
sepeninggalan keluarga anissa, key juga pamit untuk pulang.
"kalau begitu key juga pamit pulang ya" ucap key ramah.
"ia key. gel antar key sampai depan" ucap juli ramah.
"ia nek" ucap anggel langsung berdiri untuk mengantar kekasihnya.
sesampainya di depan mobilnya key menatap anggel dengan lekat berharap kekasihnya itu mau menceritakan hal yang telah mengusik pikirannya sedari tadi.
"kenapa kamu menatapku seperti itu?" ucap anggel mengerutkan keningnya.
"apa tidak ada yang mau kamu jelaskan kepadaku?" ucap key menatap lekat mata anggel.
bukannya menjawab anggel hanya diam menunduk tak berani menatap key.
"apa kau tidak yakin kepadaku hingga kau menyembunyikan hal sebesar ini kepadaku?" ucap key menatap anggel lekat.
"bu..bukan seperti itu key. tap.." ucap anggel ragu.
"tapi apa sayang? jika kamu benar mencintaiku maka kamu tidak akan menyembunyikan apapun dariku" key.
"oke. aku akan menceritakan semuanya kepadamu. kak brayen adalah kakaku" ucap anggel menyandarkan tubuhnya di mobil key.
"maksudmu?" ucap key binggung.
"kak key adalah putra ayah bersama tante anissa key" ucap anggel menunduk.
"terus lea? apa dia adikmu?" ucap key mengingat lea selalu memangil anggel dengan sebutan kakak.
"bukan lea bukan adikku. tapi karna tante anissa sangat menyayangiku maka lea juga mengagapku seperti kakaknya sendiri" anggel.
mendengar ucapan anggel, key jadi semakin binggung. jika anissa adalah mantan istri dari leon mengapa robert dan juli sangat menyayangi anissa bahkan menganggapnya seperti putrinya sendiri.
"kamu pasti binggung kenapa kakek dan nenek sangat menyayangi tante anissa kan? sama seperti dirimu aku juga dulu binggung. tapi setelah aku tau kejadian sebenarnya aku jadi mengerti jika orang yang tulus akan selalu di kelilingi orang baik" anggel.
mendengar ucapan anggel key langsung menatapnya dengan jelas seperti menuntut penjelasan.
"*dulu ayah dan anissa hidup sangat bahagia di tambah lagi kehadiran kak brayen yang begitu pintar dan sangat menyayangi tanye anissa. keluarga mereka hidup sangat harmonis di tambah lagi tante anissa yang sangat baik sehingga kakek dan nenek sangat meyayanginya"
"tapi sayang keluarga mereka yang hormonis tiba tiba harus hancur karna kehadiran bunda di tengah tegah pernikahan mereka. bahkan yang paling menyakiti tante anissa dan kak brayen ketika mereka tau bunda sudah mengandung aku di saat ayah masih berhubungan suami istri dengan tante anissa"
"hal itulah yang membuat kak brayen sangat membenciku bahkan tidak mau mengangap aku sebagai adiknya*" ucap anggel tak mampu membendung air matanya lagi.
"kamu juga pingin taukan apa alasannya hingga bunda sempat menekam di penjara?" ucap anggel menatap key.
kay yang merasa bersalah karna menuntut kejujuran sang kekasih hingga mengakibatkan yang kekasih meneteskan air matanya hanya bisa dia mendengarkan sambil menghapus air mata anggel.
__ADS_1
"bunda sempat di penjara karna mencelakai tante anissa dan kak brayen. hingga mengakibatkan mereka berdua harus di rawat di rumah sakit. paman rayhan yang mengetahui hal itu langsung murka dan mencebloskan bunta dan mendiang bibi leni ke penjara" jelas anggel sambil kesugukan menahan tagisnya
"maaf sayang karna aku kamu harus mengigat kenangan buruk itu lagi" ucap key membawa anggel kedalam pelukannya.
"ia sayang. sekarang kamu sudah tau semuanya. apa kamu masih mau menerimaku dengan masa lalu bunda?" ucap anggel menatap key penuh harap.
"tentu sayang. aku mencintaimu tulus dari hatiku. jadi aku akan mencintai segala kekurangan dan kelebihanmu" ucap key menghibur anggel.
"makasi sayang. I love yau so much" ucap anggel tersenyu.
"I love you too sayangku" ucap key mengelus lembut puncak kepala anggel.
*****
di kediaman rayhan.
seperti biasa omelan anissa akan terdengar di sepanjang mension megah itu untuk membangunkan lea yang tidur melebihi kebo.
"lea ayo bangun. nanti kamu telat ke kampusnya" ucap anissa menarik selimut lea.
"sebentar lagi ma. lima menit" ucap lea menarik lembali selimutnya lalu menutupi kembali tubuh munggilnya.
"tidak ada lima menit lima menit. bangun sekarang atau mama siram ini" ucap anissa membawa gayung berisi air di tanggannya.
"ia ia lea bangun" ucap lea langsung bangun.
"kalau begitu ayo mandi. mama tunggu di ruang makan jika 15 menit kamu belum turun juga jangan salahkan mama jika makanannya mama habiskan" ancam anissa.
setelah memastikan putrinya telah mandi anissa langsung turun untuk menyiapkan sarapan suami tercinta.
"boy sudah selesai. ayo sarapan dahulu " ucap rayhan melihat putranya hendak pergi.
"ia pa" ucap brayen menurut.
di saat mereka sedang menikmati makanan mereka masih masih. mata merekapun teralih ke lea yang berlari dengan rol yang masih melekat di poninya dan memeluk tans dan sepatunya dengan lekat.
"mama aku sudah selesai. makanan ku mana?" ucap lea berlari takut kehabisan makanan.
"pasti kamu bagun terlambat lagi kan?" tebak brayen.
"sudahlah kak. yang penting lea sudah selesai dan waktunya makan" ucap lea langsung mengisi penuh piringnya lalu menyantapnya dengan lahapnya.
"dasar kebo rakus" ejek brayen.
"kebo kebo ngini tetap adik kesayangan kakak kan?" jawab lea.
mendengar ucapan sang adik brayen langsung diam tak berkutik.
__ADS_1
"assalamwallaikum" ucap galang dan zion.
"*wallaikum sallam"
"eh galang dan zion. ayo sarapan sini*" ucap anissa ramah.
"ia tante" ucap galang dan zion langsung duduk.
"ayahmu mana zi?" ucap rayhan yang belum melihat batang hidung sekertarisnya.
"oh aku sampai lupa paman. kata ayah tadi dia langsung ke kantor nanti" jelas zion.
"oh ya sudah tidak apa apa? bagaimana kuliah kalian? rayhan.
"allhamdullillah lancar paman?" ucap zion.
"baguslah kalau begitu. paman berharap kepada kalian supaya belajar dengan serius dan tidak mengulang kesalahan kalian seperti dahulu" nasihat rayhan.
"ia paman" ucap galang dan zion serentak.
"sudah ayo kita berangkat" ucap lea sambil mengenakan sepatunya.
"paman kami berangkat kuliah dulu" pamit galang ramah.
"ia kalian hati hati ya. dan ingat jangan balapan" ancam anissa serius.
"siap tante" ucap zion dan galang serentak.
"ayo cepetan" ucap galang menarik rangsel lea.
"galang" teriak lea yang kesusahan berjalan karna tas punggungnya di tarik oleh galang.
"opss. sorry" ucap galang cengegesan tak merasa bersalah.
"lho pasti kesiangan kan? sampai rol di ponimu itu masih melekat" ucap zion melihat rambut lea yang masih berantakan.
"oh kalau ini gampang mah" ucap lea merapikan rambutnya dengan jarinya.
melihat tingkah sahabat perempuannya itu galang dan zion hanya mampu mengelengkan kepalanya terkekeh.
merekapun menaiki motor gede mereka masing masing. lea menatap daerah sesekeliling memperhatikan jika tidak ada orang di sana.
"woii...balapan yuk" ucap lea pelan.
"wah..ayo. siapa yang belakangan sampai kampus harus teraktir yang menang selama 1 minggu bagaimana?" tawar galang.
"ok" ucap zion dan lea serentak.
__ADS_1
satu dua lets go......
bersambung....