Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah

Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah
pengantin baru (Jul)


__ADS_3

Yulia di ajak ke kamar milik Jul, dan sesampainya di kamar itu gadis baru melihat sekeliling ruangan sederhana.


hanya ada satu buah lemari baju cukup besar, satu ranjang dan satu meja kerja di kamar itu.


"gantilah baju, kamar mandi di sana, dan simpan baju mu di sini karena yang di sebelah ada baju milikku," kata Jul datar


"baiklah mas," jawab Yulia.


Jul pun meninggalkan kamarnya, saat dia keluar Sarno dan Alip tertawa melihat pria itu.


"loh kenapa keluar, kamu dapat libur dari Romo Jalal, nikmati waktumu bersama dengan istrimu," kata Alip.


"aku tak bisa," jawab Jul.


"ayolah Jul, ini demi kebaikan mu, kamu kan tau benar jika kita semua sudah menikah tinggal kamu, jadi ini pilihan baik jadi nikmati saja," kata Sarno.


"atau jangan-jangan memang yang kamu cintai itu wanita matang seperti mbok Siti ya, padahal istrimu itu cantik banget loh," kata Alip.


"sudah jangan banyak omong, aku mau ambil cas dulu," kata Jul yang ke arah mobil.


dia berpapasan dengan mbok Siti yang sedang main bareng anak-anak, tapi Jul pergi begitu saja.


mbok Siti hanya bisa diam dan harus sadar diri, karena Jul harus bisa bahagia bersama istrinya yang baru.


setelah dia mengambil cas miliknya, Naina keluar dari rumah membawa sebuah ponsel.


"cak tolong berikan pada istrimu, dan bilang padanya apa saja peraturan yang ada di rumah ini,"


"baik nyonya," jawab Jul yang kemudian pergi ke kamarnya.


dia langsung menuju ke area kamar khusus yang di bangun untuk para pengawal.


tanpa mengetuk pintu Jul membuka pintu dan kaget melihat punggung putih milik istrimu yang sedang kesulitan untuk menarik resleting baju yang di pakainya.


"perlu bantuan?"


"boleh mas, maaf jika aku merepotkan," lirihnya.

__ADS_1


"tak masalah Yulia, tapi kamu harus ingat semua yang ada di sini harus menuruti keinginan dari Romo Jalal dan nyonya Naina, dan tak boleh menolak, ada banyak gadis seusia mu yang menjadi pelayan, karena mereka juga bekerja karena menjadi istri pengawal di sini," terang Jul.


"baiklah aku mengerti," jawab Yulia.


Jul mengambil ponsel itu, "ini adalah ponsel yang wajib di gunakan di rumah ini, semua nomor orang ada di sini, begitupun dengan nomor ponselku," jawab Jul


"baik kang mas, tapi apa tak punya nomor lain, karena aku punya nomor telepon lain," tanya Yulia yang menunjukkan ponselnya.


Jul mengambil ponsel gadis itu dan mulai menulis nomor ponsel pribadinya.


Yulia pun tersenyum dan terus menunduk karena dia masih nampak malu-malu saat Jul menatapnya dengan dalam.


Tanpa di duga Jul duduk di ranjang, dan menepuk ranjang di sampingnya, "duduklah, aku ingin membicarakan sesuatu,"


"ada apa mas," tanya Yulia yang merasa tak enak.


"pernikahan kita terlalu mendadak, aku di beri cuti selama tiga hari,kita harusnya lebih mengenal, apa perlu kita jalan-jalan untuk ngobrol," tanya Jul


"boleh, tapi tak usah jauh-jauh, kita ke wisata di dekat sini saja ya," kata Yulia yang memang tak pernah keluar rumah.


"baiklah, kita berangkat," ajak Jul yang berangkat menuju ke mobil yang bisa di gunakan olehnya.


mereka menuju ke daerah perbukitan di pinggiran kota, saat sampai di sana.


mereka berhenti di sebuah rumah gubuk yang jauh dari mana pun, Jul turun membawa tas miliknya yang super besar.


"ini rumah siapa mas?" tanya Yulia yang merasa seram


"ini rumah lama milik keluargaku, yang jarang aku kunjungi, itulah kenapa terlihat kotor," kata Jul.


tanpa di duga Yulia langsung mengambil sapu dan mulai menyapu dan kemudian mengepel lantai yang terbuat dari semen.


sedang Jul memperbaiki beberapa bagian yang terlihat berlubang, pria itu bekerja dengan cepat, dan secepat kilat membaut sesek rapet.


dan langsung memperbaiki semuanya agar jadi lebih aman malam ini karena afia membawa seorang wanita.


tak hanya itu, dia juga membuat atap dari daun aren, ya entahlah bagaimana cara kerjanya.

__ADS_1


bahkan Yulia saja kaget bagaimana pria biasa itu bisa memperbaiki rumah secepat ini, ya meski kerusakannya hanya sepuluh persen.


tapi bangunan itu masih kokoh, di sana hanya ada sebuah kasir lantai lipat yang di bungkus oleh plastik agar tak kotor.


tapi tanpa di duga Jul membawa sprei yang baru agar membuat Yulia nanti lebih nyaman.


mereka berdua pun selesai dan Yulia bingung mau membuat kopi.


"ada apa?"


"aku ingin buat kopi, tapi aku tak bisa menemukan kayu,"


"sudah sekarang mandi dulu, lihat wajah mu cemong, karena di sini harus saling jaga kalau mau mandi jadi ayo," ajak Jul.


Yulia membawa sarung yang di berikan oleh Jul, dan ternyata kamar mandi itu tidak di luar tapi Yulis kaget karena hanya setengah badan.


belum lagi airnya begitu dingin, setelah Yulia mandi, tak lama giliran dari Jul.


mereka kini menikmati teh hangat sambil memasak di ruang luas itu mengunakan kompor portabel yang di bawa oleh Jul.


selesai memasak mereka pun makan bersama, dan rasanya begitu nikmat.


bahkan ada singkong rebus untuk camilan malam, "kalau dulu seperti ini mas?"


"iya,Mak masak di dekat jalan keluar itu, kami bermain di sini sambil menunggu nasi dan sambal ikan klotok matang, tak hanya itu kami makan sambil berebut untuk paling banyak makan," kata Jul.


"kalau mas tinggal di sini setelah makan akan melakukan apa?" tanya Yulia.


"aku hanya tidur karena selama bekerja kami semua sering kekurangan istirahat, tapi jika kamu tak bisa tidur, coba nonton di ponsel ku, ada film-film bagus yang aku simpan di memori cards," kata Jul.


"boleh aku pinjam ya," kata Yulia yang mengambil ponsel suaminya itu dsn mulai mencari tontonan yang dia sukai


dia menemukan film Ultraman, jadi dia membuka file itu, awalnya tak ada yang salah, tapi lama kelamaan adegan dari film itu berubah.


beruntung suara dari ponsel Jul di matikan, Yulia pun terkejut dan langsung memberikan ponsel itu kepada Jul dan dia memilih tidur ke samping karena malu.


"kamu kenapa!!" bingung Jul melihat Yulia.

__ADS_1


tapi saat dia melihat ponselnya dia kaget bukan main, ternyata ada film yang tak pantas.


dan itu adalah ulah Sarno dsn Alip yang mengisi ponsel dari Jul film dewasa.


__ADS_2