Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah

Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah
bikin pusing


__ADS_3

Naina kini gemetar dia benar-benar tak bisa mengendalikan dirinya, karena dia yang baru melahirkan punya ketakutan besar.


bagaimana tidak, istri tua suaminya itu sangat kejam, dia hanya takut jika terjadi sesuatu kedua anaknya.


"kang mas berikan anakku!! kang mas!!" teriak wanita itu dengan sangat kencang.


bahkan dia juga terus mengendor pintu tapi tak ada yang mau membukakan pintunya.


sedang Bu Lastri tersenyum saja, karena dia merasa menang sebab dia bisa melihat Naina yang sebentar lagi pasti gila.


karena emosi seorang ibu yang baru melahirkan itu sangat mudah di serang.


"Nanang dan Jul jaga kedua anakku, karena aku tak percaya dengan siapapun di sini," kata Romo Jalal yang memutuskan untuk masuk ke dalam kamar milik Naina.


Karena dia sadar jika kondisi yang paling menghawatirkan itu adalah Naina yang memang harus benar-benar di jaga.


Sarno dan Joyo membuka pintu, dan Naina ingin menerobos dan melewati suaminya itu.


tapi Romo Jalal berhasil menangkap tubuh istrinya itu, "lepaskan!!! aku ingin mengambil anakku, jangan menghalangiku," kata Naina yang sudah berteriak.


bahkan wanita itu benar-benar sangat buruk kondisinya, Romo Jalal pun langsung mengendong Naina dan membawanya masuk.


Romo Jalal menaruh istrinya itu ke atas ranjang, tapi Naina masih berusahalah kabur, bahkan Romo Jalal tak mengira jika kekuatan istrinya itu bisa sekuat ini.


akhirnya Romo Jalal melepaskan Naina saat tepat pintu kamar itu sudah tertutup dan di kunci dari luar.


pria itu hanya melihat istrinya itu yang masih berontak dan berteriak, perlahan Naina sudah mulai tenang.


"aku tak akan mempertemukan dirimu dan bayi kita jika kamu tak bisa tenang, kamu bilang mau punya banyak anak, tapi nyatanya baru seperti ini saja, kamu hampir gila, kamu tak percaya pada suamimu ini," kata Romo Jalal.


"tentu saja aku tak percaya dengan mu, kamu terlalu mencintai istri pertama mu yang berdarah dingin itu, mungkin itu yang membuat Dewata tak memberinya anak!!"


mendengar itu Romo Jalal bangkit dan mencengkram dagu Naina dengan erat.


"jangan membuat ku marah dan menunjukkan sosokku yang aku sembunyikan Naina, kamu pasti tak akan bisa menanggungnya," kata Romo Jalal.


Romo Jalal langsung menarik Naina dan mendorong istrinya itu masuk kedalam kamar mandi.


dan Romo Jalal pun memandikan Naina, "bersihkan dirimu dulu, jika tidak sampai kamu waras, jangan harap bisa melihat anak mu," kata Romo Jalal.


Naina pun mengikuti keinginan suaminya, ternyata benar saat dia sudah mandi dan kondisinya sudah membaik dan otaknya lebih segar.

__ADS_1


pintu kamarnya terbuka otomatis dia berlari ke manapun untuk mencari anaknya.


kemudian dia mendengar suara di ruang tamu, saat dia melihat Romo Jalal yang mengendong kedua anaknya.


Naina pun ingin mendekat perlahan karena takut anaknya itu bangun, tapi dari arah lain ada Bu Lastri yang datang dengan membawa pisau.


Naina langsung lari ke arah bayinya dan mengambil Dewi yang berada di tangan kanan Romo Jalal.


dan setelah itu, Naina kaget karena Romo Jalal melukai tangan Lastri yang membawa pisau dan mengancam leher wanita itu dengan ujung pedang.


"lihatlah, kang mas sudah pilih kasih, aku hanya ingin melihat bayi mu kang mas," kata Bu Lastri yang tersenyum menyeringai.


"aku ayahnya, aku bisa melihat mana yang tulus dan berniat buruk, kamu terus tak sadar diri Lastri, karena berulang kali aku menghukum mu tapi sepertinya tak berpengaruh, jadi sekarang jangan salah kan aku jika aku akan memasung mu untuk keamanan keluarga ku," kata Romo Jalal yang memanggil para pengawalnya.


"tidak mau!! karena aku tak pernah ingin melukai mu, aku hanya ingin menjaga ku dari dua setan yang di lahirkan oleh wanita itu," kata Bu Lastri.


"kurung dia, dan tak ada yang boleh membiarkan wanita ini keluar tanpa seizin ku," kata Romo Jalal.


"setelah kamu dapat semuanya, kamu mencampakkan ku, kamu biadab Jalal biadab," kata Bu Lastri yang terus berteriak-teriak.


wanita itu di kurung di rumah bagian kanan dan tak ada yang boleh menjenguknya selain hanya untuk mengantarkan makanan.


tapi yang tak terduga seseorang keluar dari kegelapan malam, dan itu mengejutkan Naina.


bahkan dia tak percaya dengan apa yang dia lihat, karena selama ini menganggap wanita itu sudah mati.


"mbak Ningsih," panggil Naina.


"iya dek, aku Ningsih, sebenarnya aku tak sepenuhnya mati saat itu, cuma kondisiku sangat kritis dan di detik terakhir kang mas bisa menyelamatkan nyawaku," kata Bu Ningsih.


"jadi selama ini mbak Ningsih kemana? dan apa maksudnya ini," bingung Naina.


"inilah alasan ku tak bisa membunuh Lastri, karena dia tak membunuh Ningsih, meski perbuatannya itu juga tak di benarkan," jawab Romo Jalal.


"apa... terus aku harus bagaimana, tunggu kepala ku tiba-tiba..." lirih Naina yang hampir pingsan.


beruntung Romo Jalal langsung menangkap tubuh Naina, "mbok Siti dan Mbok Ijah tolong bantu," kata Romo Jalal.


kedua anaknya langsung di pegang pelayan setia Romo, dan Romo Jalal mengendong Naina, tatapan pria itu begitu dalam pada Naina.


Bu Ningsih hanya tersenyum saja, karena dia sudah mendapatkan kebebasannya, ya dia sudah memutuskan untuk hidup sendiri.

__ADS_1


dan Romo Jalal mengizinkan hal itu, itulah kenapa dia datang hanya untuk menyapa Naina dan menitipkan Semuanya.


dan ada beberapa pesan yang gadis dia sampaikan juga pada wanita itu, karena dia sendiri tak akan kembali ke rumah Rahmat.


Naina bangun dan melihat suaminya itu, "kang mas, aku melihat mbak Ningsih," kata Naina.


Romo Jalal tersenyum, dan Bu Ningsih masuk kedalam Naina, "apa kamu kira aku hantu ya, aduh kasian amat aku," kata Bu Ningsih.


"ini benar mbak Ningsih, tapi bagaimana mungkin," kata Naina tak percaya.


"sudah sayang, dia datang untuk mengatakan sesuatu, lagi pula aku dan Ningsih sudah tak punya hubungan suami istri," kata Romo Jalal.


"apa maksudnya kang mas?"


"itu benar Naina, aku dan Romo sekarang tak memiliki ikatan pernikahan, aku datang hanya ingin berpesan padamu untuk tetap selalu kuat mendampingi Romo, karena kamu sudah melihat sosok mbak Lastri yang begitu kejam, jadi ingat jaga Romo dan dua anak mu," pesan dari Bu Ningsih


"tapi mbak Ningsih sekarang tinggal dimana? dan kenapa kembali dan mengatakan itu," kata Naina bingung.


"karena aku ingin mengatakan padamu jika aku sudah punya keluarga baru, dan aku sudah bahagia, jadi jamu juga yang bahagia di sini ya, sudah sampai sini saja karena suamiku sudah menunggu," kata Bu Ningsih


Naina melihat sosok suaminya yang tersenyum karena tatapan bingung istrinya itu.


"ayo kita keluar dan bertemu suami Ningsih," kata Romo Jalal membantu memapahnya.


ternyata suami dari Bu Ningsih itu seorang dokter anak, dan pria itu sudah mengecek kondisi kedua bayinya.


"selamat atas lahirannya nyonya, dan semoga pria ini tak membuat mu stres, jika itu terjadi maka pukul dia dengan rotan ini," kata pria itu memberikan sebuah kayu rotan.


"mas jangan mengajari Naina yang tidak-tidak dong, maaf ya Naina dia memang seperti ini," kata Bu Ningsih gemas mencubit pipi suaminya itu.


"ayah bunda aku di kasih emas batangan oleh om itu," kata seorang gadis cantik yang langsung memeluk tubuh Bu Ningsih.


"Romo Jalal,"


"hadiah pernikahan kalian, maaf aku tak bisa datang, ya maklumlah aku sedang proses memiliki anak," kata Romo Jalal yang menciumnya di depan semua orang.


Naina sekarang mengerti kenapa Romo Jalal bisa melepaskan Bu Ningsih untuk kebahagiaan wanita itu.


"jangan takut untuk tidak merasa di cintai Naina, karena yakinlah pria di samping mu itu hanya melakukan hal bodoh dan tersenyum di samping mu,bahkan kamu satu-satunya wanita yang di perlakukan semanis itu," kata Bu Ningsih.


"benarkah?"

__ADS_1


__ADS_2