
mendengar ucapan sang suami ayu langsung saja membenarkan posisinya lalu bersiap untuk mendengarkan cerita sang suami.
ntah kenapa rasa penasaran dan keingin tahuan akan semua kejanggalan di hatinya kembali berputar putar di pikirannya.
ayu yang masih duduk di pangkuan suaminya terus saja menatap wajah sang suami dari tatapannya terlihat jelas dia sedang menuntut penjelasan.
melihat ekspresi wajah sang istri yang begitu serius brayen langsung terkekeh kecil, ntah kenapa ekspresi wajah istrinya sanggat menggemaskan di matanya.
"kenapa kakak tertawa?" ucap ayu mengerutkan keningnya.
"kamu pangil apa tadi sayang?" ucap brayen menatap wajah cantik istrinya.
"opss sorry. sayang" ucap ayu menunduk malu.
"kenapa kamu malu seperti itu?" ucap brayen memegang dagu sang istri sehingga kedua netra mereka saling bertatapan.
"sayang tadi bilang mau menceritakan semuanya, menceritakan apa?" ucap ayu mengalihkan pembicaraan.
"oh ia aku sampai lupa, habisnya aku melihat wajahmu yang sangat menggemaskan jadi pikiranku jadi ke yang lain" ucap brayen tersenyum.
"sudahlah, aku akan menceritakan semua tentang diriku yang beberapa hari ini menganggu pikiranmu" ucap brayen sepertinya tau tentang pikiran ayu.
"apa kamu tau nama kepanjanganku?" ucap brayen menatap wajah istrinya.
"brayen adhijaya" ucap ayu.
"bukan, itu tidak lengkap" ucap brayen.
mendengar ucapan sang suami ayu langsung mengerutkan keningnya binggung.
"tapi brayen sky adhijaya. memang semenjak mama menikah dengan papa aku membuang nama sky dan memakai adhijaya tapi itu di depan umum. sehingga yang orang tau namaku hanyalah brayen adhijaya. yang tau nama panjangku sebenarnya hanyalah keluargaku saja" jelas brayen.
"kenapa sayang membuang potongan nama sky?" ucap ayu binggung.
"karena yang memberi nama brayen sky adalah ayah. lalu apa kamu tau perusahaan A.N. sky. grub" ucap brayen.
ayu langsung saja mengangguk siapa yang tidak tau perusahaan yang berdiri kokoh dan juga mewah itu bahkan perusahaan itu adalah perusahaan terbesar di kota itu.
"apa kau tau makna dari nama perusahaan itu?" ucap brayen kembali.
ayu langsung saja berpikir lalu mulai menyadari ada potongan nama suaminya di perusahaan ternama itu.
__ADS_1
"sky bukannya potongan nama...?" ucap ayu binggung.
"ia, itu adalah potongan namaku yang aku buang di depan publik" ucap brayen langsung memotong ucapan ayu.
"apa kamu tau arti A.N.?" ucap brayen kembali.
ayu kembali berpikir, ia langsung saja mengelengkan kepalanya karna dia tidak bisa menemukan jawabannya.
"kalau anissa?" ucap brayen kembali.
"itu kan nama mama?" ucap ayu.
"ia itu adalah nama mama jadi kamu sudah tau arti A.N. sky dari mana?" ucap brayen tersenyum.
mendengar ucapan suaminya, ayu langsung saja membulatkan matanya terkejut. dia tak menyangka jika suaminya adalah pemilik sebenarnya perusahaan terbesar di kota kelahirannya.
"jadi perusahaan itu...?" ucap ayu tak percaya.
"ia perusahaan yang berdiri kokoh itu adalah perusahaan kita. maafkan aku karna tidak memberitaumu dari awal" ucap brayen menyesal karna menyembunyikan tentang perusahaannya dari istrinya.
"jika perusahaan itu milik kakak kenapa kakak bekerja di perusahaan papa?" ucap ayu binggung.
mendengar ucapan sang istri brayen langsung saja tersenyum lalu melingkarkan kedua tangannya di pingang istrinya sehingga posisi mereka semakin mendekat.
"tidak sayang justru aku senang karna bisa mencium aroma tubuhmu yang sudah menjadi canduku" ucap brayen mencium lekuk leher istrinya.
"sayang mau lanjutin ceritanya apa kita buat cerita yang lain?" ucap brayen mengoda sang istri.
"sayang ceritakan saja dulu semuanya" ucap ayu penasaran apa sebenarnya alasan suaminya menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik perusahaan A.N. sky grub.
"baiklah jika itu yang istriku inginkan. aku membagun perusahaan itu saat aku masih duduk di bangku kuliah. awalnya perusahaan itu hanyalah perusahaan kecil kecilan namun berkat dukungan dari mama dan papa akhirnya aku bisa membangun perusahaan itu hingga sebesar itu"
"namun saat perusahaan kita berkembang pesat di situpula perusahaan papa mengalami kebangkrutan akibat kelicikan lawan bisnisnya. aku tidak mau jika perusahaan papa yang dia bangun dengan kerja kerasnya bangkrut begitu saja."
"maka aku memilih untuk membantu papa membangun kembali perusahaannya dan menyerahkan perusahaan kita ke jayden. bukan hanya membantu papa untuk membangun kembali perusahaannya tapi aku juga berusaha untuk mencaritau siapa dalang yang membuat perusahaan mengalami kebangkrutan"
"aku juga menyembunyikan identitasku sebagai pemilih perusahaan A.N. sky grub agar aku bisa menyelidiki siapa dalang dari kebangkrutan perusahaan papa dan juga untuk menilai siapa kawan dan juga lawanku sebenarnya" jelas brayen.
"oh jadi seperti itu" ucap ayu menganguk mengerti.
"ia sayang, tapi besok aku ada rapat besar sayang." ucap brayen.
__ADS_1
"rapat dari perusahaan papa?" ucap ayu.
"bukan, rapat perusahaan kita di mana aku akan melakukan rapat dengan perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan kita" jelas brayen.
"jadi itu yang di katakan tuan jayden tadi?" tebak ayu.
"ia sayang, jadi aku butuh nutrisi sayang" ucap brayen mencoba membuka hijab yang masih menutupi rambut istrinya.
"mandi dulu" ucap ayu berdiri dari pangkuab brayen lalu berlari menuju kamar mandi.
"mandi bareng ya sayang" ucap brayen mengikuti langkah istrinya.
*****
berbeda dengan brayen dan ayu yang romantis romantisan di kamar mereka. rayhan malah kena semprot oleh istrinya karna sudah keterlaluan memberi kartu debit yang sudah tidak bisa di pakai ke galang hingga mengakibatkan putri dan juga keponakannya kena masalah.
"jelaskan sama mama. kenapa papa memberi kartu debit yang sudah tidak berlaku lagi ke galang?" ucap anissa menjewer telinga rayhan.
"maafkan papa ma, papa janji gak akan melakukannya lagi. tapi, tolong lepasin telinga papa. sakit sayang" ucap rayhan pura pura kesakitan.
melihat sang suami yang kesakitan walaupun sebenarnya hanya akting semata anissa yang merasa kasihan langsung saja melepaskannya.
"papa itu sudah kelewatan jika tidak ada putra kita tadi bagaimana nasib putri, menantu dan juga kedua keponakan kita" ucap anissa kesal.
"maaf ma, papa janji gak akan melakukannya lagi" ucap rayhan sambil mengangkat kedua jarinya (✌) lalu tersenyum ke arah istrinya.
"jika papa melakukannya lagi jangan salahkan mama jika papa harus tidur di luar" ucap anissa yang masih kesal.
"ia ma, papa janji. tapi jangan cemberut gitu dong nanti cantiknya hilang lagi" ucap rayhan menggoda anissa.
"biarin" ucap anissa cuek.
"nanti jika cantik mama hilang, papa cari yang baru lagi gimana" ucap rayhan terkekeh.
"papa bilang apa?" ucap anissa membulatkan matanya.
"tidak ada ma" ucap rayhan menghindar.
"papa jangan coba coba membohongi mama ya" ucap anissa mendekati rayhan.
melihat kemarahan sang istri rayhan langsung saja berlari tak mau diam anissa langsung saja mengejar suaminya hingga aksi kejar kejaran di kamar mereka terjadi.
__ADS_1
bersambung...