Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah

Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah
tenang Naina.


__ADS_3

Bu Zuli sempat kaget saat melihat putranya datang dengan Naina di boncengan motor pemuda itu.


dan saat turun dari motor, Naina langsung memeluk Bu Zuli dan menangis lirih.


Bu Zuli melihat Fauzan yang memilih turun juga, bahkan dia pengawal Naina juga tak bisa berbuat apapun.


"ada apa nduk, ibu kesini ingin mengunjungimu, karena ibu dengar kamu sudah kembali ke rumah ini," tanya Bu Zuli.


"kita bicara di dalam, dan Fauzan bisa ikut jika mau," kata Naina yang berusaha kuat.


"tidak usah, aku tunggu di luar saja, sambil lihat tuh orang-orang asap ikan patin," jawab Fauzan yang tak ingin menambah masalah.


Bu Zuli dan Naina pun masuk ke rumah bagian kiri, dan rumah itu sangat mewah di banding ingatan yang di miliki wanita itu.


"ada apa Naina, aku tak pernah melihat mu semurung ini, bahkan setelah menikah dulu," kata Bu Zuli yang ternyata juga orang kepercayaan dari Romo Jalal.


"Bu... kenapa kang mas tidak bisa melepaskan mbak Lastri, meskipun dia berulah dengan cara yang mengerikan, saat itu mbak Ningsih jadi korban, dan aku selalu takut dan tak bisa tenang, karena sepertinya sebentar lagi aku yang jadi korban," kata Naina.


"kamu ini ngomong apa, mana mungkin hal itu terjadi pada ku, jika Ningsih itu memang kecerobohan dari suaminya yang lengah, tapi menurut ibu itu tak akan terjadi pada mu," jawab Bu Zuli menenangkan Naina.


"bagaimana ibu bisa bilang begitu, buktinya sekarang dia memilih untuk datang ke rumah sakit, padahal ayah mertuanya dan mbak Lastri sudah sangat jahat selama ini," kata Naina.


"Naina, jika Romo Jalal tak mencintai mu, dia tak akan menempatkan Agus, Joyo dan juga Sarno untuk menjagamu, belum lagi Siti dan Ijah juga bukan orang biasa, dan sekarang ibu dengar ada bocah bernama Nanang putra Yuyun yang bergabung untuk menjagamu, itu membuktikan jika dia sangat ingin melindungi mu,dan untuk Lastri, dia punya merasa tanggung jawabnya untuk mengawasi wanita itu, bayangkan jika Romo Jalal menceraikan wanita itu, kekacauan apa yang akan terjadi, jadi tolong sabar dan coba mengerti posisi suamimu nduk, karena bagaimanapun dia itu punya tanggung jawab yang lain," kata Bu Zuli yang menerangkan.


Naina sekarang sudah mengerti pun merasa buruk, dia lupa jika bagaimana pun suaminya itu punya banyak tanggung jawab.


"maafkan Naina yang egois, Naina hanya ingin suami ku ada di sisiku," kata gadis itu.


"tak masalah Naina, ini bisa jadi pelajaran dan terus positif thinking ya, karena tak baik ibu hamil yang terus sedih," kata Bu Zuli mengusap perut Naina.


"iya Bu, tapi aku jadi rindu rujak buah buatan ibu,"

__ADS_1


"sepertinya kita memang punya ikatan batin ya, ibu bawa rujak buah dan sambalnya yang banyak untuk mu, sekarang mau makan," kata Bu Zuli.


"iya Bu, tapi di belakang saja yuk, entah tadi semua pengawal dapat ikan patin dari mana hingga bisa buat ikan asap," kata Naina.


Bu Zuli hanya tersenyum, terlebih dia sudah dengar apa yang terjadi di sana.


karena bocah bernama Nanang itu memiliki kemampuan khusus yang akan menjadi garda terdepan melindungi Naina dan calon anaknya.


Bu Zuli dan Naina duduk di teras belakang rumah sambil memakan rujak buah itu.


mbok Ijah membuatkan minum untuk semua orang, entah berapa puluh kilo ikan itu karena sangat banyak.


sedang di rumah sakit, saat Romo Jalal datang, Bu Lastri langsung memeluk suaminya itu yang menunjukkan wajah dingin.


kedua istri dari Ndoro Sudarjo kaget melihat sosok Romo Jalal yang menurut mereka, saat ini pria itu terlihat lebih tampan dan berwibawa.


padahal usia dari Romo Jalal sudah masuk ke kepala lima, tapi wajahnya dan bentuk tubuhnya masih seperti pria berusia dua puluh lima tahun


"tenanglah Lastri, bagaimana ini bisa terjadi? bukankah kemarin ayah baik-baik saja?" tanya Romo Jalal


"Ndoro seperti ini setelah datang ke rumah besar keluarga Rahmat karena ingin menanyakan tentang semua orang yang mati di kolam ikan," jawab Danu.


"kenapa memangnya, padahal aku ingin menunjukkan pada mertua ku itu, jika aku sudah bisa melakukan hal yang benar dengan menyingkirkan semua penyusup di rumah ku, kenapa beliau marah hingga keracunan seperti ini, jangan bilang Lastri kamu melakukan ini pada ayah mu," kata Romo Jalal melihat istrinya itu.


"kamu mengatakan omong kosong, bagaimana aku bisa menyakiti ayah ku sendiri, orang yang begitu memperdulikan diriku!!" teriak Bu Lastri.


"tenanglah, aku hanya bertanya dan untuk mu Danu, seharusnya tak perlu ambil pusing jika memang tidak ada yang aneh dengan semua mayat itu," kata Romo Jalal dingin.


"maafkan saya Romo," jawab Danu yang tak bisa mengatakan apapun lagi di depan pria itu.


bagaimana tidak, Danu pun merasa jika pria itu sudah tau segalanya tapi bersikap tenang untuk menjaga wibawa Ndoro Sudarjo.

__ADS_1


"sekarang bagaimana kondisinya?"


"dia masih dalam masa kritis, dokter sedang berusaha menyelamatkan ayah, tapi aku juga memberikan ramuan anti racun yang paling ampuh," kata Bu Lastri


"seandainya kamu punya kemampuan itu di gunakan untuk hal yang benar, dan bukan untuk membunuh orang, pasti itu lebih baik, kamu sekarang tetap di sini, bagaimana pun kamu harus menjaga ayah mertua," kata Romo Jalal.


"tidak kang mas, aku ingin pulang bersama mu, di sini sudah ada dua wanita ayah yang akan menjaganya," kata Bu Lastri.


"itu lebih baik begitu, karena kami tak bisa tidur dan menjaga suami kami dengan tenang selama dia di sini, karena bisa saja bukan suami kami yang sembuh, tapi kami yang malah akan di kirim ke kuburan olehnya," kata istri muda Ndoro Sudarjo.


"nyonya muda, jaga bicara anda," tegur Danu.


"lihatlah pria bodoh ini selalu membelanya, ya aku lupa jika Danu mencintai pasti bukan," kata wanita itu.


"hentikan ucapan mu yang men-ji-jik-kan itu, aku sudah menganggap Danu seperti kakak ku tidak lebih, kang mas jangan dengarkan ucapan wanita gila ini," kata Bu Lastri memohon


"ibu muda bebar, sebaiknya kamu pulang agar aku bisa mengawasi mu, agar tak melakukan hal gila lagi, dan jika ada satu orang saja yang setelah ini keracunan maka aku akan membuatmu tau kemarahan ku, dan jika ada yang tidak setuju, maka aku akan membunuhnya," kata Romo Jalal yang memberikan ultimatum.


Danu bahkan sadar tatapan pria itu padanya, karena kemungkinan besar adalah dirinya yang akan selalu mendukung bu Lastri.


mobil itu membawa Bu Lastri dan Romo Jalal menuju ke rumah besar keluarga Rahmat.


Naina sedang memasak bersama ibu Zuli, karena mereka tak ada kegiatan lain, bahkan Naina sudah meminta beberapa ikan untuk di bungkus agar nanti bisa di bawa pulang oleh Bu Zuli dan Fauzan.


benar saja saat sudah selesai masak, mobil Romo Jalal masuk pekarangan rumah mewah itu.


Fauzan langsung bangkit bersama dengan para pengawal rumah itu.


bahkan Nanang di bocah itu juga bangkit di deretan pengawal pribadi, dan dari dalam rumah bahkan kiri Naina bersama Bu Zuli juga menyambut kedatangan pria itu.


saat Romo Jalal turun, semua kaget melihat Bu Lastri yang pulang, padahal kemarin wanita itu dan Ndoro Sudarjo membuat keributan.

__ADS_1


__ADS_2