
di pagi hari brayen langsung saja tersenyum ketika membuka matanya dia melihat bidadari yang begitu cantik tidur dengan lelapnya di sampingnya.
dia menatap penuh kasihan kepada sang istri karna akibat ulahnya semalam istrinya begitu kelelahan hingga tidur begitu nyeyaknya.
"kamu cantik sekali sayang. walaupun dalam keadaan tertidur tapi kecantikanmu terpancar dengan begitu indahnya" gumam bryan sambil membelai lembut wajah sang istri.
merasa terusik dengan ulah suaminya ayu langsung saja membuka matanya. melihat suaminya menatapnya dengan begitu lekat ayu yang merasa malu langsung saja menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
melihat tingkah istrinya yang malu malu brayen langsung saja terkekeh kecil.
"sayang mandi yuk" ucap brayen membuka selimut yang menutupi wajah istrinya.
"kakak yang mandi terlebih dahulu apa ayu?" ucap ayu tak berani menatap wajah suaminya.
"kita sekarang sudah suami istri, tapi kenapa kamu masih memangilku dengan sebutan kakak?" ucap brayen menoel hidung mancung istrinya.
"ayu harus mangil apa?" ucap ayu polos.
"apa ya sayang, cinta atau suamiku sayang?" ucap brayen menaik turunkan alisnya.
"ehm sayang aja deh" ucap ayu tersenyum.
"baiklah. jadi mulai sekarang jangan ku dengar sebutan kakak keluar lagi dari bibir manismu" ucap brayen mengelus bibis pink ayu. ayu hanya menganguk mengerti.
"ya sudah ayo kita mandi. pasti kamu sudah lapar kan?" brayen.
"ka..eh sayang mandi saja dulu" ucap ayu mengit bibir bawahnya karna gugup dengan pangilan sayang untuk pertama kalinya.
"apa istriku ini mau mengodaku lagi?" ucap brayen menatap bibir pink ayu yang terlihat seksi di matanya.
mendengar ucapan suaminya ayu langsung saja salah tingkah.
"ti..tidak" ucap ayu gugup ya jujur saja smalam tenaganya sudah di kuras habis oleh suaminya jika jika pagi ini di lanjuti lagi mungkin ayu tak akan bisa bangun lagi.
melihat tingkah istrinya brayen langsung saja tersenyum lalu membawa tubuh langsing istrinya ke dalam gendongannya lalu membawanya ke dalam kamar untuk melakukan ritual mandi bersama.
ayu yang menatap tubuh mereka sama sama polos hanya mampu menelungkupkan wajahnya ke dada bidang suaminya karna malu.
*****
di kediaman rayhan.
anissa dan rayhan sedang sarapan bersama dalam kesunyian. tak seperti biasa mereka akan mendengar ocehan dari lea yang bertengkar dengan sang kakak.
__ADS_1
"sayang lea mana?" ucap rayhan yang tak melihat batang hidung putrinya.
"lea menginap di hotel bersama galang dan zion" ucap anissa.
"mereka nginap di hotel. jangan sampai mereka mengangu peroduksi cucu kita" ucap rayhan mengigat kejahilan putri dan juga keponakannya itu.
mendengar ucapan suaminya anissa langsung saja mengerutkan keningnya karna tak mengerti dengan ucapan sang suami.
"sayang tau sendirikan bagaimana putri dan kepokan kita yang jahil itu. jangan sampai mereka mengangu malam pertama putra kita" jelas rayhan.
"oh ia. kenapa mama sampai lupa dan membiarkan mereka menginap di hotel semalam ya" ucap anissa menepuk jidatnya.
"sudah tidak apa apa.semoga kita bisa cepat cepat mendapatkan cucu ya sayang" ucap rayhan menyuapi anissa.
"ia sayang mama juga tidak sabar ingin segera ngendong cucu" ucap anissa tersenyum.
"tapi ngomongin cucu, junior papa bangun dari tidurnya ni ma" ucap rayhan tersenyum.
"junior apa pa?" ucap anissa tak mengerti.
"ini" ucap rayhan menarik tangan sang istri lalu meletakkannya di bawah pusaranya.
"papa" ucap anissa memegang benda yang sudah mulai mengeras itu.
"ingat umur pa nanti encok baru saja semalam" ucap anissa.
"tapi sayangnya umur tidak menghalangi papa untuk menabung lebih banyak pahala bersamamu ma" ucap rayhan langsung membawa tubuh munggil sang istri ke dalam gendongannya.
*****
di kantin hotel.
galang, zion dan lea sedang melakukan sarapan bersama. galang terus saja menatap lea ntah kenapa pertanyaan tentang berubahnya penampilan lea selalu mengusik pikirannya.
"le, kenapa kamu memutuskan untuk berhijab?" ucap galang penasaran.
"tidak apa apa, gue hanya tidak mau jika amal ibadah papa dan kakak akan hangus gara gara gue. lho ingat kan tentang nasehat papa tentang tanggung jawab para pria yang menangung dosa jika saudara atau anak perempuannya yang tidak menutup auratnya" jelas lea.
"bukan hanya menutup aurat le. tapi setiap lho bermaksiat itu sama saja lho menuntun ayah dan saudara laki laki lho ke dalam jurang neraka" jelas zion.
"apa gue termasuk zi?" ucap galang.
"lho juga termasuk karna lho juga saudara laki laki lea" jelas zidan.
__ADS_1
lea dan galang hanya menganguk mengerti mendengar ucapan zion. lalu mereka melanjutkan sarapannya lagi.
"kakak dan kakak ipar mana ya kok gak muncul muncul?" ucap lea yang tidak melihat brayen dan ayu turun ke kantin untuk sarapan.
"mungkin mereka masih menikmati nikmatnya surga dunia" ucap galang asal.
"memang di dunia ada surga juga ya lang?" ucap lea polos.
mendengar ucapan polos lea, galang dan zion langsung saja kesedak makanannya.
"belum saatnya lho tau" jelas zion mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"memang kenapa apa karna umur. tapi umur gue lebih tua dari ayu. di mana sih surga dunia itu?" jelas lea terus saja penasaran.
melihat kekepoan lea. zion langsung saja menatap galang geram karna ucapan galang mereka harus berada dalam situasi buruk sekarang. lain dengan galang melihat wajah zion yang kesal ide jahil semakin tumbuh di otak jahilnya itu.
"lho mau tau nikmatnya surga dunia?" ucap galang melirik zion.
mendengar ucapan galang zion langsung saja memukul keningnya pelan sambil mengelengkan kepalanya melihat kejahilan dan ke kepoan kedua sahabatnya.
"mau dimana lang?" ucap lea semangat empat lima.
"lho bawa saja zion ke dalam kamar lho. nanti lho akan menikmati surga dunia di sana" ucap galang tersenyum.
"serius. ayo zi" ucap lea menarik tangan zion semangat empat lima.
melihat keseriusan lea. galang langsung saja bengong lalu memikirkan apa yang selanjutnya terjadi. barulah dia sadar jika sampai lea melakukannya maka dia akan di hajar habis habisan oleh kakak dan pamannya.
lantas galang bagun dari duduknya lalu menjitak kening lea pelan dan melepas tangan zion dari ngengaman lea.
"awww. sakit lang" ucap lea mengelus keningnya ya.
"duduk lho" ucap galang geram sambil menyembunyikan kegerogiannya akibat tatapan zion yang begitu tajam.
"lho bilang jika di kamar ada surga dunia" ucap lea kesal sambil memayunkan bibirnya.
"lho juga akan merasakannya jika nanti lho sudah menikah" jelas zion lembut tapi terus saja menatap galang dengan tajam sehingga orang yang di tatapnya tidak berani lagi membuka mulutnya.
"maksud lho?" ucap lea masih belum mengerti.
melihat lea yang terlalu polos zion langsung saja mengaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memikirkan apa yang harus dia katakan supaya orang terkepo di dunia itu bisa mengerti.
berlahan zion langsung saja membisikkan sesuatu ke teliga lea. mendengar bisikan zion.berlahan gadis itu menutup mulutnya rapat rapat.
__ADS_1
bersambung....