
mension rayhan.
sesuai perintah sang kakak lea mengantar ayu sampai ke mension dengan selamat. namun kekhawatiran terlihat jelas di wajah kakak iparnya.
"kakak tidak perlu hawatir kak brayen pasti bisa menyelesaikan masalah ini" ucap lea mencoba menenangkan kakak iparnya.
"ia lea, aku yakin kak brayen pasti bisa menyelamatkan anggel" ucap ayu berusaha terlihat tenang.
"kakak masuklah, jika mama bertanya bilang saja aku ada tugas tambahan" ucap lea mencoba mencari alasan untuk sang mama.
"ia le, apa kamu serius mau ikut bersama mereka?" ucap ayu mencemaskan keadaan adiknya.
"kakak tenang saja, apa kakak lupa jika adik iparmu ini juara satu dalam ilmu bela diri?" ucap lea membanggakan keahliannya yang satu itu.
"apa kamu yakin mau mengunakan gamis nantinya?" ucap ayu melihat adik iparnya yang masih memakai gamis dan hijabnya.
"kakak tenang saja aku ada jens longgar dan kaos di belakang. nanti aku ganti baju dulu sebelum bersenang senang" ucap lea semangat empat lima.
melihat sikap adik iparnya ayu hanya bisa mengelengkan kepalanya pelan. walaupun dia berhasil mengubah penampilan adik iparnya itu tapi dia belum bisa mengubah sifat adik iparnya yang satu itu.
"ya sudah kamu hati hati ya, kakak masuk dulu" ucap ayu keluar dari mobil.
"siap bos, mohon doanya kak" ucap lea lalu kembali menekan pegal gasnya menuju lokasi yang telah di kirim oleh galang.
namun saat lea meninggalkan area mensionnya rayhan dan zidan memasuki area mension dan melihat lea membawa mobilnya dengan ngebut.
melihat ayu yang pulang seorang diri dan hanya di antar sampai di gerbang rayhan langsung bertanya tanya dalam hatinya.
"ada masalah apa ini? zi stop ayu jangan sampai dia masuk ke mension terlebih dulu" perintah rayhan mulai merasa curiga.
"baik tuan" ucap zidan langsung menghentikan mobilnya tepat di depan ayu.
"sayang, adikmu mau ke mana?" ucap rayhan langsung turun dari mobil.
"i..itu pa lea ada tugas" ucap ayu gugup.
melihat kegugupan menantunya rayhan semakin curiga jika putrinya terlibat masalah.
"papa melihat kau menyembunyikan sesuatu, jujur sama papa nak" ucap rayhan mulai cemas.
"kak brayen dan lea ingin menyelamatkan anggel pa" ucap ayu menunduk.
"apa?? memangnya anggel kenapa yu?" ucap rayhan semakin cemas.
ayu langsung saja menceritakan semuanya di mana dia dan suaminya melihat anggel bertengkar dengan key. sedangkan lea ingin pergi membantu sang kakak.
__ADS_1
mendengar ungkapan menantunya rayhan langsung saja mengepalkan tanggannya geram. ntah mengapa mendengar nama key dia langsung saja mengingat luka memar di wajah mulus putrinya.
"baiklah papa akan membantu mereka, kamu masuklah dan ingat jangan bilang mama." ucap rayhan memperingatkan.
mendengar ucapan sang papa mertua ayu langsung menganguk lalu kembali melangkahkan kakinya memasuki mensionnya.sedangkan rayhan langsung saja masuk kembali ke mobilnya.
"cepat cari tau lokasi brayen sekarang" ucap rayhan mengambil alih kemudi mobil.
"baik tuan" ucap zidan langsung mengambil leptopnya lalu mulai mengotak atik loptopnya dengan serius.
sedangkan rayhan terus saja menyetir sambil terus menghawatirkan keadaan putra dan putrinya. tak mau mengambil kesalahan karna dia tau jika key adalah ketua geng motor yang suka membuat onar di kotanya.
dia langsung saja mengambil ponselnya mencoba untuk menghubungi seseorang. tak menunggu lama akhirnya panggilannya langsung saja tersambung.
"hallo bos" ucap ketua pengawal keluarga adhijaya.
"saya butuh bantuan, kumpulkan semua pengawal kita" perintah rayhan.
"maaf tuan tapi kami sekarang sedang menuju ke lokasi tuan muda" ucap pengawal itu binggung.
"oh ya sudah kalian ke sana saja, saya akan segera menyusul." ucap rayhan mulai lega karna putranya membawa para pengawalnya.
setelah menemukan lokasi brayen, zidan langsung saja mengarahkan rayhan menuju lokasi itu. tak mau membuang waktu rayhan terus saja melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
****
karna posisinya sudah mendekati lokasi yang di kirimkan galang, lea langsung saja menepikan mobilnya.
dia langsung saja pindah ke jok belakang untuk menganti pakaiannya dengan cepatnya.
"untung saja gue menyediakan pakaian ini di mobil" ucap lea setelah berhasil menganti pakaiannya.
dengan celana jens oblong dan juga baju kaos lengan panjang tak ketinggalan hijab langsungnya yang tidak terlalu panjang tapi menutup dadanya. walaupun penampilannya cukup sederhana namun kecantikannya semakin terpancar.
tak mau membuang waktu lea langsung saja kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karna tidak mau ketinggalan hal yang sangat menyenangkan baginya yaitu menghabisi seluruh lawan tanpa ada ampun.
*****
markas andraks.
sesampainya di markasnya key langsung saja membawa anggel ke ruang khususnya. yaitu ruangan yang dia sediakan untuk tempatnya beristirahat dan menghabiskan waktu dengan wanita wanita sewaannya.
key langsung saja melempar tubuh anggel ke kasurnya. anggel yang begitu ketakutan hanya mampu menahan tangisnya.
dia tidak menyangka jika pria yang selalu berbuat lembut kepadanya ternyata bisa sekejam dan sekeji ini kepadanya.
__ADS_1
key terus saja memperhatikan tubuh mulus anggel dengan tatapan penuh asrat. dia terus saja memperhatikan tubuh anggel tanpa ada tersisa sedikitpun.
"kamu mau apa key?" ucap anggel ketakutan melihat tatapan key.
"kamu tidak perlu takut seperti itu sayang, mari kita bersenang senang" ucap key tersenyum sinis lalu membuka satu persatu kancing kemejanya.
setelah membuka bajunya hingga dia sekarang sudah bertelanjang dada key langsung saja mendekati anggel.
anggel yang merasa ketakutan terus saja melawan hingga pakaiannya sobek akibat tarikan key.
*****
di luar gedung.
brayen yang tidak sabar menunggu kedatangan bala bantuan langsung saja keluar dari mobilnya. sekarang yang ada di pikirannya tidak ada yang lain selain memikirkan keadaan anggel di dalam sana.
"ayo kita serang mereka" ucap brayen.
"tapi kita hanya berempat kak" ucap galang yang melihat mereka kalah jumlah.
penjagaan di markas itu sangatlah ketat ada penjaga di penjuru sudut sehingga mereka akan sulit untuk masuk kedalam.
"kita alihkan saja perhatian mereka sampai bala bantuan datang" ucap brayen yang tidak mempunyai rencana.
"baiklah kak. ayo kita balas luka di wajah lea berkali kali lipat" ucap zion mengepalkan tangannya.
mendengar ucapan zion, jayden langsung saja menatapnya lekat karna mendengar ucapan luka di wajah lea.
dia langsung saja mengerti dengan ucapan itu karna dia tau bagaimana sifat adik dari tuan mudanya itu.
mereka berempat langsung saja berjalan mendekati penjaga di depan gerbang itu.
"hai, mau apa kalian?" teriak salah satu penjaga melihat kedatangan mereka.
"kami tidak mau apa apa. hanya ingin bertemu dengan bos kalian" ucap galang santai.
"maaf bos kami sedang ada urusan jadi tidak bisa di ganggu" ucap penjaga.
"urusan apa sehingga kami tidak bisa bertemu dengannya?" ucap brayen menatap tajam penjaga itu.
"dia sedang bersenang senang dengan wanita yang baru di bawanya. kalian juga pasti akan mengerti" ucap salah satu pengawal lainnya sambil tertawa.
mendengar ucapan para penjaga itu brayen langsung saja mengepalkan tangannya lalu menyerang pengawal itu secara membabi buta.
bersambung.....
__ADS_1