
setelah mengucapkan hal itu, Naina pun berjalan menjauh, tapi belum juga cukup jauh.
tiba-tiba tubuh tua Bu Lastri jatuh ke lantai, "nyonya sepuh!" teriak pelayan wanita yang menjaga Bu Lastri.
"mbak Lastri," teriak Naina yang langsung berbalik dan menghampiri wanita itu.
"kang mas!!" teriak Naina yang mengejutkan seisi rumah.
Romo Jalal membuka tirai dan melihat Bu Lastri jatuh pingsan dan melihat Naina yang mencoba menyadarkan wanita itu.
"ini kenapa," tanya Romo Jalal.
"aku keterlaluan, aku yang membuat mbak Lastri seperti ini," tangis Naina yang tak menyangka akan melihat hati ini.
"tidak...." lirih Bu Lastri.
"kang mas, bawa mbak Lastri ke rumah sakit, mbak maafkan aku..." lirih Naina dalam tangisnya.
"tidak... aku sudah lelah, aku titip kang mas ya dek, tolong jaga dia..." lirihnya yang mengenggam tangan Naina dan Romo Jalal.
wanita itu pun menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan Romo Jalal dan dalam pelukan Naina.
"mbak!!!" teriak Naina yang merasa sangat bersalah.
"bagaimana bisa terjadi," marah Romo Jalal.
"maafkan saya Romo, saya tidak bisa melakukan apapun, sebenarnya nyonya sepuh kondisinya terus menurun, setiap hari beliau selalu berpesan untuk membuat Romo dan nyonya muda tak khawatir, tapi malah nyonya yang khawatir Romo akan di tinggalkan saat nyonya sepuh meninggal, itulah kenapa nyonya sepuh terus menganggu dan membuat nyonya muda marah, hari ini saat kondisinya memburuk, nyonya mengusik nyonya muda, untuk memastikan jika nyonya muda mencintai Romo Jalal dengan tulus, jadi jika nyonya meninggal, Romo ada yang menjaga..." jawab pelayan Bu Lastri.
"mbak maafkan aku..." lirih Naina yang sangat sedih.
__ADS_1
"maafkan aku yang terlalu banyak melukai mu juga Lastri!!" teriak Romo Jalal.
akhirnya berita duka pun sampai ke warga desa, jika dulu pemakaman dari Bu Ningsih yang mati pura-pura begitu cepat bahkan tak menunggu apapun.
tapi kali ini Bu Lastri di semayamkan di rumah selama dua hari dan masyarakat datang untuk memberi penghormatan terakhir.
ternyata gosip yang mengatakan jika Bu Lastri sakit itu benar, jadi wanita itu sakit dan meninggal juga karena usia yang sudah sepuh.
terlebih Romo Jalal dan Bu Lastri ini terpaut usia cukup jauh, itulah kenapa Bu Lastri meninggal duluan.
Reino dan Rika datang bersama Fauzan dan Gofur serta istrinya, mereka melakukan penghormatan kepada wanita itu.
terlihat Naina begitu terpukul, bahkan dia memilih duduk di samping peti mati Bu Lastri.
sedang Romo Jalal yang menyambut kedatangan para tamu, tapi tanpa di duga, tiba-tiba Naina malah jatuh pingsan.
"nyonya!!" teriak Bu Siti.
"sayang!!" kaget Romo Jalal yang langsung mengendong istrinya itu.
beruntung ada dokter pribadi keluarga yang juga sedang melayat, jadi pasangan itu langsung memeriksa kondisi Naina.
dokter wanita itu memastikan dengan menekan perut bagian bawah dari Naina, dan wanita itu mengangguk.
"bagaimana kondisinya," tanya Romo Jalal.
"ah aku harus bagaimana, ini kabar bahagia tapi dalam kondisi seperti ini, tapi aku hanya bisa bilang, selamat istri mu sedang hamil, tapi kami harus memastikan lewat USG, dan kemungkinan dia terlalu lelah atau tertekan karena berita kematian Lastri,"
"ah iya, karena dia hari ini dia tak istirahat, baiklah aku akan menjaganya," kata Romo Jalal.
__ADS_1
Reino merasa bodoh kali ini, pasalnya dia menganggap jika wanita itu masih tertarik padanya.
itulah kenapa dia memberikan nomor ponselnya tapi nyatanya beberapa hari ini tak ada satu pun telpon yang masuk.
sedang Rika merasa begitu tak berguna, pasalnya dia tak menyangka jika Naina bisa hamil begitu mudah.
sedang dirinya dan Reino sudah beberapa tahun berusaha belum bisa juga.
sore itu jenazah dari Bu Lastri di makamkan, dan semua orang memberikan penghormatan.
Naina juga ikut datang dengan di rangkul Romo Jalal erat agar istrinya itu bisa berdiri dengan baik.
setelah kematian dari Bu Lastri Romo Jalal dan Naina memilih pindah rumah ke rumah pengasingan, karena rumah itu akan di bongkar dan di bangun ulang.
pasalnya dulu rumah itu di gunakan saat memiliki istri lebih dua, sedang saat ini dia hanya memiliki Naina dan tak ingin nanti anaknya mengikuti jejaknya.
"sayang besok kita ke rumah sakit ya, untuk cek kandungan mu," kata Romo Jalal
"iya kang mas, tapi aku tak melihat anak-anak, mereka kemana?" tanya Naina yang ingin pergi tapi di tahan oleh Romo Jalal.
"mereka pergi keluar untuk jalan-jalan bersama mbok Siti dan yang lain, sudah mereka paling main ke taman, lagi pula mereka sangat aman," bisik Romo Jalal.
Naina memeluk tubuh istrinya, dan ternyata keduanya malah berciuman dengan mesra.
tak hanya itu, entah siapa yang mulai, keduanya malah saling menikmati hari meski ini jam dua siang, ya bagaimana pun jika kepingin ya tak salah.
toh mereka juga suami istri yang sah, Romo Jalal mengusap pipi istrinya yang sudah terlelap karena kelelahan.
terdengar suara anak-anak yang terdengar sangat ceria, jadi Romo Jalal bangkit dan memunguti bajunya.
__ADS_1
dia pun keluar dan menghampiri mereka semua yang baru pulang, "wah dari mana ini?"
"kamu balu beli balon, dan kami tadi lihat ada topeng monyet di taman ayah, tapi kacihan monyetnya di ikat lehernya," kata Dewi.