
bayi tampan itu sangat tampan, bahkan tangan Romo Jalal seakan gemetar saat memegangnya.
Naina hanya tersenyum saja melihat suaminya itu, "kang mas, kenapa?" tanya Naina dengan lemas.
"aku seperti bermimpi memiliki anak lagi darimu sayang, memiliki Dirga dan Dewi saja sudah sangat membuat ku bahagia," kata Romo Jalal.
"itu anugerah Tuhan," kata Naina.
"aku rela memberikan nyawaku pada mu, karena kamu telah memberikan pewaris pada nama keluarga ku," kata Romo Jalal.
"aku hanya butuh kamu di sisi ku kang mas, untuk bersama membesarkan mereka bertiga, terlebih untuk bayi kita yang baru hadir dunia ini," kata Naina yang tersenyum senang.
"aku janji padamu, aku akan hidup sehat agar bisa melihat semua anak kita tumbuh besar," kata Romo Jalal.
Naina juga tak menyangka akan mengatakan itu pada suaminya yang terpaut usia dengannya cukup jauh.
tapi dia sangat mencintai Romo Jalal sehingga dia sendiri punya ketakutan untuk kehilangan pria yang dia cintai itu.
"Argantara Jalaludin Rahmat, putra ketiga dari Romo Jalaluddin Rahmat," kata pria itu .
Naina merasa jika bayi ketiganya ini berbeda dengan kedua kakaknya, bagaimana tidak dia memang mewarisi wajahnya tapi garis wajah dan kekuatan milik ayahnya.
"jika kamu akan mewarisi seluruh kebijaksanaan dan kekuatan Romo mu, tolong jadilah pria yang tetap lembut pada wanita yang kamu cintai ya nak, karena bagaimanapun Romo mu dia akan sangat memperhatikan orang yang dia cintai," kata Naina mencium putranya itu.
tanpa terduga Dirga yang melihat itu merasa cemburu, karena merasa jika kasih sayang bundanya akan di ambil oleh adiknya yang baru lahir.
sedang Dewi tak merasa keberatan, karena dia menyukai anak kecil, Naina yang melihat tatapan putra pertamanya pun mengerti.
"mbok Ijah tolong gendong sebentar," kata Naina memberikan Arga.
dia membuka tangannya pada Dirga, dan benar saja bocah itu langsung lari menuju ke pelukan bundanya.
"bunda milik Dirga, tak boleh dia mendekati bunda."
"bunda itu milik siapapun, Dewi juga putri bunda loh," kata Naina.
"tidak boleh!!" kata Dirga begitu posesif.
Naina hanya bisa tersenyum saja, jadi dia tak mau ambil pusing, dan untuk sikap putranya itu.
__ADS_1
dia akan meminta beberapa pelayan yang memegangnya untuk lebih perhatian padanya.
Naina harus menginap beberapa hari di rumah sakit, beruntung rumah sakit cukup dekat dari rumah.
Dirga adalah bocah yang sangat menjaga semua miliknya, dan dia tak ingin kehilangan apapun miliknya.
sedang Dewi memiliki sikap baik dan sopan yang membuat gadis kecil itu menjadi kesayangan semua orang.
tapi bagi Romo Jalal sikap yang di miliki oleh Dirga akan sangat menguntungkan pria itu karena dia bisa menjadi orang yang sangat berkuasa nantinya.
dan dia berharap untuk putra ketiganya untuk menjadi sosok yang lebih baik dan menjadi penyeimbang dari kedua kakaknya.
〰️〰️〰️〰️
hari ini Naina di izinkan pulang, dan saat mobil yang membawanya masuk kedalam rumah.
dia melihat putranya Dirga sedang bermain dengan beberapa kelinci. tapi saat dia turun dia kaget melihat Dirga mencekik leher kelinci itu.
"Dirga jangan membunuhnya, dia itu berhak hidup nak," panggil Naina yang kaget.
"kenapa bunda melarang ku, bukankah aku bisa membunuhnya saat ingin memakannya," kata Dirga.
"tapi kenapa, bukankah ayah mengajarkan jika kita bisa melakukan semuanya sendiri, kenapa harus merepotkan seseorang," kata bocah itu dengan suara yang sangat membuatnya terkejut.
"baiklah terserah dirimu nak," kata Naina yang tak bisa mengatakan apapun lagi, atau untuk membantah ucapan putranya.
dia pun masuk karena hawa di luar cukup panas, dan dia mengajak putranya itu masuk kedalam kamar.
dia akan menjaga bayi Arga selama dia dalam proses pemulihan dari bekas operasi sesar.
dan setelah lukanya sembuh dia bisa kembali untuk membereskan semua pekerjaan yang sekarang di ambil alih oleh Jul dan Sarno.
Romo Jalal melihat putra pertamanya dan akan mengajari bocah itu beladiri.
setidaknya itu akan membuatnya menjadi lebih kuat dan bisa melawan saat seorang musuh datang untuk menantangnya.
karena bagi keluarga besar yang memiliki kuasa seperti mereka itu, musuh itu tak ada habisnya.
Dewi masuk kedalam kamar milik orang tuanya,gadis kecil itu naik ke ranjang dan mulai mengajak adiknya itu berbincang dan bercanda.
__ADS_1
"bunda kenapa dia diam saja, apa dia rusak?" tanya Dewi.
"aduh sayang apa yang kamu katakan, bagaimana bisa adik rusak, dia itu masih bayi dan belum bisa melihat kakak cantiknya ini, jadi kamu harus menunggunya beberapa bulan untuk bisa mengajaknya bercanda," jawab Naina yang ingin tertawa.
"adik kakak ingin minta sumpah darimu ya, jangan pernah menikah jika aku tak suka wanita itu, dan tetaplah jadi pelindung kakak ya dek, dari siapapun yang ingin melukai kakak," kata Dewi mengulurkan tangannya.
"Dewi kenapa meminta itu, adik saja belum mengerti," kata Naina yang merasa aneh mendengar putrinya meminta sumpah seperti itu.
tanpa di sengaja atau memang Arga yang mengerti atau bagaimana, bayi itu memberikan tangannya pada Dewi.
"lihat bunda, adik setuju dengan ku,karena aku ingin adik selalu berada di sisiku," jawab Dewi.
"apa..." kata Naina yang kaget.
dia pun memeluk putrinya itu, memang jika di bandingkan Dirga, Dewi kemungkinan besar akan jadi yang paling lemah.
karena di keluarga ini, yang kuat menjadi pemimpin. tapi Naina juga berjanji tak akan membiarkan Dewi terluka nantinya.
itulah kenapa dia membuat usaha yang tak di ketahui oleh Romo Jalal dan yang lain.
karena itu akan menjadi kekuatan mungkin sokongan dari belakang.
akhirnya siang itu, Naina pun menidurkan Dewi di kamarnya bersama putranya juga.
Keduanya tampak begitu tenang, "ya Tuhan, tolong jangan buat kedua anak ku ini tersakiti nantinya, karena mereka adalah hidup ku, dan buatlah hari keras yang di miliki oleh Dirga melembut pada saudaranya nantinya," Gumam Naina yang menangis tanpa sadar saat melihat kedua anaknya itu.
sedang Romo Jalal yang masuk kedalam kamar tak sengaja mendengar semua ucapan istrinya.
"kenapa kamu bicara seperti itu sayang?"
"kang mas, entah sadar atau tidak ada tatapan mata yang tak biasa dari putra pertama kita itu, aku takut saat kita tak ada nantinya, Dewi dan Arga akan terluka," kata Naina.
"kenapa kamu berpikiran seperti itu, bagaimana pun mereka itu saudara sayang,"
"kang mas tak tau, bagaimana tadi Dewi meminta sumpah janji dari adiknya yang bahkan masih bayi untuk selalu melindunginya dan tak boleh menikah saat dia tak mengizinkan, apa kang mas tak merasa aneh?" tanya Naina
Romo Jalal diam tak menyangka akan mendengar itu, kenapa putrinya yang begitu dia cintai bahkan meminta hal seperti itu.
apa yang sebenarnya di rasakan gadis sekecil itu, dan apa yang mereka lewatkan selama ini.
__ADS_1