Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah

Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah
perang antar istri 2


__ADS_3

Prak....


sebuah balok kayu menghadang pedang itu, Jul dan yang lain kaget melihat sosok Naina yang datang.


"maafkan kami Romo..." kata Agus dan Alip.


"kamu ingin membunuhnya hanya karena dia ingin balas dendam karena kematian anaknya, kenapa?" tanya Naina.


"berhenti ikut campur Naina!" bentak Romo Jalal.


"mbok aku tanya, racun apa yang kamu ingin berikan padaku, aku yakin sekali tak mungkin mbak Lastri ingin melukai suaminya?" tanya Naina.


"itu racun yang bisa merusak rahim dan membuat mandul selamanya, dan itu juga yang di minum oleh nyonya Ningsih," jawab mbok Jum.


"apa..." kaget Naina.


Romo Jalal melempar pedang yang ada di tangannya, "dan sekarang jamu ingin membunuhnya, berikan racun itu padaku, aku ingin lihat apa Romo Jalal yang terkenal memiliki keadilan ini, bisa menghukum istri pertamanya," kata Naina yang merebut racun itu dari tangan Jul.


"tidak nyonya muda, jangan lakukan itu," kata Jul.


"berikan padaku, setidaknya aku bisa membunuh bayiku sendiri tanpa harus menunggu mbak Lastri yang melakukannya!!" teriak Nina yang mengejutkan semua orang.


"kamu hamil..." lirih Romo Jalal.


"ya... aku hamil anak ku, dan sebenarnya kandungan ku sangat kuat, itulah kenapa dokter bisa menyelamatkan bayi ini, dan aku meminta dokter merahasiakan dari siapapun termasuk dirimu, karena apa, aku takut anak ini akan mati bahkan sebelum dia lahir ke dunia ini," kata Naina.


"beraninya kamu melakukan itu!!" marah Romo Jalal.


"kenapa aku tak berani, dia bukan hanya anak mu, tapi juga milikku Romo Jalaluddin Rahmat, kamu bahkan tak bisa memberikan keadilan bagi istri kedua mu, bagiku nyawa di balas nyawa," kata Naina menantang Romo Jalal.


dia pun di dorong hingga jatuh tersungkur, mbok Siti ingin membantu Naina tapi Romo Jalal melarangnya.


"jangan ada yang membantu wanita itu," kata Romo Jalal.

__ADS_1


"ha-ha-ha-ha, aku begitu kasihan ya, mbak Lastri begitu membenciku karena merasa aku ini merebut suaminya, yang ternyata sangat mencintai dirinya, dan aku hanyalah mesin untuk melahirkan anak, benar begitu bukan! jawab Romo Jalal yang hebat," suara Naina mengenai begitu keras.


"tutup mulut mu Naina, aku juga menyayangi mu sama besarnya dengan Lastri," kata Romo Jalal.


"buktikan kalau begitu, buat dia pergi dari rumah, aku tak ingin melihatnya selama kehamilan ku, dan jika kamu tak bisa melakukan itu, lebih baik aku bunuh anak ini karena aku tak mau dia mati karena kecemburuan, lebih baik dia mati di tangan ku!!" teriak Naina yang tertawa dengan menyedihkan.


mbok Jum merasa iba melihat Naina, bagaimana tidak, gadis yang datang tanpa mengusik siapapun.


bahkan sekarang seperti orang gila karena ulah dari nyonya sepuh yang dia layani selama ini.


"saya punya usul agar nona Naina tak di ganggu nyonya sepuh," suara mbok Jum.


"diam Jum!! kamu tak berhak bicara!!" bentak Romo Jalal.


"tapi ini penting Romo, sebaiknya nyonya muda di tempatkan di rumah selir yang terpisah, itu akan membuat nyonya muda aman selama kehamilan, dan Romo harus mencari wanita lain untuk membuat nyonya sepuh cemburu," kata mbok Jum.


"aku tak akan melakukan itu, dia bisa saja terluka lagi," kata Romo Jalal.


"tapi itu pilihan terbaik, jika Romo mengusir nyonya muda, maka nyonya sepuh akan merasa jika nyonya sudah di buang dan bukan ancaman terbesarnya, dan alihkan perhatian itu dengan memberikan sosok lain yang ingin di bunuhnya," kata mbok Jum.


"kami semua juga setuju Romo, melihat sosok nyonya sepuh yang menakutkan itu, ini pilihan terbaik," kata mbok Siti dan mbok Ijah.


"kalau begitu, Jum kamu sudah ikut dengan nyonya sepuh bertahun-tahun, aku rasa kakuntau semua penawar dari racun nyonya sepuh, jadi aku memberimu kepercayaan satu kali lagi, untuk mengabdi setia padaku dan Naina, jika kamu tak melakukan itu, aku akan membuat mu hancur dan tamat dengan menyakitkan," kata Romo Jalal.


"baik Romo, saya mengerti dan saya bersumpah setia pada nyonya muda, dan jika saya berbohong dan melukai nyonya muda, saya rela di cincang," kata mbok Jum.


akhirnya siang itu mereka semua pergi, dan tanpa di duga mbok Jum di pakaikan sebuah alat khusus.


itu adalah sebuah chip yang akan bersaksi jika orang yang memakainya memiliki niat tak baik.


dan chip itu adalah temuan terbaru dari perusahaan yang di biayai oleh Romo Jalal selama ini.


jadi chip itu bisa mengendalikan semua orang yang memakainya.

__ADS_1


mbok Jum sudah di beritakan mati karena ketahuan, Bu Lastri benar-benar marah.


dua pelayan setianya sudah tewas, dan kini dia frustasi karena tak bisa menyingkirkan Naina.


tapi dia harus bersikap netral saat menyapa suami dan istri ketiganya itu pulang ke rumah.


Naina turun dan langsung lari masuk tanpa menyapa siapapun, sedang Romo Jalal terlihat marah.


"ada apa kang mas?"


"tidak ada, aku sedang tak ingin di ganggu," kata Romo Jalal yang langsung menuju ke rumah utama.


Bu Lastri kaget, bukankah tadi mereka berdua masih love dengan penuh kasih sayang, tapi sekarang sudah musuhan lagi.


tapi itu membawa berkah baginya karena dia bisa menikmati waktu bersama Romo Jalal.


"kang mas, kamu bisa cerita apapun loh dengan ku, aku ini juga istrimu loh," kata Bu Lastri.


"aku tau Lastri, aku merasa bosan dengan Naina, terlebih setelah acara live tadi dia ternyata benar-benar tak sebaik yang aku kura, ternyata teman prianya banyak, tentunya kakuntau bukan jika aku tak suka istriku punya teman pria," kata Romo Jalal.


"ya yang sabar dong kang mas, namanya juga anak jaman sekarang, memang seperti saya dulu," jawab Bu Lastri yang sangat senang


"entahlah, dia juga semakin berani dan sulit donatur, sepertinya aku akan membawanya ke rumah di ujung desa, karena aku tak ingin melihatnya dulu untuk beberapa waktu," kata Romo Jalal.


"apa..." kaget Bu Lastri.


pasalnya dia tau benar jika itu rumah selir atau selingkuhan yang sama saja di buang saat sudah keluar dari kediaman Rahmat.


"apa kang mas yakin?"


"tentu saja, jadi sebagai istri pertama kali harus memberitahu dia, dan setelah dia pergi aku akan menikahi gadis pilihan mu itu, tentu kamu sudah menyiapkannya bukan," kata Romo Jalal.


"tentu kang mas, apapun perintah darimu," jawab Bu Lastri.

__ADS_1


dengan hati yang berbunga-bunga Bu Lastri menghampiri Naina di rumah sebelah kiri.


dia melihat Naina yang sedang duduk diam di ruang tamu rumah itu, "mbok Siti dan mbok Ijah, bereskan semua barang milik nyonya muda, karena sekarang dia harus keluar dari rumah ini,"


__ADS_2