Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah

Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah
tak tau malu


__ADS_3

Naina mendorong gadis itu hingga terjatuh, "lancang!!"


"maaf nyonya, aku hanya ingin minta maaf, tapi kenapa saya malah di perlakukan begini,", tanyanya.


"kamu tanya, kamu itu sungguh tidak tau malu, sudah hamil dengan pria beristri dan mau menyentuh suamiku, sepertinya aku harus tunjukkan siapa aku sebenarnya," kata Naina dengan kasar.


yang menyiramkan teh milik suaminya itu ke gadis itu, "Naina kamu keterlaluan, dia itu sedang hamil," marah Reino.


"memang aku peduli, siapa pun yang berani menginginkan suamiku, akan ku buat dia mati, tak peduli jika aku harus membunuhnya dengan tangan ku, jadi ingat itu," geram Naina.


Reino membantu gadis itu yang sudah basah kuyup, "kamu menolongnya, terus kau anggap aku ini apa mas!!"


"cukup!! Fauzan seret mereka keluar, dan kita selesaikan Semuanya diluar sekarang," kata Romo Jalal.


Fauzan dan Jul langsung menyeretnya pergi, dan lonceng pemberitahuan di bunyikan.


itu membuat Rika dan Reino kaget karena akan di adakan sidang secara umum, dan sudah di pastikan mereka akan malu.


tapi mereka tak bisa mundur lagi, karena semua warga yang mendengar lonceng itu sudah berdatangan.


warga bingung melihat ada tiga orang di atas pelataran musyawarah, Romo Jalal naik di temani oleh Naina dan Jul.


"semuanya, hari ini kita akan mendengarkan keluhan dan tuduhan Dati seorang wanita, nyonya Rika menuduh nyonya Naina berselingkuh dengan suaminya, dan saat di selidiki memang sang suami selingkuh tapi bukan dengan nyonya Naina, tapi gadis lain yang mengunakan nama Naina untuk mengaburkan prasangka dari istri pria itu, di sini nyonya Naina menuntut permintaan maaf dari ibu Rika dan suaminya, dan harap menyelesaikan permasalahan tanpa mengusik desa," kata Jul.


"wah gak tau malu ya, bagaimana bisa memfitnah nyonya, padahal semua orang juga tau jika nyonya keluar rumah pasti membawa pengawal," kata alah satu warga.


"itu paling cuma untuk mengusik keluarga Romo Jalal, hukum saja," teriak salah satu warga.


"baiklah kamu mau apa setelah dari semalam jamu terus menghina istriku," kata Romo Jalal


"saya Rika meminta maaf telah menuduh nyonya,tapi saya tak terima dengan apa yang di lakukan suami saya," kata wanita itu


"baiklah, bagaimana harusnya?" tanya Romo Jalal


"saya minta perceraian dengan istri saya, karena saya ingin punya keturunan dan itu bisa di berikan oleh kekasih saya," kata Reino tegas.


"pria goblok," lirih Naina.


"apa maksud mu," kata Reino tak suka.


"tidak ada, lakukan saja izinkan saja mas, dan untuk ibu Rika saya meminta pada Romo Jalal untuk melarang wanita itu masuk kedalam desa, karena dia memiliki mata jahat, karena dia berani menatap suami orang dengan tatapan menginginkan," kata Naina.


"saya setuju mengabulkan semuanya, dan setelah ini anda di larang masuk ke desa ini," kata Romo Jalal.

__ADS_1


"ini tak adil," bantah wanita itu.


"itu adil karena kedua orang ini juga di larang untuk masuk ke desa ini lagi, silahkan pergi karena kalian membuat malu dan memberikan contoh buruk pada generasi muda di desa ini," kata Romo Jalal.


"setuju!!"


semua warga pun mengusir ketiganya, Fauzan tak mengira hukuman kali ini sangat besar.


tapi itu lebih baik karena jika ketiga orang itu tetap di desa, bisa mempengaruhi semua hal baik yang sudah di tanamkan sejak dini.


setelah warga menyaksikan ketiganya pergi, para warga pun di beri kupon untuk mengambil sembako di rumah pengasingan.


Romo Jalal pun bangun dan melihat istrinya itu. "sudah sayang, sekarang kita pulang," tanya pria itu.


"anda siapa, aku mah mau main saja," jawab Naina yang mengejutkan Romo Jalal.


"ya Dewa, semenjak dia hamil anak ketiga kenapa tingkahnya tak bisa di tebak, semoga nanti istrimu tidak seperti itu ya Fauzan," kata Romo Jalal menepuk bahu pria itu


"maaf Romo, saya belum menikah," jawab Fauzan yang membuat Romo Jalal tersenyum.


"ya cari dong Fauzan, kamu ini tampan dan harta juga punya, kenapa kok malah tak laku," kata Romo Jalal.


tanpa di duga seorang gadis tiba-tiba lari dengan tergopoh-gopoh ke arah Romo Jalal.


"hei kamu ini kenapa?" kata pria itu bingung.


"tolong saya, saya ingin di nikahkan paksa dengan mandor Jumain, saya tidak mau!!" teriak wanita itu gemetar ketakutan.


Fauzan baru sadar jika wanita itu mengunakan baju kebaya berwarna putih.


"tolong saya Romo Jalal," tangis gadis itu.


"saya tak bisa melakukan itu, minta tolong pada istriku," kata Romo Jalal.


pasalnya dulu dia juga melakukan pernikahan paksa, jadi dia tak bisa berkata-kata lagi.


ternyata benar, seorang pria yang seusia Romo Jalal datang, tapi penampilan mereka seperti langit dan bumi.


jika Romo Jalal masih terlihat menggoda di usia lima puluh tahun, sedang pria itu tampak tua dengan rambut putih.


"kenapa di desa ini masih ada praktek pernikahan dini, padahal di hukum negara sudah menulis jika usia legal seorang wanita menikah itu delapan belas tahun," kata Naina yang datang mendekat.


dia langsung tertawa geli saat sosok pria itu, "ha-ha-ha... dari pada jadi suaminya, kamu lebih pantas di sebut sebagai kakeknya," kata Naina.

__ADS_1


"dasar wanita gila, kamu juga tak sadar berapa usia suamimu itu," kata mandor Jumain.


"memang kalian sepantaran, tapi lihat bentukannya dong, suamiku yang seperti berusia tiga puluhan mau di bandingkan dengan pria berpenampilan seperti aki-aki seperti mu, maaf kamu tak sadar diri," kata Naina yang dengan mudah mengatakan hal itu.


"sudah, panggil orang tua gadis ini, kenapa kamu ingin menikahkan putrimu dengan pria tua ini?" tanya Romo Jalal santai.


"karena kami punya hutang lima puluh juta pada mandor Jumain," kata pria tua itu.


"bukan lima puluh juta, tapi tujuh puluh lima juta beserta bunganya," kata pria tua itu.


"aku lunasi hutang ini, tapi biarkan gadis ini bebas," kata Naina.


"tidak bisa jika ingin membeli gadis itu silahkan, tapi dia harus tetap menikah dengan ku, jika tidak maka berikan saja pada suamimu," kata mandor Jumain menantang Naina.


"aku akan berikan dia untuk di nikahi orang kepercayaan dari suamiku, yaitu cak Jul, dia belum menikah jadi lebih pantas jika dia menerima gadis ini bukan, dari pada aku membunuhnya saat menjadi istri suamiku," kata Naina dingin.


"silahkan saja, itu terserah dirimu tapi asal kamu tau orang tua gadis itu minta lima juta sebagai maharnya," kata pria tua itu yang berhasil membodohi Naina.


"baiklah, sekarang nikahkan dulu gadis ini dengan cak Jul, baru uang mu aku berikan," kata Naina.


pernikahan dadakan Jul dan gadis bernama Yulia itu terjadi siang itu, dan Jul tak merasakan apapun melihat gadis itu."Nanang, tolong ambilkan uang untuk mereka semua," perintah Naina yang memberikan kode tersendiri.


Nanang mengangguk dan mengerikan uang itu pada mandor Jumain dan orang tua dari gadis bernama Yulia itu.


"semuanya silahkan pergi, jika tidak aku akan meminta anak buah ku menghajar kalian semua," kata Romo Jalal memperingatkan.


mereka semua pun bubar, sedang Yulia kini mengikuti Jul, tapi pria itu terlihat dingin.


"jika kamu meninggalkan dia, aku akan menghukum mu, perlakukan sebagaimana seharusnya," perintah Romo Jalal


"baik Romo."


mereka pulang menuju ke rumah pengasingan, ternyata dua anak itu sedang main bersama mbok Ijah.


sedang mbok Siti memasak untuk makan siang, semua orang kaget melihat ada gadis yang mengikuti Jul


"perkenalkan dia Yulia, istri cak Jul dan dia akan jadi pelayan di sini juga, jadi tolong jaga dia dan jangan ada yang bertengkar, mengerti," kata Naina.


"baik nyonya..." jawab mereka semua.


terlihat para mbok ini sedikit kecewa, karena Jul tak pernah berdekatan dengan wanita malah menikah mendadak.


dan mbok Siti yang tau berusaha menyembunyikan perasaannya, karena dia sadar diri jika Jul memang tak pantas untuknya.

__ADS_1


terlebih dia terpaut usia delapan tahun lebih tua dari Jul, tapi semua orang di rumah bisa melihat kedekatan keduanya, tapi ini perintah Romo Jalal jadi tak perlu di bantah cukup di ikuti.


__ADS_2