai hati buah hatinya.


rayhan mencoba mendekati brayen lalu mengelus lembut rambut hitam lebat putranya. sadar ada yang mengelus rambutnya brayen yang tadinya menelungkupkan wajahnya di meja kerjanya mencoba untuk mengangkat wajahnya.


"papa" ucap brayen melihat pria yang di hadapanya.


"ada apa nak?" ucap rayhan lembut sambil menghapus air mata putranya.


"brayen tidak apa apa pa" ucap brayen mencoba tersenyum.


"jangan mencoba membohongi papa nak, papa sudah hapal dengan sikapmu. coba cerita sama papa mana tau papa bisa bantu" ucap rayhan menarik kursi lalu duduk di dekat putranya.


"tidak pa, ini hanya masalah kecil" brayen.


"apa kau tidak mengangap papa sebagai papamu sendiri?" ucap rayhan sedih karna putranya tidak terbuka kepadanya.


"bu..bukan seperti itu pa. brayen sayang sama papa" ucap brayen gugup melihat kesedihan di wajah papa sambungnya.


rayhan memang sangat menyayangi brayen dari dulu sampai sekarang. bagi rayhan brayen tetaplah putra kecilnya yang harus dia jaga dari apapun.


"terus kenapa kau tidak terbuka sama papa. papa kan sudah pernah bilang papa bisa jadi apapun untukmu bisa jadi papa sekaligus sahabat untuk berbagi suka maupun dukamu nak" jelas rayhan.


"baik pa. tadi ayah datang kemari. pasti perempuan itu mengadu kepadanya karna aku tidak memperdulikanya sewaktu di kampus haritu" jelas brayen terlihat kesal.


mendengar ucapan putranya rayhan langsung tersenyum kecil.lalu mengusap halus punggung putranya.


"apa bedanya dia sama adikmu lea nak? kenapa kamu bisa menyayangi adikmu lea bahkan sangat memanjakannya? lalu kenapa dengan adikmu enggel?" tanya rayhan lembut.


"mereka jauh berbeda pa bahkan sangat jauh. wanita itu terlahir dengan membuat mama menderita bahkan mama sempat kehilangan gairah hidupnya. papa tau sendiri tau kan bagaimana terpuruknya mama saat mengetahui wanita la*at itu sedang mengandung anak dari ayah" ucap brayen begitu kesal.


"papa tau nak. tapi, perlu kamu ingat nak jika allah sudah merencanakan semua untuk hambanya. allah tidak akan memisahkan seseorang jika orang itu yang terbaik untukmu. sebab allah maha tau apa yang terbaik untuk setiap hambanya" jelas rayhan memberi pengertian.


"satu pesan papa nak, jika kau ingin hidup tenang maka hapuslah segala kenangan buruk yang telah kau alami nak. belajarlah untuk memaafkan karna setiap manusia itu mempunyai kesalahan." ucap rayhan menepuk pelan pundak putranya sambil tersenyum memberi semangat.

__ADS_1


"makasi ya pa, sudah hadir di kehidupan kami. karna kehadiran papa hidup brayen dan mama jauh lebih berwarna" ucap brayen memeluk rayhan yang sudah dia anggap seperti papa kandungnya sendiri.


"ia nak, ingat kalian adalah harta papa yang paling berharga nak. papa tidak mau jika harta berharga papa terpuruk seperti ini" rayhan.


"ia pa, brayen janji tidak akan mengecewakan papa dan mama" brayen.


"tapi bagaimana apa kamu sudah bertemu dengan wanita pilihan adikmu? papa sudah tidak sabar ingin segera mengendong cucu" ucap rayhan mengalihkan pembicaraan.


"papa" ucap brayen ngambek.


"haha.. ingat umurmu sekarang nak." ucap rayhan tertawa.


brayen hanya mengerutu kesal karna sang papa dan adiknya terus saja memaksanya untuk segera menikah.


****


di kediaman rayhan.


seperti biasa rayhan beserta keluarga kecilnya sedang makan malam bersama.lea terus saja menatap sang kakak hingga membuatnya risih akan tatapan lea.


"kapan kakak cuti?" lea tersenyum penuh arti.


"memang kenapa?" ucap brayen mengerutkan keningnya karna merasa hal yang tak enak.


"lea ingin nonton bioakop" ucap lea manja.


"kalau mau nonton ya sudah sama galang saja" ucap brayen tak peduli.


"tapi lea mau sama kakak" ucap lea melajukan bibirnya.


"kakak sibuk" brayen.


"apa pekerjaan kakak lebih berharga dari pada lea" ucap lea degan mata berkaca kaca.

__ADS_1


"bukan seperti itu" ucap brayen merasa tak enak.


tapi dia juga malas untuk menerimanya karna sudah menebak rencana adiknya yang terus saja mengatur supaya dia bisa jalan dengan wanita pilihannya.


"kakak memang gak sayang lagi sama lea" ucap lea menunjukkan wajah ngambeknya.


"sudahlah nak, ikuti aja permintaan adikmu" ucap anissa menengahi.


"ia ia. besok kita nonton" ucap brayen mengalah.


"horee... makasi kakakku yang paling tampan" ucap lea gembira.


"tapi galang harus ikut" ucap brayen.


mengingat dulu pernah adiknya mengajaknya shoping namun dia di tinggalkan berdua dengan wanita yang di jodohkan adiknya dengannya.


"ok. bukan hanya galang tapi zion juga ikut" ucap lea tersenyun karna dia sudah mengatur semuanya.


"apa zion sudah pulang?" ucap brayen tak percaya.


"ia kak. tadi dia sudah kuliah di kampus lea" ucap lea gembira.


"em. jadi kalian sudah berkumpul lagi?" ucap rayhan yang sedari tadi hanya diam.


"ia pa. tapi sama seperti ayu, zion juga sudah sangat berubah" lea.


"berarti jika kalian berulah lagi sudah pasti dalangnya kamu dan galang" brayen.


"ingat nak. sekarang kalian bukan anak kecil lagi. jadi mama tidak mau mendengar kelakuan kalian seperti dulu lagi" ucap anissa menasehati.


"dengarkan mamamu nak. jangan terlalu banyak bermain main lagi. sudah waktunya kalian memikirkan masa depan kalian" rayhan.


"ia pa. lea janji akan belajar yang giat supaya bisa hadi dokter hebat seperti paman alex" ucap lea penuh semangat.

__ADS_1


brayen hanya bisa tersenyum melihat semangat sang adik yang ingin menjadi dokter. dia langsung mengingat semangatnya dulu sewaktu kecil yang ingin menjadi pengusaha yang sukses seperti papa rayhan.


bersambung...


__ADS_2