Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah

Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah
akhirnya sadar


__ADS_3

Seorang dokter ingin masuk saat Jul menghentikan pria itu, karena Jul tau benar di rumah sakit itu hanya ada satu dokter yang boleh menyentuh dan memeriksa kondisi Naina.


"Maaf dokter, anda tak di izinkan masuk, karena nyonya kami sudah ada dokter pribadi," kata Jul tegas.


"Tapi dokter Irawan sedang keluar kota, aku di minta untuk menggantikannya," kata dokter itu memaksa.


"Jangan sampai anda melewati batas, aku tak segan menghajar mu meski kamu keponakan dari nyonya sepuh," kata Jul dingin.


"Lakukan jika kamu berani, toh itu hanya omong kosong.." tantang pria itu.


Brak...


Jul benar-benar menendang pria itu keluar, "sudah ku katakan hanya satu dokter yang di izinkan memeriksa nyonya, atau anda ingin aku menyuntikkan ini ke tenggorokan ku, kita lihat apa yang akan terjadi," kata Jul memegang sebuah jarum suntik berisi cairan.


"Lakukan saja, itu hanya obat," kata keponakan dari Bu Lastri.


Jul benar-benar melakukannya, tapi sebelum dia menyuntikkan obat itu, dia membuat suntikan itu penuh gelembung.


Dan itu bisa mempengaruhi pemuda itu, dan ternyata Bu Lastri membohongi keponakannya juga.


Karena cairan itu adalah cairan tak berwarna dan berbau tajam, tapi dia bisa membuat otak seseorang lumpuh.


Tapi pemuda itu kini masih bisa tertawa melihat kebodohan Jul, "kau lihat, aku baik-baik saja," kata pemuda itu yang kemudian tubuhnya tak berdaya dan langsung jatuh.


"Kau goblok karena percaya dengan bude mu, karena baginya kamu itu hanya sebuah pion," kata Jul yang meninggalkan pemuda itu.


Karena ruang VIP itu jarang di lewati jadi tak ada suster atau karyawan rumah sakit.


Hingga seorang petugas kebersihan menemukan dokter muda itu yang tak berdaya di atas lantai.


Mbok Siti tak menyangka jika nyonya sepuh bisa sejahat ini, "nyonya muda lihat, jika nyonya tak segera bangun, aku takut nyonya sepuh akan membunuh Romo," tangis Bu Siti memohon.


Perlahan-lahan mata Naina terbuka dan melirik ke arah wanita yang sedang menangis di sampingnya.


"Minum..." kata Naina.

__ADS_1


"Nyonya ... matur sembah nuwun Gusti..." kata mbok Siti yang langsung memberikan air minum.


Setelah itu Jul memanggil dokter yang menangani Naina, dan beruntung kondisi Naina membaik dan sudah melewati masa kritis.


"Mbok Siti tunggu di sini, biar aku hubungi Romo dulu," kata Jul.


"Jangan cak, jangan ganggu kang mas, aku tak mau dia kesini di tengah malam seperti ini," kata Naina.


"Tapi nyonya, sudah beberapa hari ini Romo tak bisa hidup teratur karena menghawatirkan kondisi nyonya," kata Jul.


"Besok saja, kasihan jika kang mas harus kesini sekarang, aku nyonya mu jadi turuti ucapan ku," kata Naina yang tak ingin di bantah.


Dia terlihat begitu berbeda sekarang, bahkan dia sudah bisa menunjukkan siapa dirinya pada Jul.


Di rumah Bu Lastri sedang berpikir keras, dia tak mau kehilangan suaminya lagi.


Jadi di memikirkan cara untuk mencarikan solusi terbaik, "kang mas tidak boleh menikah dengan gadis sembarangan, dia harus menikah dengan gadis yang bisa aku atur dan kendalikan, agar aku bisa menguasai rumah ini, dan bukan gadis pilihan Ningsih itu,cih... kenapa juga keponakan bodoh ku itu tak memberikan kabar," gumamnya.


Romo Jalal masuk kedalam kamar di rumah utama setelah memastikan pekerjaan pembangunan rumah yang akan di tinggali oleh Naina.


"Kenapa belum tidur, ingat kondisi mu juga belum sepenuhnya sehat," kata Romo Jalal yang ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.


Pria itu keluar dengan celana pendek dan kaos oblong, sedang Bu Lastri mengenakan lingerie berwarna hitam.


Tanpa di duga Romo Jalal langsung saja memilih tidur karena dia tak berminat melakukan apapun.


"Kang mas, sudah berapa Minggu ini, kang mas tak pernah menyentuh ku, bagaimana jika malam ini tolong sentuh lah aku kang mas," bujuk Bu Lastri.


"Aku lelah Lastri, kamu tau pekerjaan ku menumpuk, selama kamu dsn Naina sakit,bahkan aku belum sempat menjengguk Naina di rumah sakit," kata Romo Jalal.


"Naina... Naina .. Naina... terus di pikiran kang mas, aku ini juga istrimu kang mas, aku juga berhak untuk mendapatkan hak seperti Naina, tapi kamu tidak melakukannya, karena aku tak semenarik Naina, atau aku tidak sekencang Naina, jawab kang mas... kamu sangat jahat padaku..." tangis Bu Lastri.


Romo Jalal pun tak punya pilihan lain selain memberikan aa yang di inginkan istrinya itu.


"Baiklah Lastri,maafkan aku yang selalu membuat mu sedih,tapi aku benar-benar lelah, jika kamu mau kamu bisa di atas," kata Romo Jalal.

__ADS_1


Mendengar itu Bu Lastri seperti tertantang dan langsung menyerang suaminya dengan sangat buas.


Sedang di pikiran Romo Jalal sekarang malah tertuju pada Naina yang masih terbaring tak berdaya.


Setelah Bu lastri selesai, Romo Jalal pun memutuskan untuk bersih-bersih dan menelpon Jul.


"Selamat malam Romo," saut Jul dari sebrang telpon.


"Emm... apa dia masih sama?" tanya Romo Jalal yang terdengar begitu sedih.


Jul diam, dia tak mau berbohong tapi Naina menatapnya dengan tajam karena dia tak ingin membuat suaminya datang.


"Ya masih sama Romo," jawab Jul terpaksa.


"Boleh aku melihatnya melalui panggilan video call,"


"Apa video call Romo, baiklah biar saya sambungkan," kata Jul cukup keras.


Itu membuat Naina langsung pura-pura tidur dan tak lupa memakai selang oksigennya lagi.


Untung dia sudah selesai makan, Jul pun menyalakan kamera ponselnya, dan Romo Jalal bisa melihat Naina yang masih terbaring di ranjang.


"Kapan dia sadar," lirihnya.


"Dokter mengatakan jika beberapa jam lagi seharusnya nyonya bisa sadar, dan jika tidak bisa maka di takutkan nyonya akan dalam kondisi vegetatif Romo," kata Jul membuat mbok Siti kaget bukan main.


Bagaimana bisa Jul mengatakan hal seperti itu, sedang Naina pun berusaha untuk tetap diam.


"Jul jika bisa bilang pada Siti untuk menjaganya, karena besok aku akan datang dan mengatakan sesuatu yang penting, mau Naina bisa sadar atau tidak, bagiku dia adalah istri ku yang ku sayang," kata Romo Jalal.


Naina yang mendengar itu merasa tersentuh, akhirnya panggilan di akhiri.


"Memang Romo ada rahasia?" tanya mbok Siti bingung.


"Sebenarnya Romo ingin menikah lagi, agar nyonya muda aman," jawab Jul.

__ADS_1


"Apa!!" kaget Naina yang langsung bangun.


__ADS_2