
"apa keberatan mu Naina?" tanya Romo Jalal yang kini kembali menjadi dirinya yang menegakkan hukum untuk semua orang.
"pria itu menghukum adikku tanpa bilang pada Romo sebagai orang yang menjaga desa ini, dia bahkan dengan kejam memukul kaki adikku hingga tulangnya retak dan harus mendapatkan operasi pemasangan pen di kakinya, aku ingin keadilan mu Romo!!" kata Naina yang kembali berlutut sekarang karena dia benar-benar sudah tak punya daya lagi.
"mata di balas mata, darah di balas darah, maka itu buat dia merasakan apa yang di rasakan Nino," kata Romo Jalal.
Naina pun menangis, semua orang yang mengunakan pestisida juga ketakutan, jika itu yang di katakan oleh Romo.
itu berarti mereka harus hidup dengan kemampuan sendiri dan tak boleh membeli barang-barang.
"dan hukuman untuk semua orang yang membuat pak Nardi di kucilkan, kalian tak di izinkan keluar dari dusun ini dan jika kalian melanggar maka kalian akan tau hukumannya yaitu dengan satu karung bago beras," kata Romo Jalal
"dan itu akan terjadi selama dua Minggu dari saat ini, jadi aku akan menugaskan beberapa orang untuk berjaga di tempat ini."
Romo Jalal kemudian mengendong istrinya yang sudah tak berdaya, "ingat semua, di desa ini hukum ku adalah mutlak, jika tak ingin mengikuti hukum ku,silahkan tinggalkan desa ini," kata Romo Jalal yang pergi dengan semua keluarga istrinya.
"anu Romo, maaf sebelumnya karena Naina tadi belum sempat makan, jadi sebaiknya -"
"apa Naina belum makan, gadis ini..." gumam Romo Jalal marah.
dia langsung memerintahkan Alip menjemput para mbok di rumah dan Jul menghubungi dokter.
mereka membawa Naina ke rumah keluarganya, dan Romo Jalal langsung membersihkan bekas luka cambukan di punggung wanita itu.
sedang mbok Siti dan mbok Ijah membawa salep untuk luka yang sudah di buatkan khusus oleh mbak Jum.
sesampainya di rumah keluarga Naina, keduanya membantu mengoleskan obat itu, sedang Naina masih di peluk oleh Romo Jalal.
__ADS_1
"perih kang mas..."
"sabar sayang, maafkan aku..." lirih Romo Jalal yang tanpa sadar meneteskan air matanya.
itu mengejutkan kedua wanita itu yang baru kali ini melihat pria itu menangis, dan setelah di oleskan obat.
Naina memakai baju longgar ajar luka itu bisa lekas sembuh. dokter perempuan datang untuk memeriksa kondisi Naina.
dan beruntung kandungannya baik-baik saja, "ya tuhan Romo, lain kali bisakah kamu sedikit memiliki kasihan, istri ku ini sedang hamil, tapi kamu malah bersikap seperti ini,"
"ini akan jadi contoh untuk semua orang," kata Romo Jalal.
"seharusnya jamu juga melakukan itu pada istri pertama mu, jika mata di balas mata," kata dokter wanita itu.
"tidak semudah itu, tapi aku bisa bersumpah atas nyawa ku jika aku akan membunuhnya sendiri dengan tangan ku jika dia berani mengusik Naina," kata Romo Jalal yang masih menjadi bantalan untuk istrinya agar bisa beristirahat.
dokter itu pun pamit setelah memberikan vitamin untuk Naina, karena bayi gadis itu sangat tangguh.
tidak terpengaruh meski ibunya mengalami hukuman berat seperti itu dari suaminya.
"mas aku sangat lapar," lirih Naina.
"mbok Siti tolong ambilkan makanan nyonya dan susu untuknya," kata Romo Jalal.
"baik Romo," jawab mbok Siti.
semua pengawal menunggu di luar dan melihat mbok Siti memberikan kode jika semuanya baik-baik saja membuat semua orang merasa tenang.
__ADS_1
"sudah, sekarang kita semua makan dulu, takutnya nanti Romo memerintahkan sesuatu lagi," kata Jul.
"baik mas," jawab semua orang.
di kamar Romo Jalal menyuapi Naina dengan sangat telaten, bahkan Naina juga menyuapi suaminya itu.
"kamu tak marah?"
"tentu saja tidak, ini sudah tugas kang mas, aku hanya menyesal karena terpancing emosi tadi,"
setelah itu, keduanya memutuskan untuk beristirahat karena lelah dengan semua yang terjadi.
dan Bu Nardi begitu bersemangat membuatkan masakan untuk semua tamu yang untuk pertama kalinya datang ke rumahnya.
beruntung ada mbok Siti dan mbok Ijah yang membantu sekaligus memastikan semua makanan sesuai.
mereka membuat ayam goreng kesukaan Naina dan sambal yang manis karena Naina sedang hamil.
sedang untuk Romo Jalal tentu sudah di buatkan botok ikan kesukaan pria itu.
saat makan malam mereka semua berkumpul di ruang tengah dan ruang tamu hingga seperti ada acara hajatan besar
semua makan tanpa ada status, begitupun dengan Romo Jalal dan Naina yang berbaur dengan semua orang.
tapi yang membuat mereka kaget adalah selera kedua orang itu seperti tertukar.
pasalnya Romo Jalal yang jarang suka ayam goreng, kini jadi sangat suka begitupun Naina.
__ADS_1
tapi makan sayur dan minum air putih tak bisa terlepas karena itu adalah rahasia awet muda dari Romo Jalal.