Istri Kecil Pilihan Adikku

Istri Kecil Pilihan Adikku
14# makan malam bersama


__ADS_3

di kediaman robert.


mengingat cucu dan mantan menantunya akan datang makan malam juli sibuk untuk memasak makanan yang begitu banyak.


tak lupa di temani oleh luna menantunya walaupun dulu dia tidak menyukai luna tapi, semenjak melihat perubahan luna jauh lebih baik maka juli mencoba untuk menerima luna sebagai menantunya.


"ma mau masak apa lagi?" ucap luna melihat mertuanya masih sibuk berkutik dengan alat masaknya.


"mama mau masak ikan nila pedas manis kesukaan anissa" ucap juli tersenyum.


"sini biar luna bantu ma" ucap luna mengambil alih pekerjaan mertuanya.


sedangkan leon dan robert sedang berada di ruang tamu bersama key dan anggel. hubungan key dan enggel memang sangat dekat key sangat mencintai anggel.


keluarga mereka memang sudah saling kenal dan sama sama mendukung hubungan mereka.


"yah anggel ke dapur dulu ya mau bantu bunda sama nenek" pamit enggel.


"ia sayang" ucap leon tersenyum.


anggel pun pergi meninggalkan ketiga pria itu bercerita bersama.


"bunda, nenek masak banyak sekali?" ucap anggel menatap berbagai jenis makanan yang sudah tertata rapi di meja.


"pasti lah sayang. kan jarang jarang kita bisa makan malam bersama" jelas juli.


"nenek sangat menyayangi tante anissa ya" ucap anggel tersenyum.


"ia sayang. kakek dan nenek sudah menganggap tantemu anissa sebagai putri kami sendiri. bahkan bibimu lia juga sangat menyayanginya" jelas juli.


"tante anissa memang sangat baik gak salah kakek sama nenek menyayanginya" ucap anggel menatap luna.


melihat tatapan putrinya luna hanya mampu tersenyum menunduk. semenjak enggel tau kejadian yang sebenernya dia jauh lebih pendiam dari biasanya.


"ma sudah selesai semuanya. apa mama sudah menghubungi anissa?" ucap luna mengalihkan pembicaraan.


"sudah. mereka sudah di jalan sekarang. ya sudah ayo kita tunggu mereka di depan" ucap juli mengandeng tanggan anggel.


ketiga wanita itu ikut bergabung bersama kaum pria untuk menunggu kedatangan anissa dan keluarganya.


"eh ada nak key. sudah lama datangnya nak?" tanya juli ramah.


"tidak nek. key baru saja sampainya" ucap key ramah lalu menyalim tanggan juli.


"tante" ucap key beralih menyalim tanggan luna.


"sayang putri kita sudah sampai mana?" ucap robert.

__ADS_1


"mama telpon tadi katanya sudah di jalan pa" ucap juli duduk di samping suaminya.


"*assalam wallaikum"


wallaikum sallam.


"anissa akhirnya kamu sampai juga nak*" ucap juli langsung memeluk erat anissa.


"ia ma. maaf ya nissa telat" ucap anissa tidak enak.


"ia gak papa kok nak." ucap juli tersenyum.


"pa" ucap anissa beralih menyalim robert.


"nissa" ucap luna memeluk anissa.


"hello jel. makin cantik saja keponakan tante satu ini" ucap anissa beralih memeluk anggel.


"tante bisa saja. tante juga makin cantik saja. seperti anak muda berumur 20 tahun" rayu anggel.


"kamu ini bisa saja" ucap anissa malu.


"tante kenalin ini pacar anggel" ucap anggel memperkenalkan key.


"tante" ucap key menyalim anissa sambil menatap anggel bingung.


"kenapa hanya berdiri boy. ayo salim ayahmu" ucap rayhan melihat putranya hanya diam berdiri.


"yah" ucap brayen menyalim tangan leon.


"makasi sudah mau datang nak" ucap leon menatap putranya lalu memeluknya dengan erat.


"kamu kenapa hanya berdiri sayang ayo duduk samping nenek" ucap juli yang melihat lea hanya diam.


"ia nek" ucap lea langsung duduk di samping juli.


"kenalin ini key. calon tunangan anggel" ucap robert memperkenalkan key.


"kamu mau tunangan gel?" ucap rayhan tersenyum.


"ia paman." ucap anggel malu malu.


"lihat adikmu boy sudah mau tunangan. jangan sampai kedua adikmu terlebih dulu mendahuluimu" ucap rayhan mengoda putranya.


"ia nak. nenek sudah tidak sabar ingin mengendong cicit" juli.


"kapan kamu akan memperkenalkan calon cucu mantu kakek nak?" tanya robert.

__ADS_1


"suatu saat nanti brayen akan memperkenalkannya ke kakek" ucap brayen.


mendengar pembicaraan mereka key yang binggung menatap anggel dengan penuh tanya. enggel yang tak mampu menjawab hanya menunduk tak mampu menatap kekasihnya.


"mama sudah masak banyak. jadi ayo kita makan bersama" ucap juli tersenyum.


mereka semua langsung pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama. anissa menatap kagum ke arah meja makan yang penuh dengan makanan yang tersusun begitu rapi.


"mama masak banyak sekali" ucap anissa.


"tentu saja sayang. apa yang tidak buat putri kesayangan mama." ucap juli tersenyum.


"makasi ya ma" ucap anissa tersenyum.


"sudah jangan banyak bicara lagi ayo kita makan. papa sudah lapar" ucap robert yang sudah merasa lapar.


merekapun makan malam bersama sambil bercerita sama lain. lain dengan lea yang biasanya mengoceh sekarang hanya diam.


anggel yang biasanya cari perhatian ke brayen hanya bisa diam menunduk. jangankan berbicara ke sang kakak menatapnya saja dia tak berani.


melihat perubahan anggel, brayen malah menatap adiknya penuh tanya. dia menatap heran perubahan sikap sang adik.


"tumben dia tidak bertingkah seperti biasa. apa perkataanku yang terakhir menyakiti hatinya" batin brayen bertanya tanya.


"sudahlah untuk apa aku memikirkan dia. bukannya lebih baik jika dia menjauhiku juga" batin brayen kembali melanjutkan makannya.


setelah selesai makan malam bersama dan saling bercerita untuk melepaskan rindu anissa dan keluarganya pun pamit pulang.


"sayang jika nanti kamu tunangan undang tante ya" ucap anissa tersenyum.


"ia tante. orang yang paling pertama aku undang adalah tante karna tante sudah aku anggap seperti ibu kandungku sendiri" ucap anggel tersenyum.


anggel memang sangat menyayangi anissa karna selama luna menekam di penjara anissa lah yang memberikan kasih sayang seorang ibu kepadanya.


"*oh putri tante yang satu ini. key tante harap kamu bisa menyayangi putri tante dengan tulus ya" ucap anissa.


"ia tante. key akan selalu menyayangi dan menjaga putri tante*" ucap key tulus.


"ya sudah tante pamit pulang dulu ya."anissa.


"ia tante. paman jaga tanteku ya" ucap anggel tersenyum.


"ia sayang. sudah ayo kita pulang" ucap rayhan tersenyum.


mereka pun langsung pulang ke kediamannya setelah berpamitan. selama di perjalanan terlihat brayen hanya diam termenung.


lain dengan lea yang hanya dia cemberut karna merasa kesal ke mama yang terus bersikap baik ke luna.

__ADS_1


melihat putrinya yang hanya diam cemberut anissa hanya memilih diam karna tau hanya akan jadi omelan putrinya sepanjang jalan.


bersambung...


__ADS_2