Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah

Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah
perang antar istri


__ADS_3

Siang itu, Naina menghadiri acara PKK yang sekarang jadi tanggung jawabnya setelah Ningsih meninggal dunia.


Sedang Bu Lastri yang tinggal di rumah masih belum percaya dengan apa yang terjadi.


Karena Naina ternyata menipu dirinya, bahkan usahanya untuk menikahkan suaminya lagi gagal.


"Nyonya, apa kita masih perlu mencarikan istri untuk Romo," tanya mbok Jum


"Kamu gila, Naina bodoh saja sulit membujuk kang mas, sekarang kamu pikir setelah Naina normal begitu kang mas akan mau menikah lagi, itu mana mungkin," kata Bu Lastri yang kesal.


"Tapi saya yakin Romo akan mau, karena alasan yang sama dengan Romo menikahi nyonya muda, karena dia tak bisa memberikan dia anak," kata mbok Jum.


Bu Lastri pun tersenyum, "ya kamu benar, kenapa aku tak membuatnya jadi mandul seperti halnya Ningsih, itu akan sangat mudah bukan," kata Bu Lastri.


Dia pun segera ke kamar miliknya, dan membuka lemari khusus yang dia miliki, untuk mengambil obat yang akan di berikan kepada Naina.


Mbok Jum menerima cairan berwarna hitam pekat itu, "lakukan seperti dulu," perintah Bu Lastri.


"Sendiko dawuh nyonya sepuh," jawab mbok Jum.


Dia pun pergi, dia melakukannya untuk membalas dendam, jika dia habis dan menghancurkan impiannya menjadi orang kaya melalui putrinya.


Bahkan sekarang dia juga kehilangan putrinya itu, jadi sekarang dia harus menghancurkan Naina juga


Mbok Jum menyamar dan pergi untuk datang ke acara PKK yang sedang di hadiri oleh Naina.


Dia tak memikirkan apapun saat ini, padahal Naina di acara itu dengan Romo Jalal juga.


Terlebih semua penjagaan juga sangat ketat, Naina sedang mengelilingi beberapa stand yang di jual oleh para ibu-ibu di desa.


"Aduh... kenapa semuanya enak, boleh semuanya minta satu porsi dan antar ke meja saya ya, biar saya icip, nanti saya rivew dan bantu untuk promosi ya," kata Naina dengan semangat.


"Baik nyonya," jawab semua penjaga stand.


Mendengar itu, mbok Jum merasa senang, karena kesempatannya untuk menaruh racun itu datang.


"Sediakan sumpit perak sebanyak enam pasang," perintah Jul.

__ADS_1


Saat Naina melihat pembuatan mie ayam, Romo Jalal mendekati istrinya itu.


"Hem... yang lihat mie ayam, seneng banget sayang," tegur Romo Jalal.


"Kang mas kan tau benar jika aku menyukai semua jenis olahan mie, dan ibu tolong bantu cekernya di pisah satu mangkok ya," pesan Naina.


"Iya nyonya," jawab pedagang itu.


Mbok Jum berjalan dengan hati-hati ke stand bagian penjual nasi rawon karena kuah makanan itu berwarna hitam.


Mbok Ijah menyadari ada seseorang yang mencurigakan, dia pun memberikan kode pada Joyo.


Benar saja saat di stand rawon karena kesibukan pemilik stand, dia tak sadar jika ada seseorang yang menuangkan cairan ke makanan.


Mbok Ijah merekam aksi itu diam-diam dan dengan cepat Joyo meringkus orang itu dan Jul mengambil makanan yang sudah tercampur dengan racun dan membawanya pergi.


Mereka sepakat tak memberi tahu pada Naina dan Romo Jalal selama acara karena tak ingin menganggu acara desa.


Akhirnya Naina dan Romo Jalal akan mulai mencoba untuk mencicipi semua usaha yang terdapat di desa yang di pimpinnya.


"Semuanya silahkan makan, nanti biar saya yang bayar," kata Romo Jalal.


Sekarang pemilik stand mengerti kenapa di suruh menyediakan setidaknya seribu lima ratus porsi.


Sebelum Romo Jalal dan Naina makan, mbok Siti memastikan semua makanan aman dengan sumpit perak.


Setelah semua selesai di periksa, mereka berdua mulai makan, tak lupa Naina melakukan live streaming setelah beberapa bulan ini menghilang.


"Selamat siang semuanya, lama tidak menyapa, apa kalian merindukan ku, ya hari ini saya ingin melakukan live rivew makanan dari desa tempat tinggal saya di Sawahan, dan semua pada tanya, siapa yang di sebelah, ini suami saya yang ganteng dan kepala desa di sini, perkenalkan namanya kang mas," kata Naina di depan ponselnya.


"Halo para penonton, maaf saya tak pernah melakukan hal seperti ini, nya saya Jalaludin Rahmat," kata Romo Jalal


"Bisa di panggil Romo Jalal, jadi sekarang kita mulai mereview beberapa jajanan ya, yang pertama mie ayam," kata Naina


Dia pun di suapi oleh Romo Jalal, dan pria itu begitu terlihat menyayangi Naina, bahkan penonton live Naina begitu banyak.


"Apa kurang pedes sayang?" tanya Romo Jalal.

__ADS_1


"Tidak, kita sedang program hamil jadi tidak makan pedes, tapi cak Jul minta es kunyit asem tolong," kata Naina.


"Kang mas jamu beras kencur ya," kata Naina.


Tak sengaja Romo membaca komentar dari penonton live ini yang iri dengan Naina.


"Sayang penonton itu sama kamu tuh,"


"Iri karena punya suami seperti kang mas ya, oh ya geng nanti aku posting di Ig ya,nama penjualnya dan kalian bisa datang ke desa kami, dan pasti akan di sambut dengan ramah," kata Naina.


Bahkan untuk makan kue saja keduanya saling berbagi, di rumah Bu Lastri sedang bekerja saat seorang pengawalnya datang menunjukkan live streaming dari Naina.


Dia marah besar, karena di sana terlihat suaminya dan Naina begitu bahagia.


Bahkan Romo Jalal yang terkenal dingin dan keras, seperti mencari saat dengan Naina.


"Apa Jum belum pulang, seharusnya dia sudah melakukan tugasnya," geram Bu Lastri.


"Belum nyonya sepuh, sepertinya dia kesulitan karena yang saya dengar acara itu sangat ramai karena Romo membagikan makan gratis," kata pengawal itu.


Acara pun selesai, Naina bersiap pulang, "Kang mas tak pulang bersama dengan ku?"


"Tidak bisa sayang ku, maaf karena kang mas masih ada sedikit urusan, kamu akan pulang bersama Alip dan Agus yang mengantar, ingat sampai di rumah istirahat ya," pesan Romo Jalal.


"Inggeh kang mas," jawab Naina.


Dia pun di antar dengan mobil Fortuner berwarna hitam, sedang Romo Jalal langsung pergi dengan Jul dan Joyo untuk menemui wanita yang ingin mencelakai Naina.


Sesampainya gudang kosong itu, Romo Jalal bisa mengenali wanita itu.


"Lepaskan penutup mata dan mulutnya, sekarang kita lihat kenapa kamu ingin meracuni nyonya muda, apa belum jera melihat semua hukuman dan kematian karena ulah nyonya sepuh," kata Romo Jalal dingin.


"Saya tak peduli Romo, saya hanya ingin balas dendam, Romo terlalu pilih kasih pada nyonya sepuh, padahal wanita jahat itu sudah memakan banyak korban, tapi Romo seakan tutup mata, dan kejahatan saya kali ini sebenarnya ingin membuat Romo lebih tega dalam menghukum nyonya sepuh, bukankah Romo mencintai nyonya muda itulah alasannya," kata mbok Jum.


"Kenapa kamu dendam dengan nyonya sepuh, dia adalah orang yang kamu layani bertahun-tahun," kata Romo Jalal


"Karena dia saya kehilangan putri saya, dia bunuh diri setelah di lecehkan oleh perampok yang datang ke desa ku, dan itu karena dia di pilih oleh nyonya sepuh untuk jadi istri baru Romo," kata mbok Jum.

__ADS_1


"Itu salah mu sendiri, sekarang aku akan pastikan kamu dapat hukuman setimpal," kata Romo Jalal yang mengambil pedang dan ingin menebas kepala mbok Jum.


__ADS_2