Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah

Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah
dia Naina?


__ADS_3

pukul dua siang Romo Jalal dan Naina datang bersama kedua anaknya, serta para pengawal.


semua panitia menyambut kedatangan mereka yang sangat di tunggu.


Rika sebenarnya ikut bazar ini hanya penasaran dengan sosok yang bernama Naina ini.


pasalnya saat awal menikah, suaminya yang tengah mabuk tak sengaja memanggil nama wanita itu.


dan setelah dia selidiki ternyata Naina itu adalah mantan terindah dari suaminya.


semua pedagang di minta untuk kumpul dulu di tempat sambutan, dan semua pengawal daro Romo Jalal memastikan tak ada yang mengandung racun.


Romo Jalal sedang melakukan sambutan, sedang Naina melakukan siaran langsung saat itu juga.


Karena pengikutnya semakin banyak, kini banyak yang menonton sambutan dari suaminya itu.


bahkan Bu Ningsih yang sekarang berada di Jakarta pun memberikan komen yang membuat Naina tertawa.


pasalnya wanita itu menulis, "kenapa mantan suamiku semakin muda dan menggoda,"


ya Romo Jalal kini memang semakin terlihat muda dengan tubuh atletis dan juga wajah yang terawat karena Naina yang memaksa pria itu agar ikut perawatan dengannya.


setelah sambutan selesai, pemotongan pita untuk peresmian gedung serbaguna dan waduk pun di resmikan.


acara begitu meriah dan semua orang berduka cita, tak hanya itu bahkan ada hiburan rakyat organ tunggal dan lainnya.


Naina kini mulai live lagi untuk memberikan beberapa rivew gratis untuk para pejuang usaha yang ikut meramaikan acara desa ini.


"halo semuanya, sekarang kita akan melakukan rivew makanan yang ada di bazar, dan jika kalian nanti penasaran aku akan menaruh alamat di Ig aku oke, kalian bisa mencarinya di sana, di jamin lengkap,sekarang kita mulai yuk," ajak Naina yang mulai memesan satu persatu makanan itu.


hingga saat dia ke stand jualan milik Rika, dan Fauzan pun langsung mendekati wanita itu.


"nyonya sebaiknya tunggu di dalam bersama Romo, karena para warga mulai tak kondusif, dan semua berebut ingin bersalaman dengan anda," kata Fauzan yang mengajak naina pergi.


Rika yang hampir bertatap muka malah tak jadi karena ulah Fauzan, tapi untungnya salah satu anak buahnya pun mengikuti siaran langsung.


dan Rika memutuskan mengantar sendiri pisang goreng ke dalam ruangan tunggu agar bis bertemu dengan Naina.


Naina sekarang duduk bersama suaminya dan sudah memposisikan kamera ponselnya.


"maaf semua tadi agak riweh ya, tapi sekarang sudah bisa rivew dengan tenang semoga, karena dia bocil ku ini juga tak bisa diam dari tadi, bahkan kantor ayahnya sudah habis di buat berlarian kesana kemari," kata Naina yang melihat dua anaknya yang memang sedang sangat suka bergerak.


akhirnya semua makanan di tata, dan Romo Jalal ikut melihat dan mulai tertarik dengan beberapa jajanan.


tapi yang menonton live Naina malah salah fokus dengan Romo Jalal yang kemejanya sudah terbuka bagian dada.


"aduh kang mas pamer aurat, ya sudah tidak apa-apa shodaqoh ya," kata Naina tertawa.


"jangan ah, ini milik istriku," kata Romo Jalal yang membuat Naina gemas.


Rika datang mengantarkan pisang goreng miliknya yang punya berbagai varian.


dia kaget saat melihat Naina yang memang terlihat begitu cantik dan tubuhnya juga sangat bagus.

__ADS_1


terlebih sekarang suami wanita itu juga tak kalah tampan dan gagah dari Reino,bahkan itu membuat Rika sedikit grogi.


"wah ini yang kaya Fauzan pisang goreng milik istri temannya, bahkan dia merekomendasikan saat ada acara harus pesan ini," kata Romo Jalal.


Naina melihat Fauzan yang langsung pergi, "cari mati nih bocah," gumam Naina.


dia pun melihat wanita itu, "terima kasih ya mbak, tapi boleh minta yang original, karena kedua anak ku sangat menyukainya," kata Naina.


"iya mbak," jawab Rika yang memang orang baru di desa.


Romo Jalal akan menegurnya tapi Naina tersenyum dan memakluminya.


akhirnya Rita datang lagi dan memberikan pesanan Naina, Rita melihat dua anak kecil yang mirip dengan Romo Jalal.


dia merasa buruk karena belum bisa memberikan anak pada Reino, tapi mantan kekasih pria itu memiliki anak kembar.


Naina mulai melakukan tes rasa, karena terbiasa, Naina akan mengecek setiap hidangan dengan sumpit perak.


memastikan jika semuanya aman dan bisa di makan oleh para orang tercintanya.


"cak Jul tong tanyakan apa ada yang mengunakan jamur untuk masakan mie, jika ada yang mana karena aku tak mau jika Dewi harus kesakitan nantinya," kata Naina.


"baik nyonya," jawab pria itu.


dan beruntung karena himbauan dari panitia, tak ada yang mengunakan bahan itu, jadi Dewi kecil aman makan apapun yang dia inginkan.


setelah selesai memberikan rating, Naina memposting semua foto makanan dan warung serta rating yang dia berikan.


tak hanya itu, setelah acara selesai, mereka tetap mendapatkan kawalan ketat.


tapi namanya juga orang banyak, akhirnya keduanya pulang dan merasa sangat kenyang.


tentu tadi semua makanan di borong dan di bagikan secara gratis.


tak hanya itu, Romo Jalal setuju dengan usul Fauzan yang meminta jika ada acara pisang goreng Rika menjadi salah satu menu wajib.


Reino datang untuk membantu istrinya berkemas, melihat sosok suaminya itu, Rika lari dan memeluknya.


"hei kenapa?"


"tidak ada, aku hanya merindukan mu," jawab Rika.


entahlah kenapa dengan dirinya yang malah membayangkan kini sedang bersandar di dada bidang tokoh penting di desa itu.


sedang Reino yang sedari tadi menunggu di mobil sambil menyaksikan siaran live dari mantan kekasihnya itu.


merasa terpesona karena wajah cantik Naina dan bentuk tubuh wanita itu tak berubah, meski sudah memiliki dua anak.


sedang dia dan istrinya masih berusaha agar bisa segera memiliki anak mereka.


akhirnya Reino pun mengajak istrinya itu pulang, tentu dia mengucapkan terima kasih pada Fauzan yang sudah memberikan istrinya kesempatan.


Naina sedang santai mengunakan baju daster yang kapan hari di belikan oleh suaminya itu.

__ADS_1


"apa bagus, ini pilihan mu sayang," kata Naina yang duduk di pangkuan suaminya yang sedang bekerja.


"Naina, kamu ini tak puas ya dari pagi membuat ku harus mandi basah, ayolah sayang.."kata Romo Jalal yang memeluk erat istrinya itu.


"kang mas tolong jaga bibir mu, ah..." kata Naina yang melompat bangun.


tapi terlambat sudah ada bekas merah di lehernya, dan itu malah membuat Romo Jalal tertawa.


"ih...kang mas,"


Naina pun lari ke meja rias dan menutup bekas itu dengan make up, dan kini dia keluar untuk menjaga dia anaknya.


sedang Romo Jalal tak menyangka hidupnya dengan Naina sangat bahagia.


tapi dia juga masih sering menjengguk Bu Lastri saat Naina pulas tidur, karena bagaimanapun wanita itu tetap istri pertamanya.


sore itu Dirga dan Dewi sedang bermain di halaman rumput sambil mengejar kelinci yang sengaja di pelihara untuk mereka.


meski pertumbuhan kelinci-kelinci itu sangat pesat, tapi dengan cara memotong dan memakannya itu menjadi cukup terkendali.


"ayo anak-anak waktunya mandi, siapa yang mau mandi bareng bebek-bebek kuning ini," kata Naina.


"au..." teriak keduanya.


mereka pun menuju ke kamar mandi kamar milik mereka sendiri, dengan di bantu mbok Siti dan mbok Ijah.


Naina memandikan kedua anaknya, dan setelah siap keduanya kini berlari ke arah kamar untuk main di kamar utama.


tapi saat sampai di kamar itu, Naina tak melihat suaminya, "mbok tolong jaga mereka ya, saya mau cari kang mas dulu,"


"iya nyonya," jawab keduanya.


Naina mencapai sosok suaminya itu, tapi saat dia akan memanggilnya, dia menghentikan dirinya.


pasalnya suaminya itu menuju ke rumah bagian kanan, yang menjadi tempat hukuman untuk Bu Lastri.


Naina tak boleh egois, bagaimana pun sepertinya suaminya itu memang tak bisa melupakan istri pertamanya.


jadi dia memutuskan untuk kembali ke kamar miliknya dan bermain bersama anak-anak.


sedang di rumah Reino, kedua orang itu sepertinya memikirkan hal yang sama, membayangkan dan berandai-andai jika mereka memiliki pasangan yang mereka inginkan.


pasti mereka akan bahagia tak tertandingi, pasalnya bisa berdiri berdampingan dengan orang yang begitu sempurna.


tak lama Romo Jalal kembali dan ikut bermain dengan anak-anak, sedang Naina melihat suaminya itu, "bagaimana keadaan mbak Lastri?"


mendengar pertanyaan itu, membuat Romo Jalal kaget, "kamu tau aku kesana?"


"menurut kang mas, sudahlah tak apa-apa karena mbak Lastri juga istrimu, semoga dia baik-baik saja," kata Naina yang sebenarnya sangat marah tapi dia simpan sendiri.


dan sekarang teman curhat wanita itu adalah Bu Ningsih yang menjadi jembatan untuknya dan Romo Jalal.


bagaimana pun wanita itu pernah hidup lama dengan Romo Jalal dan tau semua seluk beluknya.

__ADS_1


bahkan Naina harus menerima kenyataan jika memang Romo Jalal tak akan pernah bisa lepas dari istri pertamanya itu.


__ADS_2